Senegal Vs Mesir, Duel Dua Bintang Liverpool di Partai Final Piala Afrika

Syaiful Rachman | Suara.com

Jum'at, 04 Februari 2022 | 13:57 WIB
Senegal Vs Mesir, Duel Dua Bintang Liverpool di Partai Final Piala Afrika
Penyerang timnas Mesir, Mohamed Salah (ketiga dari kanan) melakukan selebrasi dengan rekan satu timnya setelah memenangkan pertandingan semifinal Piala Afrika 2021 antara Kamerun vs Mesir di Stade d'Olembe di Yaounde pada Jumat (4/2/2022) dini hari WIB. CHARLY TRIBALLEAU / AFP.

Suara.com - Empat hari lalu di Stadion Ahmadou Ahidjo di Younde, Kamerun, sebelum Mesir memastikan diri bertemu Senegal dalam final Piala Afrika 2021, dua ujung tombak Liverpool, Sadio Mane dan Mohamed Salah, berpapasan di lorong ganti pemain di stadion itu.

Mohamed Salah baru saja tuntas memimpin Mesir menghentikan Maroko dalam perempatfinal, sedangkan Mane hendak masuk lapangan untuk mengomandoi Senegal menghadapi Guinea Ekuatorial dalam perempat final lainnya.

Kedua laga perempat final antara keempat tim itu dilangsungkan di stadion yang sama dan dalam hari yang sama, 30 Januari lalu.

Pesepak bola Senegal Sadio Mane merayakan gol saat melawan Uganda pada babak 16 besar Piala Afrika di Kairo, Mesir, Jumat (5/7/2019). Senegal menang 1-0 dan melangkah ke delapan besar atau perempat final. ANTARA FOTO/REUTERS/Amr Abdallah Dalsh/foc.
Pesepak bola Senegal Sadio Mane merayakan gol saat melawan Uganda pada babak 16 besar Piala Afrika di Kairo, Mesir, Jumat (5/7/2019). Senegal menang 1-0 dan melangkah ke delapan besar atau perempat final. ANTARA FOTO/REUTERS/Amr Abdallah Dalsh/foc.

Kedua pemain Liverpool berbeda negara itu lalu berfoto bersama dan kemudian diposting dalam akun Instagram konfederasi sepak bola Afrika, CAF, di bawah keterangan "FRIENDS CATCH UP" atau dua sahabat bertemu.

Siapa sangka foto itu menjadi petunjuk bakal bertemunya lagi mereka di lapangan hijau, tetapi bukan seperti biasanya manakala mereka membela Liverpool.

Kini kedua striker inspiratif nan eksplosif itu saling berhadapan dalam final Piala Afrika 2021. Mane untuk Senegal, Salah untuk Mesir.

Penggemar sepak bola sejagat, khususnya suporter Liverpool, mungkin tak mau memilih siapa di antara mereka yang lebih baik karena mereka sama baik dan instrumental bagi timnya, apalagi sama-sama membela tim yang sama.

Namun jika saling berhadapan seperti terjadi dalam final Piala Afrika edisi tertunda satu tahun oleh pandemi virus corona itu, maka banyak orang yang ingin tahu pasti siapa sebenarnya yang lebih baik di antara mereka.

Statistik sendiri bisa berbicara lain, dan bisa bertolak belakang dengan pengetahuan umum yang selama ini ada pada publik mengenai kedua superstar itu. Dan pada tingkat klub dan timnas ternyata bisa lain.

Lihat saja, dari enam pertandingan terakhir selama Piala Afrika di Kamerun ini, Mane membuktikan diri sebagai pemain yang lebih produktif ketimbang Salah.

Mane menciptakan tiga gol, sedangkan Salah dua gol. Mane juga mengungguli Salah dalam merancang gol untuk rekan satu timnya. Mane dua assist, Salah satu assist.

Tak terlalu jauh memang, sehingga tidak otomatis menyimpulkan Mane lebih baik ketimbang Salah.

Tapi dari catatan itu, Mane terlihat berada dalam tim yang rekan-rekan satu timnya telah membuat dia bisa mengeluarkan segala kemampuan terbaiknya.

Sebaliknya Salah tidak begitu. Dan itu salah satunya tidak terlihat saat pertandingan semifinal melawan Kamerun di mana dia sering sendirian di sepertiga terakhir lapangan tanpa pasokan bola dari rekan-rekannya.

Tetapi akan lain jika melihat total kiprah kedua pemain yang sama-sama dilahirkan tahun 1992 ini (Mane lebih tua dua bulan). Pemain Mesir itu sudah pasti pemain yang lebih produktif.

Dari total 89 kali memperkuat timnas Senegal, Mane telah menciptakan 29 gol atau rata-rata 0,32 gol per pertandingan, sedangkan Salah sudah menciptakan 47 gol dari 80 kali membela Mesir atau rata-rata 0,59 gol.

Pun begitu pada tingkat klub. Salah lebih superior daripada rekan satu timnya di Liverpool tapi satu sama lain akan membawa bola ke arah berlawanan dalam final AFCON 2021 nanti itu.

Dari 343 cap bersama enam klub berbeda, Mohamed Salah telah menciptakan 165 gol dari berbagai kompetisi. Ini artinya, rata-rata 0,48 gol setiap satu pertandingan.

Sementara Sadio Mane memiliki rata-rata 0,42 gol per pertandingan, dari total 179 gol yang dia diciptakan selama 429 kali bertanding untuk empat klub berbeda.

Di Liverpool pun demikian. Salah masih lebih dominan dibandingkan dengan Mane yang setahun lebih lama bergabung dengan The Reds.

Dari 229 cap bersama Liverpool sejak Juli 2017, Mohamed Salah sudah mencetak 148 gol, termasuk 111 gol dalam pertandingan liga.

Sedangkan dari 244 cap bersama tim yang sama sejak Agustus 2016, Mane telah mempersembahkan 107 gol yang 82 di antaranya dari pertandingan liga.

Striker Liverpool asal Senegal, Sadio Mane (tengah) melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya setelah mencetak gol ketiga timnya, dalam lanjutan Liga Inggris 2021/2022 antara Leeds United vs Liverpool di Elland Road di Leeds, Inggris utara pada 12 September 2021.Oli SCARFF / AFP.
Striker Liverpool asal Senegal, Sadio Mane (tengah) melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya setelah mencetak gol ketiga timnya, dalam lanjutan Liga Inggris 2021/2022 antara Leeds United vs Liverpool di Elland Road di Leeds, Inggris utara pada 12 September 2021.Oli SCARFF / AFP.

Sama-sama serba bisa

Kualifikasi kedua pemain pun tak begitu berbeda jauh. Mohamed Salah kerap disebut penyerang serba bisa, namun lebih luas dikenal sebagai winger yang beroperasi di sayap kanan.

Posisi itu membuatnya efektif bergerak menyamping sampai tengah jantung pertahanan lawan dengan pergerakan kaki kirinya yang lincah nan kuat yang acap sulit dihentikan lawan.

Dia mematikan tak cuma kala mengeksekusi bola ketika peluang gol sudah di depan matanya, tetapi juga saat bermain satu dua dengan rekannya yang dia lakukan sangat cepat seperti rutin dia tunjukkan selama ini bersama Liverpool.

Dia piawai meneror dan merusak konsentrasi pertahanan lawan, sekaligus membebaskan rekan-rekannya menjadi tak terkawal di lini pertahanan lawan sehingga bebas mengoyak gawang mereka.

Bukan cuma posisi itu yang menunjukkan dia amat efektif sebagai eksekutor gol sehingga menjadi idaman semua klub, Salah juga bisa menjadi pelapis striker sebagai gelandang serang atau striker kedua.

Tetapi tahukah Anda, pada awal karirnya dia justru menempati posisi bek kiri saat masih bermain dalam level yunior di Mesir bersama klub El Mokawloon.

Setelah satu pertandingan melawan sebuah tim di mana El Mokawloon menang 4-0, Salah beberapa kali menyia-nyiakan peluang. Dari laga ini pelatih sadar telah keliru menaruh pemain ini pada posisi bek kiri. Selanjutnya Salah pun mendapatkan peran striker utama sampai dikenal luas seperti sekarang.

Kualifikasi Mane pun tidak jauh beda dari Salah. Striker ini juga disebut pemain yang serba bisa dan sekaligus produktif.

Ciri kental permainan Mane adalah penyelesaian akhirnya yang maut, sebenarnya sama dengan Salah.

Dia juga cepat, klinis, dan sangat lihai membawa bola sehingga lawan sulit menghentikan dan menyabotnya.

Dia juga berperingkat tinggi dalam soal bagaimana mengambil keputusan di lapangan. Dan keahlian ini dibarengi oleh permainannya yang kreatif, lincah, dan terampil menggiring bola.

Bukan hanya ketika membawa bola, Mane juga cerdas dalam bagaimana harus bergerak dan memposisikan diri manakala tim merangsek ke jantung pertahanan lawan.

Itu membuat dua menjadi mudah saja berada pada posisi untuk menciptakan gol, tetapi sekaligus membuatnya gampang menciptakan peluang untuk rekannya.

Sama dengan Salah, Mane juga striker yang eksplosif, tetapi emosinya amat terkendali. Dia tetap tenang, tetapi tubuh dan kakinya tak akan pernah ikut tenang, sebaliknya tetap saja agresif begitu dekat gawang lawan.

Satu lagi nilai lebih Mane seperti dia tunjukkan sepanjang Piala Afrika 2021, yakni kemampuannya dalam membantu pertahanan, bahkan tak sungkan adu bola atas yang tak jarang dia menangkan, padahal dia bukan pemain bertubuh tinggi.

Dengan kualifikasi seperti ini, wajar jika pertemuan dua pemain terdahsyat Liverpool dalam final Piala Afrika 2021 itu bakal menjadi tontonan yang mengasyikan.

Mereka juga bukan sekadar bagian dari tim, karena mereka juga adalah pemimpin untuk masing-masing timnya. Mereka kapten untuk Senegal dan Mesir.

Tetapi siapakah dari kedua jenderal lapangan hijau ini yang berhasil mengantarkan timnas mereka ke puncak tertinggi kompetisi sepak bola Afrika?

Apakah Mohamed Salah yang berhasil memimpin Mesir menuntaskan penantian gelar juara selama 12 tahun turnamen ini dan sekaligus memperpanjang deretan trofi juara Afrika yang dikoleksi Mesir menjadi delapan buah?

Atau apakah Sadio Mane yang malah mengantarkan Senegal mengakhiri penantian panjang menjuarai turnamen ini?

Ini bukan hanya pertanyaan dari pendukung Mesir dan Senegal, tetapi juga diajukan banyak penggemar sepak bola sejagat.

Dan Senin dini hari pukul 02.00 WIB pada 7 Februari nanti adalah masa di mana jawaban untuk semua pertanyaan itu tertuntaskan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mohamed Salah Ingin Liverpool Kembali Bergaya Heavy Metal, Ramai Dapat Dukungan Mantan

Mohamed Salah Ingin Liverpool Kembali Bergaya Heavy Metal, Ramai Dapat Dukungan Mantan

Bola | Senin, 18 Mei 2026 | 20:41 WIB

Xabi Alonso Resmi ke Chelsea, Liverpool Kini Bidik Pelatih Jenius dari Jerman

Xabi Alonso Resmi ke Chelsea, Liverpool Kini Bidik Pelatih Jenius dari Jerman

Bola | Senin, 18 Mei 2026 | 16:47 WIB

Xabi Alonso Kirim Sinyal Bahaya ke Premier League Usai Gabung Chelsea

Xabi Alonso Kirim Sinyal Bahaya ke Premier League Usai Gabung Chelsea

Bola | Senin, 18 Mei 2026 | 09:43 WIB

Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya

Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya

Bola | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:22 WIB

Mohamed Salah Meledak Usai Liverpool Dipermalukan Aston Villa, Bongkar Borok Arne Slot

Mohamed Salah Meledak Usai Liverpool Dipermalukan Aston Villa, Bongkar Borok Arne Slot

Bola | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:02 WIB

Segampang Itu Pecundangi Liverpool: The Reds Telan 19 Kekalahan Kebobolan 52 Gol

Segampang Itu Pecundangi Liverpool: The Reds Telan 19 Kekalahan Kebobolan 52 Gol

Bola | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:37 WIB

Arne Slot Pastikan Mohamed Salah Kembali saat Liverpool Hadapi Aston Villa

Arne Slot Pastikan Mohamed Salah Kembali saat Liverpool Hadapi Aston Villa

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:41 WIB

Eks Striker Liverpool Dijatuhi Hukuman Penjara Percobaan karena Tunggak Nafkah Anak

Eks Striker Liverpool Dijatuhi Hukuman Penjara Percobaan karena Tunggak Nafkah Anak

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:57 WIB

Di Tengah Badai Kritik, Arne Slot Konfirmasi Dirinya Tetap Latih Liverpool Musim Depan

Di Tengah Badai Kritik, Arne Slot Konfirmasi Dirinya Tetap Latih Liverpool Musim Depan

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:48 WIB

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:30 WIB

Terkini

Carlo Ancelotti Jelaskan Alasan Coret Joao Pedro dari Skuad Piala Dunia 2026 Brasil

Carlo Ancelotti Jelaskan Alasan Coret Joao Pedro dari Skuad Piala Dunia 2026 Brasil

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:44 WIB

Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026 Brasil, Joao Pedro Tulis Pesan Emosional

Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026 Brasil, Joao Pedro Tulis Pesan Emosional

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:40 WIB

Jose Mourinho Digosipkan Ingin Bawa Marcus Rashford ke Real Madrid

Jose Mourinho Digosipkan Ingin Bawa Marcus Rashford ke Real Madrid

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:32 WIB

Punya Pengalaman Bungkam Jepang dan Qatar, John Herdman Pede Pimpin Timnas Indonesia ke Piala Asia

Punya Pengalaman Bungkam Jepang dan Qatar, John Herdman Pede Pimpin Timnas Indonesia ke Piala Asia

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:24 WIB

Meski Cuma Butuh Imbang untuk Juara, Thom Haye Ingin Persib Tutup Musim dengan Kemenangan

Meski Cuma Butuh Imbang untuk Juara, Thom Haye Ingin Persib Tutup Musim dengan Kemenangan

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:18 WIB

Gustavo Almeida Bongkar Rahasia Tampil Gila dari Bangku Cadangan saat Persija Hajar Persik

Gustavo Almeida Bongkar Rahasia Tampil Gila dari Bangku Cadangan saat Persija Hajar Persik

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:10 WIB

Persib Bandung Diminta Jangan Senang Dahulu Jelang Penentuan Gelar Juara Super League 2026

Persib Bandung Diminta Jangan Senang Dahulu Jelang Penentuan Gelar Juara Super League 2026

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:58 WIB

John Herdman Pastikan Timnas Indonesia Tak Akan 'Full Naturalisasi', Libatkan Pemain Lokal Potensial

John Herdman Pastikan Timnas Indonesia Tak Akan 'Full Naturalisasi', Libatkan Pemain Lokal Potensial

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:47 WIB

Transfer Victor Osimhen ke Chelsea Jadi Proyek Pertama Pelatih Xabi Alonso Senilai Rp2,05 Triliun

Transfer Victor Osimhen ke Chelsea Jadi Proyek Pertama Pelatih Xabi Alonso Senilai Rp2,05 Triliun

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:41 WIB

Declan Rice Minta Arsenal Tak Terlena Meski Selangkah Lagi Juara Liga Inggris

Declan Rice Minta Arsenal Tak Terlena Meski Selangkah Lagi Juara Liga Inggris

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:38 WIB