-
Joao Cancelo resmi kembali ke Barcelona sebagai pemain pinjaman dari Al-Hilal hingga 2026.
-
Bek Portugal ini mengenakan nomor punggung 2 dan menolak tawaran dari Inter Milan.
-
Fokus utama Cancelo adalah memenangkan trofi pertama dan bermain di Stadion Camp Nou.
Ketajaman dan fleksibilitas permainannya membuat banyak klub besar Eropa sempat berminat untuk mengamankan tanda tangannya kembali.
Inter Milan dikabarkan sempat melayangkan tawaran serius demi memboyongnya kembali ke kancah Liga Italia pada bursa transfer.
Prioritas Utama Untuk Kembali ke Spanyol
Namun sang pemain justru menegaskan komitmen pribadinya untuk hanya bergabung dengan satu klub yang ia cintai.
“Saya tidak berpikir dua kali ketika kesempatan kembali ke sini datang. Saya mengatakan kepada semua orang bahwa saya akan menunggu Barcelona,” ujar Cancelo, dikutip dari situs resmi klub.
Keputusan tersebut diambil karena ia merasa memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan sejarah panjang klub ini.
Baginya mengenakan kostum garis-garis merah biru merupakan sebuah pencapaian tertinggi dalam karier profesional sepak bola miliknya.
“Memperkuat klub ini adalah kehormatan. Ini adalah tim terbaik di dunia. Semua pemain idola saya bermain di sini, dan perasaan saya terhadap klub ini sangat istimewa,” lanjutnya.
Misi Meraih Gelar Juara yang Tertunda
Target utama kepindahannya kali ini bukan sekadar bermain namun untuk mengangkat piala yang belum sempat ia raih.
Ia merasa memiliki hutang prestasi kepada para penggemar yang selalu memberikan dukungan luar biasa kepadanya di lapangan.
Kegagalan membawa trofi pada kesempatan pertama menjadi motivasi tambahan baginya untuk tampil jauh lebih maksimal musim ini.
“Saya tidak memenangkan trofi pada periode pertama saya di sini, dan itulah target saya sekarang,” tegasnya.
Motivasi besar ini disambut baik oleh staf pelatih yang membutuhkan mental juara di dalam ruang ganti.
Kerinduan Bermain di Stadion Camp Nou
Sisi emosional juga mewarnai kepulangan sang bek sayap terutama terkait rencana penggunaan stadion keramat klub yang sedang direnovasi.
Pada masa pengabdian sebelumnya ia terpaksa harus bertanding di Stadion Olimpiade Lluis Companys sebagai markas sementara tim.
Kini ia sangat tidak sabar untuk merasakan atmosfer magis dari stadion yang menjadi ikon kota Barcelona tersebut.
“Bermain di Camp Nou akan menjadi perasaan yang unik. Saya sudah menunggunya sejak lama. Saya mungkin akan menangis, karena itu adalah sesuatu yang sudah lama saya impikan,” pungkasnya.
Dengan bergabungnya kembali pemain berkualitas ini diharapkan ambisi klub untuk mendominasi kompetisi domestik dan Eropa dapat terwujud.