- Hakim Santiago Pedraz menolak tuduhan pencucian uang dan penipuan terhadap Joan Laporta karena yurisdiksi terbatas pada kasus luar negeri.
- Tuduhan tersebut mencakup dugaan transaksi mencurigakan di Siprus dan Dubai yang dilaporkan oleh anggota klub Isidro Navarro.
- Meskipun ditolak, pengaduan ini dapat diajukan ulang ke pengadilan regional Barcelona mengenai lima kesepakatan manajemen.
Aduan bisa diajukan ulang melalui pengadilan regional di Barcelona.
Anggota klub yang melaporkan kasus ini, Isidro Navarro, disebut masih mempertimbangkan langkah berikutnya.
Ia belum memutuskan apakah akan membawa perkara tersebut ke pengadilan setempat.
Dalam laporannya, Navarro mempertanyakan lima kesepakatan besar yang dilakukan manajemen Laporta.
Kesepakatan-kesepakatan itu menjadi inti tuduhan yang sempat diarahkan kepada Presiden Barcelona tersebut.
Salah satunya adalah komisi sebesar €50 juta yang dibayarkan kepada Darren Dein dalam kerja sama dengan Nike.
Selain itu, penyewaan kursi VIP selama 30 tahun kepada New Era Visionary Group (NEVG) juga ikut dipersoalkan.
Navarro juga menyoroti pemberian kontrak telekomunikasi Camp Nou kepada NEVG.
Penjualan aset digital terkait Bridgeburg Invest/Barca Vision turut masuk dalam daftar yang dipertanyakan.
Tak ketinggalan, proyek pembangunan ulang Camp Nou yang diberikan kepada Limak juga menjadi bahan aduan.
Seluruh transaksi itu disebut perlu diperiksa lebih lanjut.
Sejauh ini, tidak ada dakwaan yang berlanjut terhadap Laporta di pengadilan yang memproses laporan awal.
Kontributor: Azka Putra