Anomali di Liga Super China:9Klub Jalani Musim Baru dengan Poin Minus, Kok Bisa?

Ronald Seger Prabowo

Senin, 09 Maret 2026 | 09:11 WIB
Anomali di Liga Super China:9Klub Jalani Musim Baru dengan Poin Minus, Kok Bisa?
Ilustrasi logo Liga Super China. [Pinterest[
baca 10 detik
  • Chinese Super League 2026 dimulai dengan sanksi pengurangan poin pada lebih dari separuh peserta akibat skandal pengaturan skor.
  • Federasi Sepak Bola China (CFA) menjatuhkan hukuman kepada 73 orang larangan seumur hidup terkait korupsi dan perjudian.
  • Juara bertahan Shanghai Port dan runner-up Shanghai Shenhua termasuk klub yang mendapat pengurangan poin signifikan sebelum liga dimulai.

Suara.com - Musim baru Chinese Super League 2026 atau Liga Super China dimulai dengan situasi yang tidak biasa. Lebih dari setengah peserta liga harus memulai kompetisi dengan poin minus akibat sanksi skandal pengaturan skor.

Total sembilan klub mendapat pengurangan poin sebelum musim dimulai.

Bahkan juara bertahan Shanghai Port dan runner-up musim lalu Shanghai Shenhua ikut terkena hukuman.

Sanksi ini merupakan bagian dari penyelidikan besar yang dilakukan Federasi sepak bola China.  

Investigasi tersebut mengungkap praktik match-fixing, perjudian, dan korupsi yang melibatkan banyak pihak di industri sepak bola China.

Sebagai hasilnya, sebanyak 73 orang dijatuhi larangan seumur hidup dari dunia sepak bola.

Selain itu, 13 klub juga dikenai pengurangan poin dan denda finansial.

Dalam pernyataan resminya, CFA menegaskan hukuman itu bertujuan membersihkan sepak bola nasional.

“Sanksi ini diberikan untuk menegakkan disiplin industri, memurnikan lingkungan sepak bola, dan menjaga kompetisi yang adil,” tulis CFA.

baca juga

Besaran pengurangan poin berbeda-beda. Shanghai Shenhua dan Tianjin Jinmen Tiger menjadi yang paling berat dengan potongan 10 poin.

Sementara itu, Qingdao Hainiu memulai musim dengan minus tujuh poin. Di bawahnya ada Shandong Taishan dan Henan FC yang masing-masing dikurangi enam poin.

Empat klub lain juga memulai musim dengan minus lima poin. Mereka adalah Zhejiang FC, Wuhan Three Towns, Shanghai Port, dan Beijing Guoan.

Salah satu nama besar yang terseret dalam skandal ini adalah mantan pelatih timnas China, Li Tie.

Mantan gelandang Everton itu termasuk dalam daftar 73 orang yang dilarang beraktivitas di sepak bola seumur hidup.

Li Tie mengakui terlibat dalam praktik korupsi selama bertahun-tahun.

Ia bahkan mengaku menerima lebih dari 16 juta dolar AS dalam bentuk suap antara 2015 hingga 2021.

“Saya sangat menyesal. Saya seharusnya tetap bekerja dengan cara yang benar,” ujar Li Tie.

“Dengan meraih ‘kesuksesan’ lewat cara tidak pantas, saya menjadi semakin tidak sabar dan ingin hasil cepat.”

Ia juga mengungkap praktik manipulasi pertandingan yang dilakukan.

“Untuk meraih hasil bagus, saya mempengaruhi wasit, menyuap pemain lawan dan pelatih, bahkan kadang melalui kerja sama antar klub,” katanya.

Kontributor: M.Faqih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pusaran Korupsi Fadia Arafiq Seret Suami yang Anggota DPR dan Anak, Begini Respons Golkar

Pusaran Korupsi Fadia Arafiq Seret Suami yang Anggota DPR dan Anak, Begini Respons Golkar

News | Sabtu, 07 Maret 2026 | 10:55 WIB

BPK Jelaskan soal Kerugian Keuangan Negara dalam Sidang Praperadilan Gus Yaqut di PN Jaksel

BPK Jelaskan soal Kerugian Keuangan Negara dalam Sidang Praperadilan Gus Yaqut di PN Jaksel

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 20:19 WIB

Sosok 2 Anak Fadia Arafiq yang Diduga Terlibat Korupsi, Jadi Direktur Dadakan Tilap Miliaran

Sosok 2 Anak Fadia Arafiq yang Diduga Terlibat Korupsi, Jadi Direktur Dadakan Tilap Miliaran

Lifestyle | Jum'at, 06 Maret 2026 | 19:06 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×