- Ole Romeny resmi terdegradasi dari kompetisi EFL Championship setelah Oxford United finis di peringkat ke-22 klasemen akhir.
- Ragnar Oratmangoen mengalami nasib serupa bersama FCV Dender yang gagal bertahan di divisi utama Liga Belgia musim ini.
- Penjaga gawang Emil Audero masih berjuang menyelamatkan Cremonese dari degradasi Serie A pada pertandingan penentuan hari Senin nanti.
Suara.com - Kiprah para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di benua Eropa tidak selamanya diwarnai dengan catatan manis.
Di balik keberhasilan beberapa nama merayakan tiket promosi, ada pula penggawa skuad Garuda yang harus menelan pil pahit berupa kenyataan turun kasta bersama klubnya masing-masing pada musim ini.
Hingga hari Minggu (24/5/2026) malam, sudah ada dua pemain nasional yang dipastikan terdegradasi, sementara satu nama lainnya masih harus berjuang hidup mati pada laga penentuan hari ini.
Berikut rincian nasib para penggawa Timnas Indonesia di liga Eropa musim ini.
1. Ole Romeny (Oxford United)
Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny harus menerima kenyataan pahit setelah klubnya, Oxford United resmi terdegradasi dari EFL Championship atau kompetisi kasta kedua Liga Inggris.
Klub berjuluk The U's tersebut dipastikan turun kasta setelah hanya mampu finis di peringkat ke-22 klasemen akhir Championship dengan perolehan 47 poin.
Oxford United terpaut empat angka dari West Bromwich Albion yang berada di batas aman zona merah.
Sepanjang musim ini, Romeny tercatat tampil dalam 16 pertandingan bersama Oxford United tanpa menyumbangkan satu gol pun.
2. Ragnar Oratmangoen (FCV Dender)

Nasib serupa juga menimpa penyerang sayap berdarah Maluku, Ragnar Oratmangoen.
Ragnar harus menerima kenyataan bahwa timnya, FCV Dender gagal bertahan di divisi utama Liga Belgia.
Ironisnya, kepastian degradasi ini harus dialami Ragnar usai menelan kekalahan agregat dari klub yang diperkuat oleh rekan setimnya di Timnas Indonesia, Joey Pelupessy yang membela Lommel SK.
Setelah kalah 2-3 pada leg pertama, FCV Dender gagal mengejar ketertinggalan setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol 0-0 pada leg kedua.
Dalam laga penentuan tersebut, baik Ragnar maupun Joey sama-sama dipercaya turun sebagai starter.
Joey mengawal lini tengah sebagai gelandang bertahan, sementara Ragnar ditempatkan di sektor penyerang sayap kiri.
Sepanjang musim ini, Ragnar mengemas satu gol dari 18 penampilan di Liga Belgia.