- Penghuni stasiun Base Esperanza di Antarktika merayakan kemenangan Argentina atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026.
- Guru bernama Gustavo Olivera mengunggah video perayaan meriah oleh komunitas keluarga dan ilmuwan di stasiun tersebut.
- Kemenangan tersebut memastikan langkah Argentina menuju babak final Piala Dunia untuk melawan tim nasional Spanyol.
Suara.com - Euforia kemenangan Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 ternyata menjangkau hingga salah satu wilayah paling terpencil di bumi.
Sebuah video dari Base Esperanza di Antarktika memperlihatkan momen haru sekaligus meriah saat penghuni stasiun ilmiah itu merayakan kemenangan Argentina 2-1 atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.
Rekaman yang viral di media sosial tersebut diunggah oleh Gustavo Olivera, seorang guru di Escuela Provincial Nº 38 yang berada di dalam kompleks base.
Dalam video itu, terlihat orang dewasa dan anak-anak mengibarkan bendera Argentina, berpelukan, dan bersorak begitu peluit akhir dibunyikan.
“Semua berkumpul untuk menonton dan langsung merayakan bersama,” tulis Olivera dalam unggahannya.
Momen ini menjadi bukti bahwa gairah sepak bola mampu menembus batas geografis, bahkan hingga benua terdingin di dunia.
Base Esperanza sendiri merupakan salah satu stasiun unik di Antarktika.
Didirikan sejak 1952, fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat penelitian, tetapi juga menjadi rumah bagi komunitas kecil yang terdiri dari militer, ilmuwan, tenaga sipil, serta keluarga mereka.
Berbeda dari kebanyakan pangkalan di Antarktika, Base Esperanza memiliki sekolah, rumah sakit, kapel, hingga kantor pos.
Kehadiran keluarga dan anak-anak menjadikan tempat ini sebagai salah satu pemukiman permanen langka di kawasan tersebut.
Secara historis, base ini juga dikenal sebagai tempat kelahiran manusia pertama di Antarktika, yakni Emilio Marcos Palma pada 1978.
Perayaan di Antarktika terjadi hanya beberapa jam setelah Argentina memastikan tiket ke final.
Tim juara bertahan itu kini bersiap menghadapi Spanyol dalam laga puncak, dengan ambisi meraih gelar juara dunia keempat mereka.
