Deli.Suara.com - Kamaruddin Simanjuntak selaku pengacara Brigadir J menyampaikan dugaan keterlibatan Fahmi Alamsyah dalam membuat skenario palsu Irjen Ferdy Sambo.
Ia mengatakan pengunduran diri Fahmi Alamsyah dari staf ahli Kapolri, tidaklah cukup. Sebagai orang yang diduga membuat skenario bohong soal tembak menembak yang menewaskan Brigadir J, Fahmi Alamsyah harus bertanggung jawab secara hukum.
Hal ini disampaikan Kamaruddin Simanjuntak dalam acara Catatan Demokrasi seperti dikutip dari akun YouTube tvOneNews, Rabu (17/8/2022).
"Jadi begitu dibunuh dia hari itu tanggal 8 (Juli), FS ini menemui Kapolri pura-pura nangis, pura-pura korban lalu staf ahli membuat skenario artinya kan berarti staf ahli Kapolri tahu yang membunuh adalah FS (Ferdy Sambo), dan kawan-kawan," katanya.
Pasca kejadian, lanjut Kamaruddin, skenario palsu yang diduga disusun Fahmi Alamsyah lalu dijalankan dengan plot istri Ferdy Sambo menjadi korban pelecehan seksual, lalu terjadi tembak menembak menewaskan Brigadir J.
"Makanya dibuat skenario apa yang harus dilakukan pasca kejadian pembunuhan itulah yang terlalu larut dilakonkan oleh ibu Putri," katanya.
Namun, skenario ini gagal, pihak pengacara keluarga korban melihat ada kejanggalan hingga terungkap fakta sebenarnya kalau Brigadir J tewas karena pembunuhan berencana.
"Kemudian penulis skenario sudah gagal karena kita patahkan argumennya kan tidak benar itu," ucapnya.
Kamaruddin menyebutkan saat membeberkan adanya dugaan pembunuhan sejumlah buzzer ikut menyerangnya.
Baca Juga: Babe Cabita Parodikan Wanita Ambil Cokelat di Alfamart, Endingnya Bikin Ngakak
"Waktu itu lima lembaga menyerang saya terus, bahkan buzzer-buzzernya seperti Denny Siregar dan kawan-kawan menyerang saya," ungkapnya.
"Tapi saya tetap punya pendirian ini adalah pembunuhan terencana akhirnya oleh tuhan Elohim digagalkan mereka semua kan gitu maka saya pemenang ini adalah 340, 338, walaupun awalnya mereka tidak setuju," sambungnya.
Lebih lanjut, Kamaruddin juga mendesak agar Fahmi Alamsyah juga diproses hukum.
"Nah terbukti penulis skenario sudah mundur, mundur itu tidak cukup harus tangkap dan tahan itu staff ahli Kapolri," tukasnya.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo pun mengungkapkan bahwa kini Fahmi Alamsyah telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai penasihat Kapolri.
Hal tersebut dikatakannya berdasarkan informasi yang diperoleh dari Koordinator Sahli Kapolri (Koorsahli).