Pengamat Menilai NasDem Harus Kunci Demokrat dan PKS

Deli Suara.Com
Rabu, 21 September 2022 | 15:04 WIB
Pengamat Menilai NasDem Harus Kunci Demokrat dan PKS
Rakernas Partai NasDem beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi mengungkapkan partai NasDem tidak memiliki banyak pilihan lagi dan harus mengunci Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Menurutnya, kedua partai itu harus dikunci dalam satu ikatan koalisi jelang Pilpres 2024. Pasalnya, jika tidak segera dikunci, maka NasDem bisa kehilangan momentum.

“Jika Partai NasDem tidak bisa mengunci PKS dan Demokrat dalam satu ikatan koalisi maka Partai NasDem bisa kehilangan momentum,” ucap Ahmad Atang, Rabu (21/9/2022).

Ahmad menilai bahwa dinamika menuju Pilpres 2024 terus bergerak dan komunikasi politik antar partai semakin intensi dilakukan. Oleh karena itu, NasDem harus mengunci PKS dan Demokrat dalam satu baris sebelum ditarik oleh koalisi yang lain.

Ahmad menganalisis pengelompokan partai yang akan berkoalisi untuk mengusung pasangan calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Menurutnya, PDIP berpotensi mengusung paslon sendiri tanpa koalisi karena telah memenuhi syarat 20 persen.

Sementara Partai Golkar, PAN dan PPP telah membentuk KIB, dan Gerindra akan berkoalisi dengan PKB, maka partai yang tersisa adalah NasDem, PKS dan Demokrat.

“Dengan demikian menurut saya, tidak ada pilihan lain bagi Partai NasDem harus berkoalisi dengan partai PKS dan Partai Demokrat,” ucap Pengajar Ilmu Politik itu.

Menurut Ahmad, dengan dibangunnya koalisi antara NasDem, PKS dan Demokrat maka merupakan perpaduan antara basis nasionalis Demokrat dan nasionalis religius.

Baca Juga: Tes Psikologi: Gambar Mana yang Anda Pilih? Menjawab Bagaimana Kecerdasanmu

Sementara mengenai figur capres, Ahmad menilai jika koalisi ini permanen, maka figur yang memiliki peluang besar untuk diusung adalah Anies Baswedan karena NasDem dan PKS tidak memiliki kader untuk diusung.

Sedangkan Demokrat mendorong Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) namun popularitas dan elektabilitas tidak cukup meyakinkan untuk dijadikan capres, sehingga politik kompromistis tentu diambil agar Anies dan AHY dapat disandingkan.

“Jika koalisi NasDem, PKS dan Demokrat dipertemukan oleh figur yang sama maka secara otomatis mereka telah melepaskan basis ideologis masing-masing,” tandasnya. 

Sumber: Suara.com 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI