Epidemiolog Desak Status KLB untuk Gagal Ginjal Akut

Deli | Suara.com

Jum'at, 21 Oktober 2022 | 10:01 WIB
Epidemiolog Desak Status KLB untuk Gagal Ginjal Akut
Ilustrasi anak sakit. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Seminggu setelah pertama kali dilaporkan, kasus gangguan ginjal akut pada anak di Indonesia melonjak menjadi lebih dari 200 kasus dengan angka kematian sebanyak 99 anak atau hampir 50% dari total kasus. 

Hingga kini, Kementerian Kesehatan belum dapat memastikan penyebab pasti gangguan ginjal akut yang mendera ratusan anak Indonesia, namun telah menyetop sementara penjualan dan penggunaan obat dalam bentuk cair atau sirup demi ‘menyelamatkan anak’.

Namun, pakar epidemiolog memandang situasi gangguan ginjal akut di Indonesia ‘sudah genting’ dan ‘sangat serius’, sehingga perlu ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) gagal ginjal akut.

“Saya melihat ini sudah genting, sangat serius. Ketika kasus seperti ini terjadi, jelas itu adalah puncak gunung es. Kita tahu bagaimana surveilans kita, artinya korbannya jauh lebih banyak,” ujar pakar epidemiolog dari Universitas Griffith di Australia, Dicky Budiman, Rabu (19/10/2022).

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, menegaskan perlu dilakukan upaya maksimal untuk menyelidiki kejadian ini. 

“Agar segera terjawab apa sebenarnya penyebabnya dan bagaimana penanggulangannya,” katanya.

Menjawab desakan ini, juru bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril mengatakan hasil penelitian yang dilakukan otoritas kesehatan bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) baru akan dirilis minggu depan.

“Minggu depan hasil penelitian akan kita publish, apakah memang senyawa campuran obat, bukan obatnya, yang menyebabkan, seperti halnya di Gambia atau ada penyebab lain yang menyebabkan gangguan ginjal akut,” jelas Syahril.

Syahril menerangkan, sebanyak 65% pasien gangguan ginjal akut yang dirawat di rumah sakit rujukan RSCM di Jakarta, meninggal dunia.

Adapun BPOM telah melarang seluruh produk obat sirup anak maupun dewasa yang mengandung Dietilen Glikol dan Etilen Glikol.

Dua bahan tersebut diduga menjadi pemicu puluhan kasus gangguan ginjal akut yang ditemukan di Gambia, Afrika Tengah.

Dalam perkembangan terbaru, jumlah kematian anak akibat obat batuk sirup buatan India di Gambia meningkat menjadi 70 anak. BPOM memastikan empat obat batuk sirup penyebab gagal ginjal di Gambia itu, tak terdaftar di Indonesia. 

Obat sirup disetop sementara

Mohammad Syahril mengungkapkan, dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap sisa sampel obat yang dikonsumsi pasien anak, ditemukan ‘jejak senyawa yang berpotensi mengakibatkan gangguan ginjal akut progressive atypical’.

Untuk meningkatkan kewaspadaan untuk pencegahan, pihaknya sudah meminta seluruh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan untuk sementara ini tidak meresepkan obat atau memberikan obat dalam bentuk cair atau sirup sampai hasil tuntas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komisi IX Minta Kemenkes, BPOM dan IDAI Duduk Bersama Bahas Kasus Gagal Ginjal Akut

Komisi IX Minta Kemenkes, BPOM dan IDAI Duduk Bersama Bahas Kasus Gagal Ginjal Akut

DPR | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 09:44 WIB

Anak Yusuf Maulana Meninggal karena Gagal Ginjal Akut: Jam Demi Jam Kesehatannya Menurun Drastis

Anak Yusuf Maulana Meninggal karena Gagal Ginjal Akut: Jam Demi Jam Kesehatannya Menurun Drastis

| Jum'at, 21 Oktober 2022 | 09:29 WIB

Rutin Terapi Pijat Titik Akupuntur Ini, Ginjal Bisa Sehat

Rutin Terapi Pijat Titik Akupuntur Ini, Ginjal Bisa Sehat

| Jum'at, 21 Oktober 2022 | 09:13 WIB

Obat Bentuk Cair untuk Anak Ditarik dari Peredaran, Ini Resep Ramuan Penurun Demam dan Pereda Batuk Pilek

Obat Bentuk Cair untuk Anak Ditarik dari Peredaran, Ini Resep Ramuan Penurun Demam dan Pereda Batuk Pilek

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 09:02 WIB

Waspadai Kasus Gagal Ginjal Akut di Kota Solo, Ini yang Bakal Dilakukan Gibran

Waspadai Kasus Gagal Ginjal Akut di Kota Solo, Ini yang Bakal Dilakukan Gibran

Surakarta | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 08:49 WIB

Perkembangan Terkini Penyelidikan RSCM Terkait Obat Yang Diduga Jadi Penyebab Gagal Ginjal Akut Pada Anak

Perkembangan Terkini Penyelidikan RSCM Terkait Obat Yang Diduga Jadi Penyebab Gagal Ginjal Akut Pada Anak

News | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 08:39 WIB

Satu Balita Meninggal di Tanjungpinang karena Gagal Ginjal Akut

Satu Balita Meninggal di Tanjungpinang karena Gagal Ginjal Akut

Batam | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 09:00 WIB

Terkini

5 Pilihan HP Realme Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Jangka Panjang

5 Pilihan HP Realme Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Jangka Panjang

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Pentagon Spill Biaya Perang Iran Tembus Rp 400 Triliun, Amerika Berkilah Operasi Tidak Gagal

Pentagon Spill Biaya Perang Iran Tembus Rp 400 Triliun, Amerika Berkilah Operasi Tidak Gagal

News | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Fajar Alfian Minta Maaf, Janji Tim Thomas Indonesia Bangkit Lebih Kuat

Fajar Alfian Minta Maaf, Janji Tim Thomas Indonesia Bangkit Lebih Kuat

Sport | Kamis, 30 April 2026 | 10:49 WIB

4 Body Serum SPF 50, Buat Beraktivitas Outdoor untuk Cegah Kulit Belang

4 Body Serum SPF 50, Buat Beraktivitas Outdoor untuk Cegah Kulit Belang

Your Say | Kamis, 30 April 2026 | 10:48 WIB

Sukses Digelar, POPDA Basket Kota Solo Tingkatkan Kualitas Kompetisi

Sukses Digelar, POPDA Basket Kota Solo Tingkatkan Kualitas Kompetisi

Surakarta | Kamis, 30 April 2026 | 10:48 WIB

Paul Munster Tegaskan Bhayangkara Siap All Out Hadapi Persib Bandung

Paul Munster Tegaskan Bhayangkara Siap All Out Hadapi Persib Bandung

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 10:44 WIB

Salmokji: Whispering Water Sukses Puncaki Box Office 21 Hari Berturut-turut

Salmokji: Whispering Water Sukses Puncaki Box Office 21 Hari Berturut-turut

Entertainment | Kamis, 30 April 2026 | 10:42 WIB

5 Parfum Lokal Dengan SPL Terbaik, Wanginya Nempel Seharian

5 Parfum Lokal Dengan SPL Terbaik, Wanginya Nempel Seharian

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 10:42 WIB

Fasilitas KA Argo Bromo Anggrek yang Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

Fasilitas KA Argo Bromo Anggrek yang Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 10:37 WIB