Suara Denpasar - Cuaca buruk yang terjadi di Bali selama sepekan ini meninggalkan duka bagi keluarga 5 orang yang dinyatakan meninggal akibat tertimbun gempa.
5 orang tersebut 2 korban dari longsor di Kabupaten Bangli, 3 korban karena longsor di Kabupaten Karangasem.
Kepala BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, menceritakan 3 orang korban di Karangasem tersebut merupakan dua orang lansia bersama cucu mereka.
Mereka adalah I Ketut Tunas (70) dan sang cucu bernama I Komang Aditya (14) dan Ni Nyoman Ririg (65). Ketiganya berasal dari Banjar Dinas Ngis Kaler, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.
Pada saat terjadi gempa I Ketut Tunas dan sang cucu I Komang Aditya tertimbun longsor. Keduanya dinyatakan meninggal setelah dilakukan evakuasi. Sementara Ni Nyoman Ririg sempat selamat dan dilarikan ke rumah sakit Karangasem, kemudian dirujuk ke RS Sanglah, dan meninggal.
Arimbawa mengatakan pihaknya sudah mengirimkan data ketiga korban di longsor Karangasem tersebut ke BPBD Provinsi untuk mendapatkan santunan.
"Kita sudah kirimkan file ketiga korban ke BPBD Provinsi Bali, untuk mendapatkan santunan," terang Arimbawa ketika dihubungi Suara Denpasar, Selasa (11/7/2023).
"Nanti BPBD Provinsi yang akan memproses agar proses santunan itu lebih cepat," urainya lagi.
Arimbawa menambahkan, saat ini sejumlah masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan longsor sudah diungsikan sementara ke rumah-rumah tetangga atau kerabat karena cuaca yang belum stabil.
"Jadi antisipasi kita, mitigasi kita, pemerintah Karangasem melalui BPBD, camat, dan kepala desa kita harapkan mereka itu bergeser ke tempat yang lebih aman," kata Arimbawa.
"Jadi mereka sementara kita geser ke rumah-rumah sanak saudaranya yang cukup dekat dari tempat kejadian atau ke tempat yang lebih aman," tutupnya. (*/Ana AP)