Pakai apa saja Ahmad Sahroni sampai sekali OOTD saja mencapai belasan miliar?
Dia memakai jam tangan senilai Rp4,8 miliar, kemudian yang bikin mahal adalah mobil yang dikendarainya senilai Rp12 miliar.
Sementara itu kemerja batik dan celananya tak diketahui harganya.
Sekali OOTD capai Rp16 miliar, namun akun @janwekim menyebut sepatu Ahmad Sahroni justru palsu.
Itu baru tiga OOTD-nya dan dia selalu tampil rapi dan modis.
Dia memiliki gaya berpakaian yang bervariasi, tergantung pada acara yang ia hadiri.
Gaya ini sering kali terlihat modis dan unik, bahkan di acara formal.
Sebagai seorang "Crazy Rich Tanjung Priok," ia dikenal gemar memamerkan koleksi mobil mewahnya, seperti Ferrari, Porsche, dan Tesla, di media sosial.
Ia juga sering membagikan momen saat mengendarai motor besar (moge) yang mewah.
Namun tak disangka kegemarannya flexing harta miliknya justru mempermudah publik yang tak bertanggung jawab mudah untuk menjarah rumahnya.
Sekarang beberapa video yang menunjukkan dirinya flexing mobil dan rumahnya kebanyakan dihapus. Salah satunya di channel YouTube Rans Entertainment.
Seberapa kaya Ahmad Sahroni?
Gaya modis bahkan tak hanya baju yang selalu gonta-ganti tetapi juga kendarannya, membuat banyak orang penasaran dengan harta kekayaannya.
Sesuai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 21 Februari 2025 untuk periode 2024, total kekayaan Ahmad Sahroni tercatat sebesar Rp328.914.784.272 atau Rp328.
Dia menyebutkan bisa kaya raya seperti sekarang karena bisnis yang dibangunnya sejak nol.
Dia adalah pembisnis BBM. Yakni membeli BBM di dalam negeri dan menjualnya ke kapal-kapal asing dengan harga lebih mahal.
Profil Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni adalah seorang pengusaha dan politikus asal Indonesia yang dikenal dengan julukan "Crazy Rich Tanjung Priok."
Dia lahir pada 8 Agustus 1977 di Kebon Bawang, Jakarta Utara.
Perjalanan hidupnya sering disorot karena memulai karier dari bawah hingga kini menjadi pengusaha sukses dan figur publik.
Sahroni tumbuh di keluarga sederhana di mana ibunya menjadi penjual nasi Padang di daerah Pelabuhan Tanjung Priok.
Sejak kecil, ia sudah terbiasa bekerja keras untuk membantu keluarga, mulai dari menjadi tukang semir sepatu, ojek payung, hingga sopir.
Setelah lulus SMA pada tahun 1995, Sahroni tidak bisa langsung melanjutkan ke bangku kuliah.
Ia bekerja sebagai buruh kasar, sopir tembak, hingga sopir di perusahaan pengisian bahan bakar minyak.
Berkat kerja kerasnya, ia berhasil naik jabatan menjadi staf operasional, kepala operasional, hingga direktur utama.
Pada tahun 2004, ia mendirikan perusahaan sendiri, PT Ekasamudera Lima, yang bergerak di bidang rental kapal dan suplai bahan bakar minyak.
Bisnis ini kemudian berkembang pesat dan menjadikan ia seorang pengusaha kaya raya.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah