Suara.com - Nama Herri Pras disebutkan Syekh Ahmad Al-Misry dalam klarifikasi terbarunya.
Bukan soal gosip dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang dituduhkan kepadanya belakangan ini, Syekh Ahmad lebih memilih menanggapi dugaan dirinya guru Herri Pras.
Narasi itu menjadi besar lantaran konten-konten Herri Pras yang dinilai menyudutkan marwah ulama, khususnya KH Najih Maimun Zubair.
Mengenal Sosok Herri Pras

Herri Pras adalah seorang kreator konten dan praktisi bela diri asal Jember, Jawa Timur.
Ia dikenal luas sebagai pendiri perguruan Pencak Silat Garuda Indonesia (PSGI).
Namanya melambung di dunia digital melalui kanal YouTube @herripras yang kini telah menarik lebih dari 1,49 juta pelanggan.
Meski awalnya membuat konten seputar teknik persilatan, orientasi kontennya berkembang pesat menjadi komentator isu-isu keagamaan, ormas, dan tokoh publik.
Dalam aktivitas dakwah digitalnya, Herri secara terbuka mengidentifikasi diri sebagai warga Salafi.
Ia sering mengunggah video mengkritik praktik keagamaan yang dianggapnya tidak sejalan dengan pemahamannya, termasuk terhadap kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Baca Juga: Terseret Isu Pelecehan, Pernyataan Terbaru Syekh Ahmad Al Misry Disorot: Hati-Hati Lisanmu
Gaya bicaranya yang kritis sering memicu ketegangan dengan kelompok lain, tercermin dalam beberapa kasus hukum dan aksi protes terhadapnya.
Rekam jejak kontroversinya mencakup pelaporan ke Polda Banten pada Juli 2023 oleh wali santri Al-Zaytun terkait tuduhan praktik penebusan dosa zina.
Selain itu, pada Agustus 2024, ia sempat digeruduk oleh alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (IKSASS) akibat unggahan yang dinilai melecehkan Kiai Ahmad Azaim Ibrahimy.
Insiden tersebut berakhir dengan permohonan maaf tertulis dan komitmen Herri untuk melakukan tabayun secara langsung.
Sedangkan di tahun 2026, nama Herri Pras disebut Syekh Ahmad Al-Misry dalam klarifikasinya.
Syekh Ahmad menegaskan bukan guru Herri seperti klaim yang banyak dipercaya selama ini.