- Bocah perempuan di Thailand bernama Metallica resmi memiliki paspor tanpa hambatan administratif dari pemerintah setempat.
- Kisah ini memicu diskusi kocak di media sosial mengenai kemungkinan anak-anak di masa depan dinamai seperti Slayer, Iron Maiden, hingga Saosin.
- Meski viral dan unik, netizen mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi anak agar tidak tersebar luas secara utuh di internet.
Suara.com - Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh kisah seorang anak perempuan asal Thailand yang memiliki nama unik, yakni Metallica.
Nama yang identik dengan grup band raksasa thrash metal mendadak viral setelah sebuah laman Facebook, Headbangkok, membagikan perkembangan terbaru mengenai identitas sang bocah pada Senin, 9 Maret 2026.
Awalnya, pemberian nama tersebut sempat memicu perdebatan hangat di kalangan netizen.
Banyak yang menyangsikan apakah nama "Metallica" bisa didaftarkan secara resmi dalam dokumen kenegaraan, terutama saat pengurusan paspor dalam ejaan Inggris. Namun, keraguan tersebut akhirnya terjawab.
Melansir Thethaiger, Selasa, 31 Maret 2026, pihak keluarga, melalui sang ayah, mengonfirmasi bahwa putri mereka telah berhasil mendapatkan paspor tanpa kendala apa pun.
Otoritas setempat resmi mengakui "Metallica" sebagai nama sah sang anak, sekaligus mematahkan spekulasi mengenai hambatan administratif akibat penggunaan nama merek atau grup musik terkenal.
Unggahan tersebut sontak memancing beragam reaksi kreatif dari warganet. Ada yang bercanda ingin menamai anak mereka dengan pelesetan nama band lain seperti "Prapharot" (Papa Roach) atau "Mekhadet" (Megadeth).
Namun, di sisi lain, muncul pula kritik mengenai perbedaan ejaan antara pelafalan Thailand dan Inggris pada dokumen tersebut.
Selain komentar jenaka, sejumlah pihak juga menyuarakan kekhawatiran terkait privasi.
Beberapa netizen mengingatkan agar data pribadi anak, seperti foto wajah, tanggal lahir, dan nama belakang, tetap disensor demi keamanan sang anak di masa depan, meskipun orangtua telah memberikan izin untuk mempublikasikannya.