- Maudy Ayunda merilis dua lagu, "Apa yang Kau Cari" dan "Di Tepi Lamunan", untuk soundtrack film Para Perasuk.
- Lagu pertama rampung dalam waktu kurang dari 30 menit, sementara lagu kedua tercipta secara spontan melalui draf voice note.
- Selain mengisi musik, Maudy Ayunda juga menjadi pemeran utama dalam film garapan sutradara Wregas Bhanuteja tersebut.
Suara.com - Aktris dan penyanyi Maudy Ayunda kembali menunjukkan kepiawaiannya di dunia musik dengan mengisi original soundtrack untuk film terbarunya yang disutradarai Wregas Bhanuteja, Para Perasuk.
Tidak hanya satu, Maudy menyumbangkan suaranya untuk dua lagu sekaligus, yaitu Apa yang Kau Cari dan Di Tepi Lamunan.
Bekerja sama dengan produser musik Lafa Pratomo, proses kreatif di balik kedua lagu ini ternyata memiliki cerita yang unik. Lagu Apa yang Kau Cari, misalnya, tercipta dalam waktu yang sangat singkat.
"Yang menarik, waktu kita bikin Apa yang Kau Cari, kita dapat lagu itu kurang dari setengah jam. Ingat enggak, Maud? Waktu itu kita di studio, terus sekitar setengah jam sudah jadi (lagunya)," kata Lafa dalam jumpa pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Senin, 30 Maret 2026.
Lafa menjelaskan bahwa kecepatan tersebut didukung oleh pemahaman mendalam terhadap filmnya.
"Karena kita nonton dulu filmnya, jadi sudah tahu apa yang mau dituju. Di 'Apa yang Kau Cari' itu lagu tentang harapan yang ingin digapai, sempat hilang, lalu kembali lagi," tambahnya.
Berbeda cerita dengan lagu kedua, Di Tepi Lamunan. Lagu ini lahir dari sebuah keisengan yang spontan di studio. Prosesnya berawal dari draf lagu yang dikirimkan Maudy melalui voice note.
"Lalu karena waktu kita masih banyak, Maudy ngasih satu draf lagu, dia bikin sketsa di voice note. Terus dia kasih dengar, 'Oh ini menarik juga, kita iseng bikin aja yuk'. Itu jadi lagu 'Di Tepi Lamunan'," jelas Lafa.
Proses rekamannya pun berlangsung sangat natural.
"Kemudian kami langsung bikin. Aku pasang satu mikrofon, main gitar, Maudy di sebelah, kita nyanyi bareng satu kali take, lalu langsung merasa, 'ini bagus banget'," lanjutnya.
Bagi Maudy Ayunda, kolaborasi dengan Lafa Pratomo bukanlah yang pertama. Dia mengaku sengaja memilih Lafa karena yakin produser tersebut mampu menerjemahkan nuansa yang ingin dibangun dalam film "Para Perasuk".
"Aku langsung kepikiran siapa produser yang bisa mengerti rasa dan warna dari Para Perasuk. Aku langsung kepikiran Mang Lafa, karena pernah kerja bareng dan rasanya akan seru berproses sama dia," beber Maudy.
Adapun selain pengisi soundtrack, Maudy Ayunda juga bermain sebagai pemeran utama film ini. "Para Perasuk" sendiri merupakan karya ketiga sutradara Wregas Bhanuteja.
Film ini menyajikan cerita fiksi tentang sebuah desa unik di mana fenomena kerasukan justru dirayakan layaknya sebuah pesta.
Film ini turut dibintangi oleh Angga Yunanda, Anggun C. Sasmi, Chicco Kurniawan, dan Bryan Domani, serta dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 April 2026.