- Ribuan warga Kalimantan Timur menggelar aksi "Kaltim Darurat" di Samarinda untuk memprotes kebijakan pemerintah provinsi yang dinilai tidak adil.
- Influencer Hanna Pertiwi turut mengkritik pengadaan barang mewah pejabat melalui media sosial saat berlangsungnya aksi unjuk rasa tersebut.
- Demonstran menuntut evaluasi kebijakan, penghentian praktik KKN, serta berhasil mendesak legislatif untuk segera mengaudit kinerja Gubernur Kalimantan Timur.
Sebuah perjanjian untuk mengaudit kinerja Gubernur akhirnya disepakati oleh pihak legislatif.
Namun, ada kekecewaan yang tersisa karena ketidakhadiran Ketua DPRD dalam momen krusial tersebut.
Hanna Pertiwi membagikan ulang curhatan rekannya mengenai alasan ketidakhadiran sang ketua.
"Ditandatangi guys, perjanjian untuk DPRD mengaudit kinerja Gubernur. Oleh Wakil Ketua DPRD. Ketuanya di Magelang, seribu alasan nggak berani atau nggak mau datang," bunyi unggahan tersebut.
Aksi ini merupakan langkah awal dari rangkaian protes yang direncanakan oleh masyarakat.
Mereka berjanji akan terus mengawal jalannya pemerintahan demi kesejahteraan rakyat Kalimantan Timur.