Suara.com - Setelah membantah tuduhan melakukan pelecehan seksual sejenis terhadap beberapa santri, Syekh Ahmad Al Misry ditantang untuk melakukan mubahalah, sebuah sumpah berat yang mengatasnamakan Allah.
Orang yang memberi usulan ini adalah Aisha Maharani, founder Halal Corner. Menurut ia, mubahalah tepat dilakukan dalam kondisi seperti ini.
"Di era fitnah akhir zaman, saya terpikir bahwa Mubahalah adalah jalan yang paling jitu yang bisa dilakukan pihak terduga serta korban," tulis Aisha Maharani dalam unggahannya, Kamis, 23 April 2026.
Aisha Maharani rupanya pernah menjadi 'jembatan' praktik Mubahalah dan meyakininya sangat manjur.
"Orang yang berdusta tidak lama kemudian mendapatkan azabnya. Apakah kedua belah pihak berani?" tanyanya.
Di caption unggahannya, Aisha Maharani memberikan penjelasan tentang Mubahalah.
"Mubahalah adalah sumpah berat dalam Islam di mana kedua belah pihak yang berselisih saling berdoa memohon laknat Allah atas pihak yang berdusta," terang Aisha.
Mubahalah juga tertera dalam Al-Qur'an surat Al Imran ayat 61.
"Tetapi ini jalan yang sangat-sangat darurat atau akhir karena sangat menyeramkan. Karena ini terkait dengan laknat Allah," tegasnya.
![Syekh Ahmad Al Misry. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/16/98183-syekh-ahmad-al-misry.jpg)
Dalam kesempatan tersebut, Aisha Maharani sekaligus menceritakan pengalamannya menjadi penengah sepasang suami istri.
Tiga bulan setelah suami istri tersebut mubahalah, salah satu dari mereka meninggal sesuai sumpahnya.
"Hati-hati jika berdusta apalagi menebar fitnah. Jangan berbuat yang haram. Tidak ada satu pun yang luput dari pandangan dan balasan Allah," tutup Aisha Maharani.
Pro dan kontra mewarnai unggahan Aisha Maharani tentang mubahalah.
Menanggapi pro kontra tersebut, Aisha meminta Syekh Ahmad Al Misry segera pulang ke Indonesia.