- Nabila Aisya Bella, bocah yatim berusia 7 tahun, terpaksa tinggal sendiri di rumah bambu yang lapuk setelah ayahnya meninggal dan ibunya pergi tanpa kabar.
- Demi bertahan hidup dan makan, setiap hari Bella berjalan kaki sejauh 5 km untuk berjualan daun pisang dengan upah sekitar Rp5 ribu.
- Kisah ketegaran Bella yang viral memicu simpati mendalam dari warganet, hingga banyak yang berniat memberikan donasi, mengadopsi, serta mendesak pemerintah setempat untuk turun tangan.
Suara.com - Kisah memilukan datang dari seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun bernama Nabila Aisya Bella.
Di saat anak-anak seusianya menghabiskan waktu untuk bermain selepas sekolah, Bella justru harus berjalan kaki sejauh lima kilometer setiap harinya untuk berjualan daun pisang demi bertahan hidup sendirian.
Kisah hidup Bella yang memprihatinkan ini viral setelah diunggah oleh akun Instagram @lambegosiip pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Bella diketahui telah menjadi yatim sejak tujuh bulan lalu setelah ayahnya meninggal dunia, sementara ibunya pergi meninggalkannya tanpa kabar hingga kini.
Setiap hari, bocah yang kini duduk di bangku kelas 2 SD tersebut tinggal seorang diri di rumah bambu peninggalan orang tuanya yang mulai lapuk dan berlubang.
Untuk memenuhi kebutuhan makan, Bella mengandalkan hasil penjualan daun pisang yang dia cari sendiri.
"Setiap hari, Bella hanya membawa satu sampai lima ikat daun pisang. Dari itu, ia mendapat upah sekitar Rp5 ribu. Bahkan jika dagangannya tak laku, ia tetap pulang dengan tubuh lelah, dan seringkali hanya makan sekali sehari, itu pun dengan garam. Sekolah tetap ia jalani," demikian kutipan dari keterangan unggahan tersebut.
Bella menjalani kesehariannya tanpa fasilitas yang memadai. Dia pergi ke sekolah tanpa tas, tanpa sepatu, dan hanya mengenakan sandal serta menggunakan satu buku tulis pemberian orang lain yang sudah usang.
Meski berada dalam keterbatasan, Bella tetap menunjukkan semangat belajar yang tinggi agar tidak tertinggal dari teman-teman sebayanya.
Hanya saja, di dalam video tak ada narasi mengenai lokasi Bella.
Unggahan mengenai ketegaran Bella langsung mengundang simpati mendalam dari ribuan warganet.

Banyak pihak yang tersentuh dan menyatakan keinginannya untuk memberikan bantuan, baik berupa donasi maupun keinginan untuk mengadopsi bocah tersebut agar mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang lebih layak.
"Kak aku mau mengadopsinya," tulis netizen akun @rit*** di kolom komentar.
Warganet lain juga mendesak agar aparat pemerintah daerah segera turun tangan membantu Bella.
"Tolong RT RW RK bergerak, para tetangga bergerak. Enggak harus jadi pejabat, penguasa, untuk menolong sesama," ujar akun @nay***.