Anak Buah Prabowo Curigai HAARP di Balik Erupsi 6 Gunung, Pendiri Kaskus Kasih Respon Menohok

Galih Prasetyo

Senin, 07 September 2026 | 19:49 WIB
Anak Buah Prabowo Curigai HAARP di Balik Erupsi 6 Gunung, Pendiri Kaskus Kasih Respon Menohok
Pendiri Kaskus, Andrew Darwis [suara.com/Bowo Raharjo]
baca 10 detik
  • Tenaga Ahli KSP Ulta Levenia mengaitkan erupsi enam gunung di Indonesia dengan proyek HAARP.
  • Pernyataan kontroversial Ulta di media sosial tersebut menuai banyak kritik pedas dari netizen.
  • Pendiri Kaskus Andrew Darwis menegaskan bahwa gelombang HAARP tidak mampu menembus kerak bumi untuk memicu gempa.

Suara.com - Fenomena erupsi enam gunung api di Indonesia dalam periode yang berdekatan jadi perhatian seluruh masyarakat saat ini.

Namun di tengah situasi seperti saat ini, pernyatana kontroversial justru dikeluarkan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia.

Ulfa mengaitkan fenomena tersebut dengan proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).

Melalui pernyataannya, Ulta mempertanyakan apakah rangkaian erupsi tersebut sepenuhnya disebabkan fenomena alam atau terdapat faktor lain di balik kejadian itu.

Ulta mengakui pandangannya mengenai HAARP berpotensi dikategorikan sebagai teori konspirasi. Namun, ia menyebut dirinya sebagai pribadi yang skeptis dan tidak ingin langsung menerima begitu saja penjelasan yang dianggap umum.

"Walau gak ada bukti ilmiah yang kredibel, tapi otak skeptis pasti berpikir atau setidaknya entertain pemikiran," tulis Ulta dalam pernyataannya seperti dikutip dari akun Instagram miliknya.

Ulta kemudian menyoroti enam gunung api di Indonesia yang mengalami erupsi dalam waktu berdekatan.

Ia mempertanyakan apakah rangkaian aktivitas vulkanik tersebut murni merupakan fenomena alam.

Pernyataan itu kemudian dikaitkan Ulta dengan pertemuan Presiden RI dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok.

baca juga

Ia menyoroti waktu pertemuan tersebut yang disebutnya terjadi sehari sebelum sejumlah gunung api mengalami erupsi.

"Kenapa sehari setelah Presiden RI bersalaman mesra dengan Putin di Vladivostok, enam gunung vulkanik Indonesia erupsi secara bersamaan?" tulis Ulta.

Pernyataan Ulfa ini sontak saja membuat netizen banyak memberikan kritik pedas.

Andrew Darwis Singgung Teori HAARP

Pendiri forum Kaskus, Andrew Darwis, turut menyinggung isu HAARP melalui akun X miliknya.

Ia mengajak masyarakat membedakan antara klaim teori konspirasi dan fakta ilmiah terkait fenomena gempa serta aktivitas geologi di Indonesia.

Darwis juga menyinggung potongan video yang menampilkan Dharma Pongrekun, sosok yang kerap dikaitkan dengan pembahasan teori konspirasi global.

Dalam unggahannya, Darwis menjelaskan bahwa anggapan gempa besar dapat dipicu oleh gelombang elektronik atau HAARP tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

"HAARP itu neliti lapisan atmosfer atas (ionosfer), gelombangnya gak bisa nembus ke dalam kerak bumi buat ngegerakin patahan geologi," tulis Darwis.

Ia juga menjelaskan alasan Indonesia menjadi salah satu wilayah yang rawan mengalami gempa.

Menurut Darwis, aktivitas gempa di Indonesia berkaitan dengan kondisi geografis wilayah yang berada di pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar.

Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik terus bergerak sehingga aktivitas tektonik menjadi bagian dari proses alam yang berlangsung di kawasan tersebut.

Apa Itu HAARP?

HAARP merupakan fasilitas penelitian yang digunakan untuk mempelajari ionosfer, yakni lapisan atmosfer bagian atas yang memiliki peran penting dalam berbagai fenomena gelombang radio.

Program HAARP pada fase awalnya memang melibatkan pendanaan dan sejumlah lembaga pemerintah Amerika Serikat, termasuk militer.

Fakta tersebut kemudian menjadi salah satu alasan HAARP kerap dikaitkan dengan berbagai teori konspirasi di internet.

HAARP selama bertahun-tahun dituding memiliki kemampuan untuk memengaruhi cuaca, memicu badai, hingga menyebabkan gempa bumi dan aktivitas vulkanik.

Namun, tudingan tersebut berbeda dengan fungsi ilmiah HAARP yang berfokus pada penelitian ionosfer.

Tidak terdapat bukti ilmiah kredibel yang menunjukkan HAARP dapat mengendalikan aktivitas gunung api atau menggerakkan patahan geologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hutan Baru Terbakar Langsung Jadi Lahan Sawit, Prabowo: Ini Benar-Benar Sengaja?

Hutan Baru Terbakar Langsung Jadi Lahan Sawit, Prabowo: Ini Benar-Benar Sengaja?

News | Senin, 07 September 2026 | 16:44 WIB

AHY Sebut Kekuasaan Bukan Milik Selamanya, PAN Jawab dengan Penegasan Loyalitas ke Prabowo

AHY Sebut Kekuasaan Bukan Milik Selamanya, PAN Jawab dengan Penegasan Loyalitas ke Prabowo

News | Senin, 07 September 2026 | 16:42 WIB

4 Bandara Bersih dari Abu Vulkanik, Soekarno-Hatta hingga Husein Sastranegara Bisa Segera Dibuka

4 Bandara Bersih dari Abu Vulkanik, Soekarno-Hatta hingga Husein Sastranegara Bisa Segera Dibuka

News | Senin, 07 September 2026 | 16:20 WIB

Bukan Buat Perang! Kapal Induk Hibah Italia Mau Dipakai Prabowo untuk Tangani Karhutla

Bukan Buat Perang! Kapal Induk Hibah Italia Mau Dipakai Prabowo untuk Tangani Karhutla

News | Senin, 07 September 2026 | 15:23 WIB

Akui Jadi Pelajaran! Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Jangan Tunggu Kejadian

Akui Jadi Pelajaran! Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Jangan Tunggu Kejadian

News | Senin, 07 September 2026 | 14:57 WIB

Terkini

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 11:13 WIB

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:12 WIB

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:11 WIB

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:10 WIB

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:00 WIB

×