Terjangkit Kanker Kulit, Risiko Kematian Lebih Besar pada Lelaki "Jomblo"

Liberty Jemadu

Kamis, 03 April 2014 | 20:45 WIB
Terjangkit Kanker Kulit, Risiko Kematian Lebih Besar pada Lelaki "Jomblo"
Ilustrasi kanker kulit (Shutterstock).

Suara.com - Jenis kelamin dan status hubungan rupanya punya hubungan erat dengan risiko kematian akibat kanker kulit yang paling mematikan, demikian hasil penelitian sejumlah ilmuwan di Swedia.

Studi yang dipimpin oleh peneliti dari Krolinska Institutet dan Linkoping University itu menyebutkan bahwa lelaki dari segala usia, yang tinggal sendiri, punya risiko lebih besar terjangkit malignant melanoma, jenis kanker yang pertumbuhannya paling cepat dan paling agresif.

Dalam penelitian itu para ilmuwan menggunakan data yang diambil dari pusat pusat informasi kanker kulit Swedia (Swedish Melanoma Register). Data itu berisi kasus-kasus kanker kulit di Swedia dari 1990 hingga 2007.

Para ilmuwan menganalisis risiko kematian pada 27.000 penderita kanker kulit sambil melihat status hubungan mereka: apakah mereka tinggal sendiri atau hidup bersama pasangan saat didiagnosis menderita penyakit tersebut.

Selain itu para peneliti juga melihat faktor lain seperti karakteristik tumor yang diderita, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, dan tempat tumor itu tumbuh.

Adapun kanker kulit bisa disembuhkan hanya jika tumornya diangkat, sebelum sel-sel kankernya menjalar ke bagian tubuh lain.

Sebanyak 90 persen pasien berhasil bertahan karena mereka menyadari mengidap penyakit itu di tahap-tahap awal. Peluang hidup lebih kecil jika kanker sudah mencapai stadium lebih parah.

Hasil studi itu sendiri menunjukkan bahwa lelaki pengidap kanker kulit yang hidup sendiri, risiko kematiannya lebih besar karena mereka biasanya didiagnosis saat penyakit itu sudah pada stadium-stadium akhir.

"Studi kami menunjukkan bahwa ini terjadi pada semua lelaki, di semua usia, terlepas dari latar belakang pendidikan dan tempat tinggal mereka," kata Hanna Eriksson, pemimpin penelitian itu.

Alasan mengapa lelaki lajang sering didiagnosis kanker kulit saat penyakit itu sudah memasuki stadium akhir, mungkin disebabkan karena kurangnya akses dan perbedaan cara memeroleh informasi tentang penyakit tersebut. (Science World Report)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kembang Kol Bisa Cegah 4 Jenis Kanker

Kembang Kol Bisa Cegah 4 Jenis Kanker

Health | Sabtu, 22 Maret 2014 | 16:09 WIB

Studi: Latihan Fisik Setiap Hari Cegah Kanker Payudara

Studi: Latihan Fisik Setiap Hari Cegah Kanker Payudara

Health | Sabtu, 22 Maret 2014 | 13:53 WIB

7 Manfaat Menakjubkan Kubis bagi Kesehatan

7 Manfaat Menakjubkan Kubis bagi Kesehatan

Health | Jum'at, 21 Maret 2014 | 09:15 WIB

Studi: Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Ovarium pada Perempuan

Studi: Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Ovarium pada Perempuan

Health | Selasa, 18 Maret 2014 | 15:00 WIB

Kanker Lebih Mematikan Dibanding Serangan Jantung?

Kanker Lebih Mematikan Dibanding Serangan Jantung?

Health | Kamis, 13 Maret 2014 | 10:03 WIB

Terkini

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB