Puasa Bisa Turunkan Gula Darah

Esti Utami | Suara.com

Sabtu, 28 Juni 2014 | 13:47 WIB
Puasa Bisa Turunkan Gula Darah
Ilustrasi (Shutterstock).

Suara.com - Secara fisik puasa pada dasarnya berpantang atau mengurangi makanan. Di banyak agama, puasa adalah ritual ibadah sekaligus salah satu latihan disiplin untuk meningkatkan ketakwaan.

Tak hanya itu ahli kesehatan juga menemukan banyak manfaat puasa bagi tubuh. Bahkan di banyak kasus puasa direkomendasikan dalam proses pegobatan. Ini karena puasa bagus bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, membersihkan dan menghilangkan racun dari tubuh.

Puasa juga disebut bagus untuk mereka yang sakit mag, kolesterol tinggi, diabetes dan beberapa penyakit lain. Tetapi untuk amannya, mereka yang menderita penyakit tertentu untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa.
Berikut sejumlah manfaat puasa bagi tubuh.

1. Detoksifikasi
Akumulasi asupan makanan olahan akan mengakibatkan penumpukan zat-zat beracun dalam tubuh. Penumpukan itu  zat-zat yang bisa bersifat racun itu biasanya tersimpan dalam lemak tubuh, Selama puasa, karena asupan kalori berkurang, timbunan lemak ini dipecah dan dilepaskan sehingga terjadilah proses detoksifikasi. Pada proses ini ginjal dan hati terlibat secara aktif.

2. Mengurangi kalori
Selama puasa, asupan kalori secara otomatis akan berkurang. Bagi mereka yang kelebihan berat badan, ini tentu sangat bermanfaat. Selain itu, puasa membuat tubuh memanfaatkan kalori yang diasup untuk menghasilkan energi bagi tubuh, sehingga tidak terjadi penimbunan lemak.

3. Menurunkan berat Badan
Puasa sangat efektif untuk menurunkan berat badan. 'Pembatasan' asupan makanan akan membuat semua makanan yang diasup diproses menjadi energi atau cadangan energi. Buntutnya tidak akan terjadi penambahan berat badan. Secara ilmiah, proses ini bisa dijelaskan sebagai berikut. Selama puasa, sekresi hormon pertumbuhan meningkat, sehingga mengakibatkan penurunan berat badan yang signifikan.

4. Meningkatan fokus dan konsentrasi
Puasa memicu produksi katekolamin yang terdiri dari adrenalin dan noradrenalin dalam tubuh. Katekolamin memicu hormon lipase yang mendorong pelepasan lemak yang ditemukan dalam jaringan adiposa. Hal ini menyebabkan rasa intuitif yang memastikan bahwa mereka yang berpuasa menjadi tertarik dengan apapun yang dilakukan.

5. Mempercepat penyembuhan penyakit inflamasi
Inflamasi dan alergi adalah fenomena yang umum ditemui.  Sebagian besar masalah kulit dan penyakit lain seperti rheumatoid arthritis berkaitan dengan inflamasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa puasa dapat menyembuhkan berbagai penyakit ini lebih cepat daripada menggunakan metode konvensional. Infeksi usus seperti ulcerative colitis juga dapat diatasi dengan berpuasa.

6. Menurunkan kadar gula darah.
Ketika kadar gula darah melampaui batas tertentu, itu dianggap lampu kuning karena dapat dapat menyebabkan hipertensi. Selama berpuasa, tubuh seseorang secara alami akan mendorong proses pemecahan glukosa darah untuk memberikan energi yang dibutuhkan tubuh. Penurunan kadar glukosa akan mengurangi produksi insulin. Terprosesnya glukosa dan glukagon adalah manfaat besar bagi kesehatan.  (easygoodhealth.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspadai Penyakit Lambung Saat Ramadan

Waspadai Penyakit Lambung Saat Ramadan

Health | Kamis, 26 Juni 2014 | 19:33 WIB

Makanan yang Bikin Perut Kembung

Makanan yang Bikin Perut Kembung

Health | Rabu, 25 Juni 2014 | 14:31 WIB

Obesitas, Melewati Usia Lima Tahun Makin Sulit Diatasi

Obesitas, Melewati Usia Lima Tahun Makin Sulit Diatasi

Health | Selasa, 24 Juni 2014 | 08:11 WIB

Manfaat Tidak Tidur Setelah Sahur

Manfaat Tidak Tidur Setelah Sahur

Health | Senin, 23 Juni 2014 | 20:04 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB