Suara.com - Indonesia hingga kini masih menjadi penyumbang terbesar angka anak bertubuh pendek di dunia yaitu berada di urutan nomor lima sebesar 37,2 persen.
Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2013, daerah yang tertinggi yaitu Nusa Tenggara Timur karena tingginya juga angka perkawinan muda di sana.
Direktur Bina Gizi pada Direktorat Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes, Ir Doddy Izwardy mengatakan, ibu yang hamil saat usianya masih sangat muda berisiko tinggi memiliki anak dengan berat bayi lahir rendah (BBLR).
Nah, bayi dengan berat lahir rendah yaitu dibawah 2000 gram, lanjut dia, umumnya juga memiliki ukuran tubuh yang pendek.
"Saat menikah dan hamil pada usia 15 hingga 18 tahun, si ibu sebenarnya juga masih dalam masa pertumbuhan. Itu artinya ibu harus berbagi zat-zat gizi yang penting juga untuk janin. Akhirnya ketika lahir berat bayi rendah dan pendek," jelas Doddy dalam acara temu media pentingnya peran keluarga dalam optimalisasi tumbuh kembang anak di kantor Kemenkes, Jakarta, Jumat (8/8/2014).
Inilah yang menjadi alasan mengapa perencanaan usia pernikahan dan kehamilan sangat penting agar bayi bisa tumbuh secara optimal.
Selain itu, bila seorang ibu hamil di usia yang cukup yaitu, minimal 20 tahun, ia telah memiliki kesiapan mental, fisik dan kesiapan fungsi organ reproduksinya.