Sanitasi Buruk Hambat Anak Capai Cita-cita

Ririn Indriani

Kamis, 13 November 2014 | 08:43 WIB
Sanitasi Buruk Hambat Anak Capai Cita-cita
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (WHO), lebih dari 40 juta orang di Indonesia memiliki akses yang minim untuk sumber air bersih dan lebih dari 110 juta penduduk tidak memiliki akses sanitasi yang baik.

Dengan hanya dua persen akses untuk sistem pembuangan air dan kotoran di area perkotaan, Indonesia termasuk salah satu yang terendah di dunia dan di antara negara berpenghasilan menengah.

Maria Dewantini Dwianto, Head of corporate Communication PT Unilever Indonesia Tbk mengatakan, kondisi yang kurang memadai ini kerap memupuskam mimpi anak akan masa depan yang lebih cerah.

Bahkan, data UNICEF menyebutkan, bahwa ribuan anak menderita atau meninggal karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Penyebab utamanya, lanjut dia, adalah kesulitan mendapatkan akses untuk sanitasi yang layak dan air minum yang higienis dan bersih.

Sanitasi yang kurang memadai, lanjut Mia, juga dapat mempengaruhi edukasi, angka kelahiran dan angka kematian serta membatasi mimpi-mimpi anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

"Memahami fakta mencengangkan tersebut, Unilever peduli dan tergerak untuk menyoroti masalah sanitasi dengan meluncurkan Project Sunlight dengan berfokus pada masa depan sehat, karena Unilever percaya bahwa kesehatan adalah hak bagi setiap anak Indonesia dan merupakan modal awal untuk bisa melakukan berbagai hal dalam menggapai mimpinya," ujarnya menjelaskan.

Project Sunlight, lanjut Mia -- sapaan akrab Maria, mengedepankan gagasan anak atau para pemimpin masa depan yang memiliki mimpi untuk menghadapi tantangan masa mendatang dengan menciptakan perubahan positif pada isu-isu lokal, seperti menyediakan akses pada kebutuhan primer secara berkesinambungan.

Untuk mewakili anak Indonesia yang memiliki gagasan untuk meraih mimpi atas kehidupan yang lebih baik di masa mendatang, Project Sunlight memperkenalkan Dira Noveriani.

Dira yang mengalami dampak kondisi sanitasi kurang memadai menceritakan, sikap kepedulian atau apatis menjadi tantangan terbesar oleh masyarakat saat ini, oleh karena itu Dira mengajak masyarakat untuk menghilangkan sikap apatis dan mulai membuat perubahan dengan tindakan nyata.

"Jangan hanya complain aja atas keadaan yang terjadi, kiya harus ikut berkontribusi memperbaiki sanitasi di Indonesia agar lebih banyak anak Indonesia yang bisa menikmati fasiliyas sanitasi yang memadai," ujarnya.

Melihat kepedulian Dira yang begitu besar, Unilever melalui Project Sunlight akan mewujudkan mimpi Dira untuk membantu memperbaiki sanitasi di sekolah-sekolah yang ada di lima kota besar di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bank Dunia: Perbaikan Sanitasi Membantu Pengentasan Kemiskinan

Bank Dunia: Perbaikan Sanitasi Membantu Pengentasan Kemiskinan

Bisnis | Sabtu, 12 April 2014 | 13:09 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×