Ini Alasannya Kanker Jarang Menyerang Jantung

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Rabu, 19 November 2014 | 16:00 WIB
Ini Alasannya Kanker Jarang Menyerang Jantung
Ilustrasi jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Sering kita mendengar penyakit kanker otak, kanker paru-paru, kanker payudara, kanker tulang, kanker kelenjar getah bening, hingga kanker serviks.

Tapi pernahkah Anda mendengar kanker yang menyerang jantung? Tak banyak jenis kanker yang pernah ditemukan di jantung.

"Ada tumor di jantung, tetapi sangat langka, sehingga Anda jarang mendengarnya," ujar Dr Jacqueline Barrientos, asisten profesor, Hofstra North Shore-LIJ School of Medicine.

Jenis kanker paling umum ditemukan tumbuh di jantung adalah rhabdomyosarcomas. Sarcoma adalah jenis kanker yang tumbuh di jaringan lunak dan biasanya terjadi pada jaringan otot jantung.
Meski biasanya tidak ganas dan menyebar ke jaringan lain, kanker ini cukup mematikan karena bisa merusak katup jantung dan pembuluh darah.

Kasus kanker jantung sendiri diperkirakan kurang dari  satu persen. Dari 12000 otopsi yang diidentifikasi, ditemukan hanya tujuh kasus kanker jantung ini.

Menurut peneliti, kanker pada jantung hanyalah akibat perluasan dari sel-sel kanker yang ada di organ tertentu. Seperti diketahui tubuh kita memiliki miliaran sel sehat yang bekerja sama untuk menggerakkan manusia melakukan aktivitasnya.

Kanker, kemudian, hanyalah sebuah penyimpangan dari sel-sel ini. Hal ini disebabkan kerusakan DNA pada masing-masing inti sel. Sel-sel sehat ini berubah menjadi sel kanker yang kemudian menyerang jaringan lain.

Dr Mitchell Gaynor, asisten profesor di Weill Cornell Medical College, mengatakan bahwa tumor yang paling umum menyebar ke jantung adalah yang berasal dari paru-paru, kerongkongan, dan kanker darah putih.

Tumor pada jantung bukanlah tumor primer karena kata Gaynor, hal ini terkait genetika. Kita umumnya menerima setengah gen kita dari ibu dan setengah lagi dari nenek moyang kita.

"Kami memahami sekarang bagaimana ekspresi gen dapat dimodifikasi sepanjang hidup Anda dan dapat memicu tumbuhnya kanker, "katanya.

Bahkan, lingkungan kita mempengaruhi gen kanker untuk aktif. Karsinogen yang berasal dari makanan dan lingkungan adalah salah satu dari banyak faktor yang memicu pengaktifan gen.

"Banyak racun yang ditemukan dalam jaringan payudara,karena ada banyak sel-sel lemak di sana," kata Gaynor.

Kanker biasanya hidup di organ tubuh yang mengandung jaringan lemak. Ini alasan mengapa jantung begitu luar biasa dan jarang diserang sel kanker.

"Tidak ada banyak jaringan lemak dalam jantung. Bahkan jantung tertutup membran" kata Gaynor.

Dikenal sebagai perikardium, kantung jantung berisi cairan untuk melindungi jantung kita yang berharga. Jadi, meskipun kanker dapat terjadi di mana saja, jantung memiliki kekebalan tubuh karena otot dan perlindungan dari perikardium. (Medical Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Cara Unik Cegah Risiko Kanker

5 Cara Unik Cegah Risiko Kanker

Health | Rabu, 01 Oktober 2014 | 14:30 WIB

10 Hal yang Bisa Memicu Tumbuhnya Sel Kanker

10 Hal yang Bisa Memicu Tumbuhnya Sel Kanker

Health | Minggu, 14 September 2014 | 15:13 WIB

Studi: Tes Jantung Kompleks Tingkatkan Risiko Kanker

Studi: Tes Jantung Kompleks Tingkatkan Risiko Kanker

Health | Kamis, 26 Juni 2014 | 10:00 WIB

Kanker Lebih Mematikan Dibanding Serangan Jantung?

Kanker Lebih Mematikan Dibanding Serangan Jantung?

Health | Kamis, 13 Maret 2014 | 10:03 WIB

5 Alasan Mengapa Duduk Terlalu Lama Bisa Mematikan

5 Alasan Mengapa Duduk Terlalu Lama Bisa Mematikan

Health | Sabtu, 22 Februari 2014 | 17:01 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB