Kusta Masih Bisa Disembuhkan

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 27 Januari 2015 | 08:55 WIB
Kusta Masih Bisa Disembuhkan
Penderita kusta. (Foto: Antara/Septianda Perdana)

Suara.com - Kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium leprae yang menyerang kulit, jaringan dan organ tubuh lain. Penyakit ini dapat menimbulkan kecacatan yang menimbulkan diskriminasi terhadap pengidap kusta.

Meskipun tergolong ke dalam penyakit menular, kusta tidak menular secara cepat, karena diperlukan kontak erat secara terus menerus dan dalam waktu yang lama dengan penderitanya.

"Artinya kalau anak kecil menderita kusta maka sumbernya bisa disebabkan dari orangtua atau keluarga terdekatnya yang mengalami penyakit yang sama," jelas Dirjen PPPL Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr H.M Subuh usai peringatan Hari Kusta Sedunia di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (26/1/2015).

Menurutnya, penyakit kusta dapat sembuh tanpa meninggalkan kecacatan jika ditangani sedini mungkin dan menjalani proses pengobatan hingga tuntas. Sayangnya, lanjut dia, masih banyak yang enggan berobat karena stigma negatif dari dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Meskipun ada pengidap kusta yang memeriksakan keluhannya ke fasilitas pelayanan kesehatan, kebanyakan kondisinya terlambat di mana sudah mengalami kecacatan. Hal inilah, menurut Prof Subuh, yang membuat kasus kusta sulit disembuhkan hingga berpotensi memperparah kondisi kesehatannya.

Tak hanya itu, kusta yang tidak diobati berpotensi menularkannya ke anggota keluarga lain.

"Gejala kusta ini paling bisa dilihat secara fisik, salah satunya kebas pada bagian tubuh tertentu. jika terus dibiarkan bisa memicu kebutaan, tangan, kaki mati rasa bahkan jari-jarinya memendek. Jika sudah parah bisa membuat penderita kusta tidak sadar kalau kakinya tertusuk paku," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kusta, Masih Ada di Seluruh Indonesia

Kusta, Masih Ada di Seluruh Indonesia

Health | Selasa, 27 Januari 2015 | 04:37 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB