Tali Pusar Jangan Langsung Dipotong Sesaat Setelah Bayi Lahir

Ririn Indriani

Sabtu, 25 April 2015 | 12:41 WIB
Tali Pusar Jangan Langsung Dipotong Sesaat Setelah Bayi Lahir
Ilustrasi kelahiran seorang bayi. [Shutterstock/Gosphotodesign]

Suara.com - Memotong tali pusar sesaat setelah bayi lahir adalah tindakan yang dilakukan oleh kebanyakan pekerja medis selama ini. Padahal tindakan tersebut ternyata sama sekali tidak disarankan, karena dapat menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Pendapat tersebut dikemukakan oleh Bidan Amanda Burleigh yang memprakarsai penelitian pemotongan tali pusar di London. Seperti dilansir dari The Telegraph, ia mengatakan bahwa bayi masih harus mendapatkan manfaat dari dari plasenta melalui tali pusar.

Bila tali pusarnya langsung dipotong, menurut Burleigh, bayi akan kekurangan zat yang seharusnya menjadi miliknya.

"Setidaknya harus menunggu dua menit sampai 5 menit sebelum tali pusar dipotong agar bayi bisa mendapatkan manfaat darah yang seharusnya menjadi haknya. Jika langsung potong, anak akan memiliki masalah kesehatan, mulai dari alergi, asma, ADHD, hingga autisme," jelasnya.

Untuk mencapai penelitian tersebut, Burleigh mengaku, harus membantah teori sebelumnya yang telah dilakukannya selama 16 tahun. Penelitian panjang yang dilakukannya itu akhirnya menemukan fakta baru pada 2010 dan 2011.

Beberapa fakta yang ditemukanmnya dalam penelitian tersebut adalah: Pertama, kata Burleigh, membiarkan bayi tetap dengan tali pusar sekitar 2-5 menit dapat menambah bobot bayi yang cukup besar, yaitu 214 gram.

Kedua, membiarkan bayi tetap dengan tali pusar sekitar 2-5 menit, lanjut dia, mampu mempengaruhi pertumbuhan, serta perkembangan saraf di masa depan.

Meski demikian, fakta baru yang ditemukan dalam penelitiannya itu tidak langsung diterima oleh banyak dokter saat itu.  Ini dikarenakan muncul pertanyaan jika dibiarkan terlalu lama, bukankah akan membuat bayi menjadi kuning? Faktanya, penelitian tersebut tidak mengarah ke sana. Sehingga cukup aman jika tetap mempertahankan tali pusar bersama bayi dalam kurun waktu 2-5 menit, bahkan ada yang menyarankan untuk tetap tidak dipotong sampai 15 menit.

Berkat penelitian tersebut, November 2014 , The Royal College of Midwives mengubah bimbingan praktik mereka untuk tidak langsung memotong tali pusar bayi secepat mungkin. Bahkan di Inggris, kini sudah banyak yang ikut melakukan hal ini hanya untuk menyelamatkan masa depan anaknya untuk lebih baik.

"Kini saya merasa bangga. Inggris memimpin untuk melakukan praktik baru ini dan saya sebagai bidan pembimbing bagi beberapa negara, seperti Australia, Norwegia, Swedia, Pakistan, Tunisia, Israel, Turki, dan masih banyak lagi," kata Burleigh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Baru Lahir, Bayi Ini Mendonorkan Ginjalnya

Baru Lahir, Bayi Ini Mendonorkan Ginjalnya

News | Jum'at, 24 April 2015 | 06:03 WIB

Terkini

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

×