Array

Kombinasi Obat-obatan Ini Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan

Senin, 01 Juni 2015 | 14:10 WIB
Kombinasi Obat-obatan Ini Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Obat seperti pedang bermata dua. Di satu sisi, obat bisa menjadi penyelamat bagi beberapa orang yang sakit.

Di sisi lainnya, obat memiliki efek samping yang bisa membunuh ribuan nyawa tiap tahunnya.

Belum lagi kombinasi dua jenis obat yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Bukannya mendapatkan kesembuhan, mengonsumsi beberapa obat-obatan sekaligus justru dapat mengancam nyawa seseorang.

Sebuah penelitian di Belanda menunjukkan bahwa kombinasi dua jenis obat yang dikonsumsi bersama-sama dapat memicu peningkatan risiko perdarahan gastrointestinal.

Oleh karena itu, penggunaan obat-obatan sebaiknya disertai dengan resep dokter untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Lantas, kombinasi obat-obatan apa saja yang bisa memicu kematian bagi seseorang? Berikut beberapa di antaranya seperti dilansir dari Medical Daily:

1. Antikoagulan dan aspirin
Antikoagulan merupakan obat yang paling sering diresepkan untuk mengurangi pembekuan darah di arteri. Sementara aspirin merupakan obat yang paling sering digunakan sebagao pereda nyeri. Ketika keduanya dikonsumsi bersamaan maka dapat memicu efek aditif yang menimbulkan pendarahan internal dan eksternal.

2. Obat penghilang rasa sakit dan anti kecemasan
Obat anti kecemasan yang sering diresepkan antara lain kodein, morfin, dan beberapa merek seperti percocet dan vicodin juga berperan sebagai penghilang rasa sakit. Jika dikonsumsi bebarengan dengan obat penghilang rasa sakit lainnya maka dapat meningkatkan toksisitas.

Seringkali penggunaan dua obat ini secara bersamaan menyerang sistem pernapasan, jantung hingga mengakibatkan kematian.

3. Acetaminophen dan Opioid
Kedua jenis obat ini sangat populer tetapi juga sangat berbahaya. Ketika dikonsumsi bebarengan dalam jumlah yang lebih tinggi dari dosis yang dianjurkan dapat menimbulkan efek yang mematikan.

Sebuah studi yang dilakukan 2005 silam dari University of Washington Medical Centre di Seattle menemukan bahwa 38 persen orang yang mengalami gagal hati akut disebabkan karena mengonsumsi lebih dari satu pil yang mengandung acetaminophen dan opioid.

4. Obat batuk dan Antihistamin
Beberapa obat batuk mengandung zat yang sama, jika dikonsumsi keduanya secara bersamaan maka dapat meningkatkan dosis obat yang seharusnya dikonsumsi. Tentunya hal ini dapat memperkuat efek sedatif yang memicu ketergantungan.

Gejala orang yang mengalami efek sedatif antara lain merasakan kantuk berkepanjangan sehingga sulit beraktivitas dan merusak konsentrasi kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI