Kusta, Penyakit Menular yang Tak Mudah Menular

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 29 Januari 2016 | 13:58 WIB
Kusta, Penyakit Menular yang Tak Mudah Menular
Penderita kusta. (Foto: Antara/Septianda Perdana)

Suara.com - Stigma dan diskriminasi masih dihadapi para penderita kusta di Indonesia. Banyak orang yang merasa takut saat akan berjabat tangan bahkan hanya sekadar berinteraksi tatap muka dengan penderita kusta.

Alasannya mereka takut tertular dengan penyakit yang kerap disebut sebagai hasil kutukan atau guna-guna itu. Padahal penularan penyakit yang disebabkan bakteri mycobacterium leprae ini tidak semudah yang dibayangkan.

"Penularan penyakit kusta ini sebenarnya tidak semudah berjabat tangan langsung tertular ya. Yang benar itu perlu kontak dalam jangka waktu lama melalui pernapasan. Biasanya terjadi pada orang yang tinggal serumah," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr Wiendra Waworuntu, M.Kes pada temu media di Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Pada penelitian, ia menambahkan, tak semua orang serta merta tertular kusta begitu kontak dengan penderita. Secara statistik hanya 5 persen yang akan tertular, 3 persen di antaranya akan sembuh tanpa obat dan 2 persen lainnya menjadi sakit dan perlu pengobatan.

"Misalnya 100 orang terpapar atau kontak langsung dengan penderita. Maka 95 orang lainnya akan sehat-sehat saja. 3 orang akan tertular dan sembuh dengan sendiri, dan hanya 2 orang lainnya yang akan sakit dan membutuhkan pengobatan," imbuhnya.

Namun risiko penularan ini bisa dikendalikan jika penderita mendapatkan pengobatan sesegera mungkin dan mengonsumsinya secara teratur.

"Tujuan pengobatan itu untuk memutuskan mata rantai penularan dan mencegah terjadinya cacat. Jika tidak segera diobati, kusta bisa menimbulkan kecacatan pada mata, tangan, kaki," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kusta, Masih Ada di Seluruh Indonesia

Kusta, Masih Ada di Seluruh Indonesia

Health | Selasa, 27 Januari 2015 | 04:37 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB