Penggolongan Ganja sebagai Narkotika Dinilai Tak Beralasan

Yazir Farouk | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 05 Mei 2016 | 11:31 WIB
Penggolongan Ganja sebagai Narkotika Dinilai Tak Beralasan
Ilustrasi tanaman ganja [shutterstock]

Suara.com - Pemerintah menggolongkan ganja ke dalam jenis narkotika golongan 1 dalam UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Karenanya, pengguna ganja di Indonesia bisa dijerat oleh hukum yang berlaku.

Namun Ketua Yayasan Sativa Nusantara, Inang Winarso menegaskan bahwa ganja adalah tanaman yang memiliki manfaat. Sehingga, dia menilai penggolongan ganja sebagai narkotika tak memiliki bukti ilmiah sama sekali.

"Kenapa ganja dilarang dalam UU No 35 tahun 2009, padahal tidak ada satupun yang mendasari lahirnya undang undang tersebut. Tidak ada satupun dokumen yang dijadikan lampiran. Bahkan, golongan narkotika 1,2,3 tidak didasari oleh naskah akademik atau penelitian, sehingga hanya berdasarkan mitos," kata Inang dalam sebuah diskusi menyambut Global Marijuana March 2016 di Tebet, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Menurut Inang, pemerintah te;ah membuat kekeliruan besar dalam menimbulkan persepsi mengenai ganja di masyarakat. Padahal, kata dia, ganja adalah sebuah tanaman, layaknya jahe dan herbal lainnya yang diciptakan Tuhan dengan tujuan tertentu.

"Dianggap membahayakan padahal kalau memang berbahaya mungkin separuh masyarakat Aceh sudah kena gangguan jiwa karena penggunaan ganja di Aceh sudah seperti membuat teh jahe. Tapi buktinya toh tidak terjadi yang demikian itu," ujarnya menjelaskan.

Bahkan Inang berani menyebut bahwa ganja dapat mengobati berbagai penyakit seperti kencing manis, kanker getah bening, kanker payudara, dan cerebral palsy. Dia bersama gerakan Lingkar Ganja Nusantara juga telah mengajukan izin riset penelitian kepada Kementerian Kesehatan mengulik manfaat ekstrak ganja.

"Butuh waktu tiga tahun hingga mendapatkan persetujuan BPOM karena harus melewati sederet uji laboratorium, uji klinis terhadap binatang hingga ke manusia. Tapi kami tidak patah semangat karena hal ini bersifat urgen yang dibutuhkan mereka yang sedang sakit," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ganja Ternyata Bisa Jadi Obat Penyakit Degeneratif

Ganja Ternyata Bisa Jadi Obat Penyakit Degeneratif

Health | Selasa, 03 Mei 2016 | 13:12 WIB

Australia Legalkan Obat Berbahan Ganja

Australia Legalkan Obat Berbahan Ganja

News | Kamis, 14 April 2016 | 11:43 WIB

Warga Kalideres Temukan 7 Kg Ganja di Kontrakan Kosong

Warga Kalideres Temukan 7 Kg Ganja di Kontrakan Kosong

News | Rabu, 16 Maret 2016 | 10:57 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB