Meditasi Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik, Ini Caranya

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Jum'at, 14 Oktober 2016 | 13:00 WIB
Meditasi Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik, Ini Caranya
Ilustrasi meditasi. [Shutterstock]

Suara.com - Meditasi selama ini dianggap sebagai hal yang membosankan dan sulit dilakukan. Apalagi saat meditasi, seseorang diimbau untuk membuang jauh-jauh pikiran yang berkecamuk di dalam kepala.

Padahal, mengosongkan pikiran untuk fokus bukan hal mudah bagi sebagian orang. Namun, Guru Meditasi asal Himalaya, Yongey Mingyur Rinpoche mengatakan bahwa sebenarnya meditasi tak sesulit yang dibayangkan banyak orang.

Ia menjelaskan, meditasi secara umum dibagi menjadi dua jenis, yakni meditasi formal dan informal. Pada meditasi formal, seseorang akan melakukannya dengan perlengkapan yang diperlukan seperti alas duduk hingga pakaian yang nyaman.

"Sedangkan meditasi informal bisa dilakukan dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun. Bahkan, saat Anda kerja atau menyetir mobil," ujar Mingyur pada temu media di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Alasannya, dia menambahkan, meditasi pada prinsipnya adalah melatih sistem pernapasan, seperti menarik dan membuang napas. Namun dilakukan dengan lebih rileks dan harus dihitung berapa kali jumlah napas selama hitungan tertentu.

Ia pun mengatakan bahwa cara bernapas saat meditasi sama dengan yang biasa dilakukan setiap orang sehari-hari. Hitungan saat bernapas mutlak harus diingat selama periode meditasi.

"Ketika kita fokus menghitung jumlah napas, maka pikiran yang bersliweran akan hilang dengan sendirinya. Karena pada dasarnya meditasi bukan menghilangkan isi pikiran kita, itu keliru," ungkapnya.

Bahkan, Mingyur mengatakan, durasi meditasi bukan menjadi patokan keberhasilan manfaat yang akan kita dapatkan. Justru katanya, kualitas saat meditasi lebih penting dibandingkan durasi.

"Meditasi bukan tergantung lamanya, tapi kualitas lebih penting. Kalau hanya bisa sampai hitungan satu napas, dua napas, nggak masalah, asal dilakukan secara rutin setiap hari," tambah dia.

Ia menuturkan, meditasi yang rutin dan berkualitas akan mendatangkan manfaat bagi pelakunya. Antara lain, meningkatkan fungsi otak yang berperan memproduksi hormon bahagia sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

"Sehingga meditasi bukanlah praktik yang ditujukan memisahkan diri dari dunia tapi justru membuka hati dan jiwa untuk mengembangkan sisi positif manusia yang dibekali sejak awal kelahiran," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lewat Meditasi, Komunitas Ini Gelar Solidaritas atas Bom Sarinah

Lewat Meditasi, Komunitas Ini Gelar Solidaritas atas Bom Sarinah

Lifestyle | Minggu, 17 Januari 2016 | 19:34 WIB

Atasi Trauma Dengan Meditasi

Atasi Trauma Dengan Meditasi

Health | Minggu, 17 Januari 2016 | 14:47 WIB

Meditasi Setiap Hari, Ini Manfaat yang Didapat

Meditasi Setiap Hari, Ini Manfaat yang Didapat

Health | Sabtu, 16 Januari 2016 | 18:56 WIB

Lima Cara Ini Ampuh Usir Stres

Lima Cara Ini Ampuh Usir Stres

Health | Minggu, 22 Maret 2015 | 08:05 WIB

Kebiasaan untuk Menjaga Otak Tetap Bugar (1)

Kebiasaan untuk Menjaga Otak Tetap Bugar (1)

Lifestyle | Selasa, 06 Januari 2015 | 14:39 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

×