Yang Harus Anda Lakukan Jika Punya Keturunan Diabetes

Ririn Indriani | Suara.com

Senin, 17 Oktober 2016 | 20:57 WIB
Yang Harus Anda Lakukan Jika Punya Keturunan Diabetes
Ilustrasi. (shutterstock)

Suara.com - Apakah Anda mempunyai keturunan diabetes atau mempunyai saudara yang menderita diabetes? Sebaiknya Anda berhati-hati, karena hal ini dapat meningkatkan peluang Anda terkena diabetes juga.

Diabetes, khususnya diabetes mellitus tipe 2 memiliki hubungan yang sangat kuat dengan riwayat dan keturunan keluarga, dibandingkan dengan diabetes tipe 1. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa genetika memainkan peran yang sangat kuat dalam pengembangan diabetes tipe 2 pada seseorang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko anak terkena diabetes lebih besar ketika ibunya menderita diabetes. Sedangkan, jika kedua orangtuanya menderita diabetes, maka risikonya lebih besar lagi mencapai 50 persen.

Selain itu, risiko diabetes diperkuat dengan gaya hidup yang buruk. Dalam satu keluarga, biasanya orang-orangnya cenderung memiliki kebiasaan makan dan olahraga yang sama, sehingga faktor gaya hidup lebih dapat meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika mempunyai keturunan diabetes? Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko diabetes Anda.

Pada dasarnya yang harus dilakukan adalah mengubah pola hidup, Anda harus belajar untuk menerapkan pola makan sehat dan diimbangi dengan olahraga teratur.

Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menurunkan risiko diabetes yang dihimpin hellosehat.com:

Jaga berat badan Anda
Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko penting yang dapat menyebabkan Anda terkena diabetes. Obesitas dapat meningkatkan risiko Anda 20-40 kali lebih besar untuk mengalami diabetes. Jika berat badan Anda berlebih, sebaiknya Anda menurunkan berat badan secara bertahap sampai mencapai berat badan normal.

Lebih banyak bergerak daripada menonton TV
Gaya hidup sedenter atau gaya hidup yang tidak aktif juga berperan dalam mengembangkan risiko diabetes tipe 2. Sering menggunakan otot Anda untuk bergerak dapat meningkatkan kemampuan otot untuk menggunakan insulin dan menyerap glukosa. Hal ini meringankan tekanan pada sel pembuat insulin.

Menonton TV merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang. Semakin banyak Anda menghabiskan waktu di depan layar kaca televisi, akan meningkatkan risiko Anda kelebihan berat badan atau obesitas, sehingga juga akan meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.

Pola diet tidak sehat yang berhubungan dengan menonton TV juga dapat menjelaskan hubungan antara menonton TV dengan diabetes. Setiap dua jam Anda menghabiskan waktu Anda untuk menonton TV dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena diabetes sebesar 20 persen.

Berhenti merokok
Jika Anda perokok, sebaiknya segera berhenti merokok. Merokok sangat berbahaya bagi kesehatan, termasuk juga dapat menyebabkan diabetes. Perokok lebih dapat berisiko terkena diabetes sebesar 50 persen atau lebih ketimbang orang yang tidak merokok, dan perokok berat mempunyai risiko diabetes lebih tinggi lagi.

Jaga asupan makan Anda
Tentu, untuk dapat menghindari Anda dari diabetes, pola makan Anda harus berubah menjadi pola makan sehat dengan gizi seimbang. Ada 4 perubahan penting yang dapat Anda lakukan untuk mencegah diabetes tipe 2, yaitu:

1. Pilih karbohidrat dari biji-bijian utuh (whole grain) daripada yang sudah diproses (refined grain)
Ada bukti yang menunjukkan bahwa asupan diet yang lebih banyak mengandung biji-bijian utuh, seperti gandum, dapat melindungi Anda dari diabetes, sedangkan diet tinggi karbohidrat yang telah diolah (refined grain) dapat meningkatkan risiko diabetes.

Penelitian oleh Nurses’ Health Studies I and II menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi rata-rata 2-3 porsi biji-bijian utuh dalam sehari kemungkinannya lebih kecil 30 persen dalam mengembangkan penyakit diabetes dibandingkan perempuan yang jarang mengonsumsi biji-bijian utuh.

Penelitian ini dilakukan pada lebih dari 160.000 wanita sehat dan diikuti selama 18 tahun. Kulit dan serat dalam biji-bijian utuh lebih sulit untuk dipecah menjadi glukosa, sehingga membuat peningkatan gula darah dan insulin menjadi lebih lambat, dan indeks glikemik lebih rendah.

Hasilnya, tekanan pada tubuh dalam membuat insulin menjadi berkurang, sehingga dapat membantu mencegah diabetes tipe

Selain itu, biji-bijian utuh juga kaya akan vitamin, mineral, dan fitokimia yang dapat membantu menurunkan risiko diabetes. Sebaliknya, roti putih, nasi putih, kentang tumbuk, dan donat memiliki indeks glikemik tinggi yang kemudian dapat meningkatkan risiko diabetes.

2. Hindari minuman manis
Minuman manis juga mengandung beban glikemik tinggi, sehingga banyak minum minuman manis berhubungan dengan meningkatnya risiko diabetes. Pada penelitian Nurses’ Health Study II, perempuan yang minum satu atau lebih minuman manis dalam sehari mempunyai risiko diabetes tipe 2 83 persen lebih tinggi ketimbang perempuan yang mengonsumsi minuman manis kurang dari satu kali dalam sebulan.

Alasan lain mengapa minuman manis dapat meningkatkan risiko diabetes adalah karena berhubungan dengan kenaikan berat badan. Penelitian yang dilakukan Nurses’ Health Study II dan The Black Women’s Health Study menunjukkan bahwa perempuan yang banyak mengonsumsi minuman manis mengalami kenaikan berat badan lebih banyak daripada wanita yang membatasi minuman manis.

Namun, ada bukti lain yang menjelaskan bahwa minuman manis dapat menyebabkan peradangan kronis, trigliserida tinggi, menurunkan kolesterol baik (HDL), dan meningkatkan resistensi insulin, di mana semua ini merupakan faktor risiko dari diabetes.

3. Pilih lemak baik daripada lemak jahat
Lemak baik, seperti lemak tidak jenuh ganda yang ditemukan pada minyak nabati cair, kacang, dan biji-bijian, dapat mencegah Anda dari diabetes. Sedangkan lemak jahat yang dapat Anda temukan dalam bentuk lemak trans pada margarin, makanan fast food, atau pada makanan yang digoreng, justru dapat meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.

Berbeda dengan lemak tidak jenuh ganda lainnya, lemak tidak jenuh ganda yang Anda temukan dalam ikan justru tidak dapat melindungi Anda dari diabetes. Lemak tidak jenuh ganda dalam ikan yang Anda kenal sebagai omega-3 membantu dalam mencegah penyakit jantung.

Jadi, jika Anda menderita diabetes, makan ikan dapat membantu Anda terhindar dari serangan jantung atau kematian akibat penyakit jantung.

4. Batasi daging merah dan hindari daging olahan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi daging merah dan daging olahan dapat meningkatkan risiko diabetes.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Ini mungkin disebabkan karena kandungan zat besi yang tinggi dalam daging merah dapat mengurangi efektivitas dari insulin atau juga dapat merusak sel-sel yang memproduksi insulin.
 
Pada daging olahan, kandungan natrium dan nitrit yang tinggi sebagai pengawet mungkin bertanggung jawab dalam hal ini.

Anda bisa mengganti asupan daging Anda dengan makanan sumber protein lain yang lebih sehat, seperti kacang, susu rendah lemak, ayam, atau ikan.








Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Meninggal Dalam Pesawat, Jenazah Dibaringkan di Lorong Penumpang

Meninggal Dalam Pesawat, Jenazah Dibaringkan di Lorong Penumpang

News | Rabu, 12 Oktober 2016 | 19:41 WIB

Studi: Depresi saat Hamil Tingkatkan Risiko Diabetes Gestasional

Studi: Depresi saat Hamil Tingkatkan Risiko Diabetes Gestasional

Health | Senin, 26 September 2016 | 13:10 WIB

Mencegah Amputasi Kaki pada Diabetesi

Mencegah Amputasi Kaki pada Diabetesi

Health | Minggu, 25 September 2016 | 19:30 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB