Peneliti Kembangkan Antibiotik yang Terinspirasi dari Komodo

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 18 April 2017 | 12:15 WIB
Peneliti Kembangkan Antibiotik yang Terinspirasi dari Komodo
Ilustrasi Komodo Kobra (Freedigitalphotos/M - Pics)

Suara.com - Sepertinya para ilmuwan telah membuat langkah lebih dekat dalam menemukan obat untuk menghalau bakteri superbug atau bakteri yang resisten terhadap mayoritas antibiotik yang biasa digunakan saat ini.

Para peneliti dari George Mason University telah mengembangkan cara baru untuk membunuh bakteri superbug sekaligus memacu sel-sel tubuh untuk menyembuhkan luka lebih cepat.  Kuman tempur yang disebut "Drgn-1" berasal dari peptida yang ditemukan pada hewan endemik Indonesia, yaitu seekor komodo bernama Tujah, yang tinggal di St Augustine Alligator Farm Zoological Park di Florida.

Komodo memang terkenal hidup di lingkungan kaya bakteri yang secara ajaib, jarang sekali jatuh sakit. Hal tersebut menunjukkan jika komodo memiliki kekebalan tubuh bawaan yang kuat.

"Peptida pada kuman tempur sintetis adalah pendekatan baru dan berpotensi mengalahkan bakteri yang telah tumbuh resisten terhadap antibiotik konvensional," kata ahli mikrobiologi Monique van Hoek dari George Mason University di AS.

Dia dan tim peneliti memanfaatkan peptida antimikroba yang mewakili jutaan tahun evolusi dalam melindungi sistem kekebalan tubuh dari infeksi berbahaya.  

Peptida adalah molekul protein kecil dan berperan di garis depan sistem kekebalan tubuh kita. Mereka adalah molekul pejuang yang melawan infeksi sampai antibodi  dibuat.

Para peneliti menemukan lebih dari 200 lebih peptida pada Komodo dan salah satu peptida ini yang memberikan inspirasi bagi DGRN-1. Tim peneliti, termasuk profesor Barney Bishop dari George Mason University, mengulang blok bangunan kecil peptida, yang disebut asam amino, untuk membuat modifikasi, versi sintetis dari peptida komodo dan menyebutnya Drgn-1 untuk menghormati komodo.

"Peptida Drgn-1 bukan peptida alami dari komodo, ini telah diubah untuk menjadi lebih kuat, lebih baik dari segi potensi dan stabilitas," kata van Hoek.

Dalam percobaan pada tikus, Drgn-1 bekerja dengan baik terhadap dua bakteri “super” yang dikenal sebagai pseudomonas aeruginosa dan staphylococcus aureus, yang juga dikenal sebagai MRSA. Peptida sintetik membunuh bakteri sekaligus merangsang sel-sel untuk mempercepat penyembuhan pada luka.

"Langkah-langkah berikutnya untuk Drgn-1 adalah untuk mengembangkannya menjadi produk penyembuhan luka untuk kedokteran hewan sebelum pindah ke produk yang dirancang untuk manusia," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Antibiotik Wisatawan Berdampak Buruk Saat Pulang ke Negaranya

Antibiotik Wisatawan Berdampak Buruk Saat Pulang ke Negaranya

Health | Minggu, 02 April 2017 | 07:02 WIB

Lupakan Pil, Penghilang Rasa Sakit Alami Ada di Dapur

Lupakan Pil, Penghilang Rasa Sakit Alami Ada di Dapur

Health | Sabtu, 11 Maret 2017 | 16:30 WIB

Temukan Antibiotik Alami di Dapur Anda!

Temukan Antibiotik Alami di Dapur Anda!

Health | Senin, 27 Februari 2017 | 18:38 WIB

Masih Ada Dokter Berikan Antibiotik untuk Hal yang Tak Mendesak

Masih Ada Dokter Berikan Antibiotik untuk Hal yang Tak Mendesak

Health | Selasa, 22 November 2016 | 17:15 WIB

Terkini

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB