Inovasi Baru, Vaksin Flu Tanpa Jarum Suntik

Dythia Novianty | Risna Halidi | Suara.com

Minggu, 02 Juli 2017 | 17:28 WIB
Inovasi Baru, Vaksin Flu Tanpa Jarum Suntik
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Vaksin kadang menyakitkan. Kamu mungkin salah satu orang yang tidak menyukai sensasi ketika jarum suntik menusuk tubuh. Sayangnya, jarum suntik adalah pilihan terbaik dalam hal imunisasi terhadap infeksi musiman seperti flu.

Suntik flu adalah hal yang biasa dilakukan saat ini. Dengan tingkat polusi yang tinggi, seseorang pasti akan terkena infeksi flu kecuali jika kamu melakukan tindakan pencegahan.

Kini, periset telah menemukan jalan keluar. Kamu pasti akan senang jika mengetahui bahwa vaksin flu yang menyakitkan mungkin saja menjadi gaya lama.

Dalam perkembangan yang bisa dilakukan dengan jarum, para periset telah menciptakan perban yang tidak menyakitkan. Dilengkapi dengan jarum mikro, perban yang divaksinasi terhadap influenza sama efektifnya dengan suntikan flu standar.

"Peranti jarum suntik yang dapat dilarutkan dari pita perban ini bisa mengubah bagaimana kita mendapatkan vaksinasi," kata Roderic Pettigrew, direktur US National Institute of Biomedical Imaging and Bioengineering.

Menurut jurnal medis The Lancet, teknologi baru ini dapat dikelola sendiri dan disimpan tanpa pendingin, sehingga secara signifikan lebih murah daripada vaksin tradisional.

"Ini memegang janji untuk memberikan vaksin lain di masa depan," Pettigrew menambahkan.

Seratus jarum kecil yang cukup lama untuk menembus kulit akan tertanam di setiap tempelan larut dalam hitungan menit saat terkena kelembaban tubuh dan perban bisa dilepaskan setelah 20 menit kemudian dibuang.

Dalam percobaan klinis fase I, periset dari Emory University di Georgia dan Georgia Institute of Technology, semua vaksin flu aktif bekerja sama baiknya setidaknya selama enam bulan.

"Biaya produksi untuk perban diperkirakan hampir sama dengan jarum suntik yang telah diisi sebelumnya. Selain itu, vaksin perban tidak memerlukan pendingin," kata periset. [Zeenews]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Alasan Imunisasi Bayi Penting Dilakukan

Alasan Imunisasi Bayi Penting Dilakukan

Health | Selasa, 20 Juni 2017 | 17:00 WIB

Anak Sakit Akibat Oki Setiana Yakin Vaksin Mengandung Babi

Anak Sakit Akibat Oki Setiana Yakin Vaksin Mengandung Babi

Entertainment | Kamis, 15 Juni 2017 | 20:10 WIB

Ini Ragam Alasan Orangtua Enggan Imunisasi Anak

Ini Ragam Alasan Orangtua Enggan Imunisasi Anak

Health | Jum'at, 28 April 2017 | 17:28 WIB

Vaksin Kanker Serviks Sebaiknya Diberikan Sejak SD, Mengapa?

Vaksin Kanker Serviks Sebaiknya Diberikan Sejak SD, Mengapa?

Health | Rabu, 12 April 2017 | 14:10 WIB

Cara Cespleng Mengusir Flu

Cara Cespleng Mengusir Flu

Health | Kamis, 06 April 2017 | 12:58 WIB

Penderita Flu Unggas Ditemukan, AS Musnahkan 73.500 Unggas

Penderita Flu Unggas Ditemukan, AS Musnahkan 73.500 Unggas

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 02:29 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB