Tips Agar Makanan Cepat Saji Bisa Lebih Sehat untuk Anak

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 03 Juli 2017 | 12:46 WIB
Tips Agar Makanan Cepat Saji Bisa Lebih Sehat untuk Anak
Ilustrasi keluarga sedang menikmati makanan cepat saji. (Shutterstock)

Suara.com - Makanan cepat saji yang dijual di pasaran cenderung tak sehat. Padahal banyak anak gemar menyantap jenis makanan ini.

Lantas, bagaimana menyiasatinya agar anak-anak bisa tetap menyantap makanan cepat saji tanpa mengabaikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya?

Berikut catatan dari Jill Castle, seorang ahli gizi agar orangtua dan buah hatinya bisa tetap bersantap di restoran cepat saji, namun tetap sehat seperti dikutip dari zeenews.com.

1. Jangan pernah meninggalkan rumah tanpa makanan ringan
"Jika memungkinkan, berhentilah di toko bahan makanan atau persediaan makanan ringan yang sehat terlebih dahulu, seperti potongan buah, keju dan yogurt, yang harganya lebih murah dari menu makanan cepat saji dan isi perut semua orang saat mereka sedang menunggu," kata Victoria Stein Feltman, ahli diet terdaftar.

2. Pilih porsi makanan sesuai usia
Makanan anak sering menjadi pilihan yang baik, terutama karena porsi biasanya lebih kecil.

"Selain memilih opsi ukuran, porsi makanan biasa di restoran makanan cepat saji cenderung besar dan terlalu besar untuk anak-anak," kata Nicole Silber, seorang ahli diet terdaftar dan ahli gizi anak yang berbasis di New York.

3. Pilih buah daripada kentang goreng
"Menambahkan buah-buahan, sayuran dan makanan olahan susu dalam menu agar jenis makanan yang disantap lengkap dengan gizi seimbang," kata Castle, yang juga penulis buku "Fearless Feeding".

4. Berbagi makanan dengan anak Anda
Ini bukan hanya tentang merampingkan porsi makanan. Tetapi juga membantu mengenalkan makanan cepat saji kepada anak. "Orangtua mungkin juga mempertimbangkan untuk berbagi sisi yang kurang sehat seperti kentang goreng atau onion ring dan makanan penutup seperti milkshake dan es krim dan melengkapinya dengan buah dan sayuran segar," kata Feltman.

5. Sebelum santap makanan, tetapkan harapan Anda
Jika Anda tidak ingin anak Anda memesan kentang goreng atau Anda ingin mereka memiliki buah atau sayuran, pastikan beri tahu anak sebelumnya. Hal sederhana yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak-anaknya, kata Silber, membuat pilihan makanan yang sehat dengan cara berdiskusi dan memesan sesuai rencana sebelum masuk ke restoran cepat saji. Hal ini dapat dilakukan dalam perjalanan menuju restoran.

6. Tentukan makanan penutup terlebih dahulu
Jika makanan penutup akan menjadi bagian dari makanan yang akan disantap oleh Anda sekeluarga, maka yang perlu dilakukan adalah menyantap sesuai porsinya sebagai makanan penutup. Misalnya, setelah menyantap hamburger, Anda dan keluarga lalu menyantap es krim secukupnya sesuai kapasitasnya sebagai makanan penutup.

7. Pastikan anak-anak duduk
"Saya mendorong semua keluarga agar anak-anak mereka duduk dan makan bersama," kata Castle. "Beberapa restoran cepat saji memiliki nuansa 'hutan', dan anak-anak dapat memilih untuk berjalan-jalan daripada makan." Penting agar orang tua membuat peraturan agar anak-anak tetap duduk selagi makan.

8. Ajarkan anak-anak kebiasaan sehat
Memang benar bahwa seorang anak mampu mendapatkan lebih banyak kalori daripada orang dewasa, terutama jika mereka mengalami lonjakan pertumbuhan. Tetap saja, mendorong pilihan sehat di kalangan remaja bisa menjadi masalah yang rumit, karena mereka sering membuat keputusan tentang apa yang dimakannya . "Orangtua bisa membuat anak untuk menyadari pilihannya sehingga mereka mengerti ada lebih banyak pilihan daripada burger double cheeseburger, seperti salad, sandwich ayam, dan semangkuk gandum.

9. Jadilah teladan yang baik
"Orangtua dapat mempengaruhi anak-anaknya dengan membuat pilihan yang sehat dan mendorong semua anggota keluarga untuk melakukan hal yang sama, seperti memilih ayam panggang tidak tinggi kalori dan gula dan membatasi seperti penggunaan mayones dan saus tomat," kata Feltman.
Dengan kata lain, seperti kebanyakan saran pengasuhan lainnya, apa yang Anda lakukan hampir selalu berarti lebih dari yang Anda katakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hati-hati! Bahaya Mengintai di Balik Pembungkus "Fast Food"

Hati-hati! Bahaya Mengintai di Balik Pembungkus "Fast Food"

Health | Kamis, 02 Februari 2017 | 11:29 WIB

Studi: Makanan Cepat Saji Bisa Bikin Gangguan Mental

Studi: Makanan Cepat Saji Bisa Bikin Gangguan Mental

Lifestyle | Kamis, 01 September 2016 | 12:09 WIB

"Junk Food" Bikin Ketagihan, Ini Alasannya!

"Junk Food" Bikin Ketagihan, Ini Alasannya!

Health | Senin, 27 Juni 2016 | 17:19 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB