Masyarakat Indonesia Cuek Melihat Kasus Bullying?

Chaerunnisa, Risna Halidi

Selasa, 18 Juli 2017 | 15:07 WIB
Masyarakat Indonesia Cuek Melihat Kasus Bullying?
Ilustrasi anak obesitas diolok-olok (bullying) oleh teman-temannya. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam dua video yang menunjukkan kasus pem-bully-an pada mahasiswa dengan kebutuhan khusus di Universitas Gunadarma dan penjabakan yang dilakukan anak SMP, terlihat orang-orang di sekitar TKP hanya melihat tanpa berbuat sesuatu untuk menolong korban.

Psikolog Sinta Mira, M.Psi mengatakan, hal tersebut merupakan tanda lingkungan sekitar tanpa sadar juga telah ikut serta mem-bully korban.

"Dalam video bullying mahasiswa autisme, tampak orang-orang di sekitarnya terlihat cuek dan bahkan ikut menertawai. Jadi malah bisa dikatakan lingkungan sekitarnya pun menjadi pelaku bully di situ," ungkap Mira kepada Suara.com.

Mira menjelaskan, pelaku bully melakukan tindakan tersebut karena merasa lebih "kuat" dan "berkuasa" di bandingkan korbannya.

Karena itu, orangtua atau tenaga pengajar seperti guru juga harus membekali setiap anak dengan pemahaman setiap orang memiliki keunikan masing-masing.

"Setiap orang memiliki kekuatan, namun juga punya kelemahan. Sehingga anak memiliki cara pandang yang lebih toleran," ungkapnya.

Mira juga meminta orang dewasa tak henti-henti mengajarkan anak memahami kekuatan diri sendiri, dan mengakui kelemahan yang dimiliki. Dengan begitu, anak akan memiliki pemahaman mengenai kekuatan dan kelemahan dirinya, dan akan bersikap lebih toleran terhadap kelemahan orang lain.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan baik oleh figur otoritas maupun orangtua kepada anak agar terhindar dari perilaku tak terpuji seperti mem-bully anak dengan kebutuhan khusus adalah memberikan pendidikan akhlak, dan toleransi yang baik di setiap rumah, sekolah maupun kampus.

Selanjutnya, sambung Mira, perlu adanya pendidikan mengenai kebutuhan khusus.

"Sehingga kita juga memahami, apa sih kesulitan yang dialami orang-orang kebutuhan khusus itu. Intinya, mendidik lingkungan untuk melihat dari sudut pandang berbeda. Dalam hal ini dalam sudut pandang mereka yang berkebutuhan khusus," jelasnya.

Terakhir, menghargai mereka yang berkebutuhan khusus dengan berbagai keunggulan yang dimiliki.

"Memiliki kebutuhan khusus bukan berarti jadi lemah dan harus selalu dibantu ini itu. Jadi lingkungan harus menghargai dan menerima kekuatan yang mereka miliki juga seperti orang normal pada umumnya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yang Harus Dilakukan Saat Di-Bully

Yang Harus Dilakukan Saat Di-Bully

Health | Selasa, 18 Juli 2017 | 08:20 WIB

Stop! Kasus Bullying Anak Kebutuhan Khusus, Lakukan Ini

Stop! Kasus Bullying Anak Kebutuhan Khusus, Lakukan Ini

Health | Senin, 17 Juli 2017 | 15:25 WIB

Terungkap, Mengapa Anak Obesitas Sering Dijauhi Teman-Temannya

Terungkap, Mengapa Anak Obesitas Sering Dijauhi Teman-Temannya

Health | Senin, 12 Juni 2017 | 09:19 WIB

Murid Di-bully karena Rambut, Cara Guru Beri Dukungan Bikin Gemas

Murid Di-bully karena Rambut, Cara Guru Beri Dukungan Bikin Gemas

Health | Senin, 27 Maret 2017 | 13:11 WIB

Anak Jadi Korban Bully, Bolehkah Orangtua Ajarkan untuk Membalas?

Anak Jadi Korban Bully, Bolehkah Orangtua Ajarkan untuk Membalas?

Health | Sabtu, 25 Februari 2017 | 07:00 WIB

Ini Penyebab "Bullying" Terhadap Anak Semakin Meningkat

Ini Penyebab "Bullying" Terhadap Anak Semakin Meningkat

Health | Sabtu, 16 Januari 2016 | 09:13 WIB

Terkini

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB