Obat Baru Kanker Ini Punya Efek Samping Tak Terduga

Dythia Novianty | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 24 Juli 2017 | 11:12 WIB
Obat Baru Kanker Ini Punya Efek Samping Tak Terduga
Obat baru kanker. [Dailymail]

Suara.com - Metode pengobatan kemoterapi dikenal dapat membuat rambut rontok. Namun, berbeda dengan 14 pasien yang semuanya diobati dengan obat baru, imunoterapi, dan memiliki efek samping yang sangat berbeda.

Pada penderita kanker paru-paru, peneliti Spanyol menemukan obat tersebut memiliki efek samping mengubah rambut berwarna abu-abu menjadi coklat.

"Kami pikir ini bisa menjadi kasus yang terisolasi," kata Dr. Noelia Rivera, seorang dermatolog di Autonomous University of Barcelona.

Perubahan dibuktikan dalam Journal of American Medical Association, yang menunjukkan pasien kanker dengan rambut abu-abu yang tiba-tiba menjadi gelap saat mengambil obat imunoterapi baru. Namun, Rivera mengatakan bahwa tim peneliti telah menemukan hal yang sama saat mereka meminta foto pasien lain yang dalam perawatan.

Ke-14 kasus tersebut termasuk di antara 52 pasien kanker paru yang diikuti, melihat apakah mereka mengembangkan efek samping buruk dari obat Keytruda, Opdivo dan Tecentriq.

Meski tak semua pasien memiliki perubahan warna, 14 kasus aneh tersebut menunjukkan bahwa ini bukanlah temuan yang terisolasi. Pada 13 pasien lainnya, rambut berubah menjadi coklat gelap atau hitam.

Semua, kecuali satu dari 14 pasien dalam penelitian di Spanyol, kini dalam kondisi stabil dalam menanggapi pengobatan dengan lebih baik daripada pasien lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggelapan rambut mungkin merupakan indikasi bahwa obat telah bekerja.

Rivera mengatakan bahwa mereka melanjutkan studi untuk mencari penjelasan dan untuk melihat apakah kasus tersebut hanyalah sebuah kebetulan.

"Ini adalah laporan menarik, salah satu hal yang muncul tiba-tiba," kata Dr. June Robinson, seorang profesor riset dermatologi Northwestern University.

Robinson mengatakan bahwa hasil tersebut harus dilihat lebih dalam. Namun ia juga memperingatkan bahwa terlalu dini untuk menyarankan agar pasien mengarah pada perawatan baru untuk pemilik rambut abu-abu.

Rivera mencatat bahwa penelitian obat tersebut memiliki efek samping yang serius sehingga membuat mereka tidak aman bagi orang sehat.

"Tetapi menurut Rivera, jika telah terkonfirmasi obat dapat mengubah warna rambut, obat yang berbeda bisa dikembangkan untuk menjadi penangkal uban," katanya.

Industri farmasi sebelumnya telah memanfaatkan efek samping obat tak terduga. Contohnya termasuk pola kebotakan lelaki, Propecia, obat penambah bulu mata, Latisse, dan suntikan anti-keriput, Botox. [Dailymail]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Imunoterapi, Metode Terkini Atasi Kanker Paru

Imunoterapi, Metode Terkini Atasi Kanker Paru

Health | Jum'at, 16 Juni 2017 | 14:27 WIB

Jangan Tertipu! Filter Rokok Tingkatkan Risiko Kanker Paru

Jangan Tertipu! Filter Rokok Tingkatkan Risiko Kanker Paru

Health | Kamis, 25 Mei 2017 | 11:32 WIB

Perokok Berisiko 20 Kali Lipat Mengidap Kanker Paru

Perokok Berisiko 20 Kali Lipat Mengidap Kanker Paru

Health | Rabu, 16 November 2016 | 19:51 WIB

Pemanis Buatan Ternyata Bisa Jadi Obat Kanker

Pemanis Buatan Ternyata Bisa Jadi Obat Kanker

Health | Sabtu, 28 Maret 2015 | 06:38 WIB

Studi: Zat Kimia Pada Semut Bisa Jadi Obat Kanker

Studi: Zat Kimia Pada Semut Bisa Jadi Obat Kanker

Health | Senin, 23 Maret 2015 | 09:27 WIB

Obat Kesuburan Tak Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Obat Kesuburan Tak Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Health | Rabu, 09 April 2014 | 19:23 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB