Kerja Shift di Malam Hari, Ini Dampaknya bagi Anda

Chaerunnisa

Senin, 04 September 2017 | 09:32 WIB
Kerja Shift di Malam Hari, Ini Dampaknya bagi Anda
Pekerja kantoran. [Shutterstock]

Suara.com - Kerja shift biasa diartikan sebagai pekerjaan pada jam tertentu yang diupayakan perusahaan untuk memaksimalkan produktivitas. Kerja shift memiliki keuntungan bagi para pekerjanya, antara lain dapat melakukan aktivitas lain di pagi dan siang hari, seperti mengurus keluarga, dan masuk kerja di malam harinya.

Meski begitu, bekerja shift di malam hari ternyata kerap membuat mereka yang menjalaninya merasa lelah. Bukti medis memang menunjukkan, jam kerja tidak teratur dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka waktu yang panjang.

Bukan tak beralasan, kerja shift ternyata dapat meningkatkan risiko gangguan tertentu dan memiliki dampak negatif bagi kesehatan pekerja, karena pada dasarnya jam internal tubuh kita dirancang untuk aktif pada siang hari dan tidur di malam hari.

Dr BV Prathibha, konsultan dokter pernapasan yang berbasis di Kent, juga menyarankan pada pelaku shift malam untuk minum obat tidur. Pasalnya, dia merawat orang-orang dengan gangguan tidur yang umum seperti sleep apnea, insomnia dan somnambulism (tidur berjalan).

Metro.co.uk berbicara kepadanya tentang mengapa mereka yang mengubah pola tidur kerap merasa sangat lelah, dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Sebagai permulaan, Dr Prathibha mengungkapkan 'jam tubuh' bukanlah mitos, dan ini sangat nyata serta sangat penting.

"Tubuh kita memiliki jam tubuh internal yang terletak di nukleus suprachiasmatik, di hipotalamus di otak. Ini secara spontan menghasilkan ritme sirkadian yang mengatur berbagai fungsi di tubuh kita, termasuk pengendalian suhu, produksi hormon, dan kondisi tidur," kata Dr Prathibha.

"Irama sirkadian (proses biologis yang menunjukkan osilasi endogen dan berulang setiap sekitar 24 jam) berjalan selama 24 jam, dan sangat dipengaruhi siklus alami cahaya dan kegelapan. Jadi tubuh biasanya terbiasa waspada dan terjaga di siang hari, dan mulai tertidur di malam hari. Kegelapan juga mendorong pelepasan hormon yang disebut melatonin, yang mendorong orang untuk tidur," sambungnya.

Lebih lanjut, Dr Prathibha mengatakan, kondisi ini yang menunjukkan mengapa orang secara alami tetap terjaga saat siang hari, dan tertidur di malam hari saat gelap.

"Orang dewasa membutuhkan satu jam tidur setiap dua jam untuk bangun, jadi sekitar delapan sampai sembilan jam sehari dari 24 jam. Ini menghasilkan tidur yang menyegarkan yang membuat kita tetap terjaga dan waspada di siang hari," jelasnya.

baca juga

Dr Prathibha juga menjelaskan, pergeseran waktu istirahat di malam hari saat sedang bepergian turut membuat seseorang merasa lelah.

"Pergeseran waktu malam menyebabkan masalah yang sama seperti saat kita bekerja di malam hari, karena tubuh seharusnya tidur. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi. Ini juga diperparah oleh fakta bahwa orang tersebut perlu tidur di siang hari, dan jam tubuh secara alami akan mulai terbangun," paparnya.

"Biasanya, pekerja shift malam tidur untuk jangka waktu yang lebih pendek daripada yang disarankan delapan sampai sembilan jam, jadi mereka memiliki periode tidur yang lebih pendek dengan kualitas buruk, mengakibatkan kurang tidur dan kehilangan waktu tidur," lanjutnya lagi.

Namun, bagaimana jika Anda tetap harus kerja shift di malam hari? Bagaimana cara yang dilakukan untuk bisa memperbaikinya?

"Seberapa baik jam tubuh kembali menyesuaikan diri dengan lingkungan baru bergantung pada sejumlah hal. Untuk jet-lag, biasanya dibutuhkan sekitar 48 jam bagi seseorang menyesuaikan diri dengan zona waktu yang baru, tapi ini juga tergantung pada seberapa cepat Anda mengubah kebiasaan tidur. Jika Anda tidur di zona waktu baru daripada mengikuti zona waktu lama, maka itu akan membantu. Anda juga bisa minum suplemen melatonin satu jam sebelum tidur di waktu baru Anda, untuk membantu mereda ke zona waktu yang baru," ungkap Dr Prathibha.

"Bagi pekerja shift, ada dua pola yang berbeda yang harus mereka sesuaikan. Pertama, waktu yang dibutuhkan untuk menyesuaikan diri dengan pola kerja baru akan tergantung pada seberapa baik mereka mempersiapkan diri untuk shift malam di waktu sebelumnya. Jadi, jika mereka memiliki tidur yang nyenyak sehari sebelum mereka memulai shift malam, ini juga tergantung pada apakah mereka bisa mendapatkan delapan sampai sembilan jam tidur di siang hari setelah malam hari," jelasnya.

"Kedua, setelah shift malam berakhir dan perubahan pola kerja, mereka harus tidur minimal dua malam penuh untuk menyesuaikan waktu. Akan lebih mudah memiliki shift dua atau tiga malam, jadi rotasi cepat, bukan seminggu penuh. Sebab setelah beberapa malam bergeser dalam rotasi singkat, membantu orang pulih lebih cepat," imbuh dia.

Sayangnya, pola kerja seseorang biasanya berada di luar kendali mereka. Selain memersiapkan dengan baik dan memiliki cukup waktu untuk memulihkan diri setelah begadang, seseorang dapat mengatasi kembali jam biologisnya.

Dr Prathibha mengatakan, melatonin dapat membantu pemulihan kondisi dalam jangka pendek. Namun, ketika kami bertanya apakah hal-hal seperti penyemprotan 'sleep spray' lavender di kamar Anda sebelum tidur bisa membantu, dia menjawabnya tidak.

"Jumlah tidur yang dibutuhkan setiap orang unik, dan sementara ada beberapa orang yang dapat berfungsi pada jam tidurnya, kita tidak dapat mengubah kebutuhan seseorang untuk tidur," tandasnya. (Metro)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pekerja Shift, Lakukan Tips Ini Agar Tetap Sehat

Pekerja Shift, Lakukan Tips Ini Agar Tetap Sehat

Health | Minggu, 30 Oktober 2016 | 10:17 WIB

Pekerja Shift, Hati-hati Diincar Penyakit Ini!

Pekerja Shift, Hati-hati Diincar Penyakit Ini!

Health | Kamis, 27 Oktober 2016 | 19:24 WIB

Awas, Pekerja Malam Diintai Penyakit Ini!

Awas, Pekerja Malam Diintai Penyakit Ini!

Health | Kamis, 28 April 2016 | 11:17 WIB

Hati-hati, Risiko Ini Mengintai Pekerja Malam

Hati-hati, Risiko Ini Mengintai Pekerja Malam

Health | Selasa, 18 November 2014 | 15:42 WIB

Awas! Kerja Shift Bisa Turunkan Kinerja Otak

Awas! Kerja Shift Bisa Turunkan Kinerja Otak

Health | Rabu, 05 November 2014 | 15:34 WIB

Studi: Bekerja 55 Jam Per Minggu Berisiko Diabetes Tipe 2

Studi: Bekerja 55 Jam Per Minggu Berisiko Diabetes Tipe 2

Health | Kamis, 25 September 2014 | 19:33 WIB

Bahayanya Lelaki Bekerja dengan Pola Shift

Bahayanya Lelaki Bekerja dengan Pola Shift

Health | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 06:45 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×