Stunting Jadi 'PR' Pemerintah dalam Bidang Kesehatan di 2018

Ardi Mandiri, Firsta Nodia

Sabtu, 23 Desember 2017 | 17:48 WIB
Stunting Jadi 'PR' Pemerintah dalam Bidang Kesehatan di 2018
Ilustrasi bayi menangis, rewel. (Shutterstock)

Suara.com - Stunting adalah suatu kondisi yang merujuk pada tubuh pendek karena kekurangan gizi kronis dalam waktu cukup lama. Penyebab bayi mengalami stunting sangat kompleks mulai dari pemberian ASI yang tidak cukup, pemberian MPASI yang tidak cukup, pengasuhan anak yang kurang tepat, faktor kondisi rumah, faktor infeksi, keamanan pangan dan air yang tak terjaga serta mutu dan gizi pangan yang buruk.

Disampaikan Guru Besar Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Purwiyatno Haryadi, MSc., stunting masih menjadi tantangan pemerintah di bidang kesehatan pada 2018 mendatang. Menurut dia, sektor yang paling harus diintervensi pemerintah adalah kaitannya dengan keamanan pangan.

"Dari sisi kesehatan bagaimana bisa mengatasi stunting  melalui bidang keamanan pangan seperti kurangnya infrastruktur air bersih. Saya lihat perlu ada investasi keamanan pangan, seperti pedagang bakso atau jajanan anak-anak," ujar Prof Purwiyatno pada Suara.com belum lama ini.

Ia melihat produksi pangan yang tidak sesuai kaidah Cara Produksi Pangan yang Baik (CPBB) menjadi tantangan keamaman pangan di Indonesia. Masih banyak pedagang makanan yang abai dengan kaidah ini dan melakukan penggunan bahan tambahan pangan yang berlebihan.

"Pemerintah harus memastikan perlindungan kesehatan publik dengan pembenahan standar keamanan pangan nasional," tambah dia.

Prof Purwiyatno mengatakan, ketika aspek keamanan pangan diperhatikan, maka risiko anak-anak akan jatuh sakit dan mengalami gizi buruk bisa dicegah.

Selain intervensi di bidang keamanan pangan, Ia juga melihat pentingnya dukungan multisektor untuk merevitalisasi posyandu. Seperti kita tahu posyandu merupakan pusat kegiatan penyuluhan di masyarakat yang turut mempengaruhi cakupan perbaikan gizi di suatu daerah.

"Stunting perlu melibatkan banyak kementerian. Justru saya kira perlu ada tim khusus untuk menangani secara khusus darurat stunting ini. Seperti misalnya merevitalisasi posyandu, dimonitor apakah penyuluhan untuk pemberian makanan pada bumil sudah tercapai. Bagaimana mengajarkan masyarakat pentingnya pemberian makanan bergizi pada anak," tambah dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keren, Bayi Ini Lahir dari Embrio yang Dibekukan 24 Tahun

Keren, Bayi Ini Lahir dari Embrio yang Dibekukan 24 Tahun

Health | Kamis, 21 Desember 2017 | 09:57 WIB

Bayi Kelainan Genetik Bisa Dideteksi Sejak di Kandungan

Bayi Kelainan Genetik Bisa Dideteksi Sejak di Kandungan

Health | Rabu, 13 Desember 2017 | 18:28 WIB

Peneliti Ungkap Polusi Udara dapat Tingkatkan Risiko Cacat Lahir

Peneliti Ungkap Polusi Udara dapat Tingkatkan Risiko Cacat Lahir

Health | Rabu, 13 Desember 2017 | 06:23 WIB

Bayi Tak Berkelamin dan Mirip Putri Duyung Telah Meninggal

Bayi Tak Berkelamin dan Mirip Putri Duyung Telah Meninggal

Health | Senin, 11 Desember 2017 | 17:47 WIB

Anak Lahir Prematur, Ayah Lebih Stres dari Ibu

Anak Lahir Prematur, Ayah Lebih Stres dari Ibu

Health | Kamis, 07 Desember 2017 | 06:38 WIB

Terkini

GJLS: Berapi-Api Rilis Official Poster, Rigen, Rispo, & Hifdzi Ngamuk Gara-Gara Gambarnya Ngeblur!

GJLS: Berapi-Api Rilis Official Poster, Rigen, Rispo, & Hifdzi Ngamuk Gara-Gara Gambarnya Ngeblur!

Entertainment | Kamis, 24 September 2026 | 17:25 WIB

Ini Akademisi yang Diundang Prabowo Bahas Lahan Gambut, Ada yang dari Nottingham University

Ini Akademisi yang Diundang Prabowo Bahas Lahan Gambut, Ada yang dari Nottingham University

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:22 WIB

Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Level Eropa, Pelatih Malaysia Buat Pernyataan Mengejutkan

Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Level Eropa, Pelatih Malaysia Buat Pernyataan Mengejutkan

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 17:22 WIB

UNIS Ucap Perpisahan Lewat Milky Way: Berharap Bertemu Lagi di Masa Depan

UNIS Ucap Perpisahan Lewat Milky Way: Berharap Bertemu Lagi di Masa Depan

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:20 WIB

Kesan Pertama Pemain Bangladesh Kali Pertama Injak Kaki di Jakarta, Takjub dengan Hal Ini

Kesan Pertama Pemain Bangladesh Kali Pertama Injak Kaki di Jakarta, Takjub dengan Hal Ini

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 17:17 WIB

Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:16 WIB

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:15 WIB

Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta

Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 17:11 WIB

iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz

iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:10 WIB

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 17:08 WIB

×