Shift Malam Bikin Perempuan Berisiko Terkena Kanker

Dythia Novianty | Risna Halidi
Shift Malam Bikin Perempuan Berisiko Terkena Kanker
Ilustrasi bekerja shift malam. [Shutterstock]

Perempuan yang bekerja shift malam memiliki peluang terkena kanker lebih tinggi.

Suara.com - Sudah banyak penelitian yang mengaitkan antara gangguan tidur dengan masalah kesehatan seperti obesitas, kerusakan DNA, kerusakan hati, dan diabetes.

Kini, sebuah penelitian terbaru yang secara khusus meneliti tentang kesehatan perempuan mengatakan bahwa perempuan yang bekerja shift malam, memiliki peluang terkena kanker lebih tinggi.

Penulis utama penelitian, Xuelei Ma dan rekannya, menganalisis hubungan antara shift malam yang dilakoni perempuan terkait dengan resiko terkena jenis kanker yang jumlahnya lusinan.

Peneliti kemudian melakukan meta-analisis dengan menggunakan data dari 61 artikel yang terdiri dari 114.628 kasus kanker dengan 3.909.152 peserta dari Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Asia.

Artikel tersebut terdiri dari 26 studi kohort, 24 studi kasus kontrol, dan 11 studi kasus kontrol tersarang. Studi ini dianalisis untuk mencari hubungan antara kerja shift malam jangka panjang dan resiko 11 jenis kanker.

Sebuah analisis lebih lanjut bahkan dilakukan oleh peneliti yang secara khusus, melihat dampak kerja shift malam jangka panjang dengan risiko enam jenis kanker di antara perempuan yang berprofesi sebagai perawat.

Secara keseluruhan, peneliti mengklaim bahwa kerja shift malam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker hingga 19 persen.

Hasil lebih spesifik adalah risiko kanker kulit hingga 41 persen, kanker payudara 32 persen dan kanker gastrointestinal sebesar 18 persen pada perempuan yang kerap mendapatkan shift malam.

Setelah stratifikasi berdasarkan lokasi, Ma menemukan, adanya peningkatan risiko kanker payudara hanya ditemukan di antara para pekerja shift malam perempuan di Amerika Utara dan Eropa.

"Kami terkejut melihat hubungan antara kerja shift malam dan kesehatan payudara hanya di kalangan perempuan di Amerika Utara dan Eropa. Ada kemungkinan perempuan di lokasi ini memiliki tingkat hormon seks yang lebih tinggi, yang secara positif terkait dengan hormon seperti kanker payudara," kata Ma seperti yang dikutip Suara.com dari Zeenews.com.

Untuk hasil penelitian risiko bekerja shift malam para perawat perempuan, peningkatan risiko kanker payudara mencapai 58 persen, kanker gastrointestinal sebesar 35 persen dan kanker paru-paru hingga 28 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak bekerja shift malam.

"Perawat yang bekerja malam sudah memiliki latar belakang medis dan mungkin lebih tinggi melakukan pemeriksaan skrining," kata Ma.

Para peneliti juga melakukan meta analisis lebih dalam. Hasilnya, lima tahun menjalani shift malam dapat membuat seorang perempuan memiliki risiko terkena kanker payudara lebih tinggi lagi 3.3 persen.

"Dengan sekumpulan data sebelumnya, kami menemukan kerja shift malam positif selaras dengan risiko beberapa kanker umum pada perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan, perlunya program kesehatan bagi pekerja shift malam perempuan dalam jangka panjang," kata Ma.

Temuan ini telah diterbitkan oleh Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, sebuah jurnal dari American Association for Cancer Research.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS