Awas, Mata Kering Bisa Picu Kerusakan Permanen

Vania Rossa, Firsta Nodia

Sabtu, 21 April 2018 | 19:00 WIB
Awas, Mata Kering Bisa Picu Kerusakan Permanen
Ilustrasi mata, mata sehat, perawatan sekitar mata. (Shutterstock)

Suara.com - Beraktivitas di luar ruangan, berada di lingkungan berpolusi seperti Jakarta, atau terkena debu dan asap rokok, rentan memicu gangguan pada mata, mulai dari mata kering, perih, terasa mengganjal, lelah, atau mudah merah.

Jangan anggap sepele gangguan pada mata seperti ini, karena bisa memicu kerusakan yang lebih serius.

Disampaikan dr. Nina Asrini Noor, SpM, spesialis mata dari Jakarta Eye Center, bila dibiarkan, komplikasi yang lebih berat juga mungkin terjadi, salah satunya infeksi kornea yang bisa mengakibatkan timbulnya kerusakan permanen.

"Pada awalnya, mata kering terkesan sebagai gangguan mata ringan yang membuat ketidaknyamanan saat beraktivitas sehari-hari. Para penderita merasa cukup bisa mengatasinya dengan obat tetes mata. Namun, lambat laun, bisa menimbulkan ketergantungan pada obat tetes mata, bahkan sampai menurunkan kualitas hidup," ujar dr. Nina dalam keterangan pers, Sabtu (21/4/2018).

Nina menambahkan, dibanding laki-laki, masalah mata kering lebih rentan diidap perempuan, terutama yang berusia di atas 50 tahun. Alasannya, kadar hormon estrogen yang menurun dan tingkat hormon androgen yang semakin rendah memberi pengaruh pada keseimbangan produksi air mata.

Untuk mendeteksi mata kering, beberapa metode bisa menjadi pilihan, mulai dari kuesioner, Schirmer Test untuk menilai volume air mata, Tear Break Up Time (TBUT) untuk menilai stabilitas air mata, Ocular Surface Staining untuk menilai derajat peradangan dan kerusakan permukaan mata, sampai Tearscope dan Meibography untuk menilai kondisi kelenjar meibom di kelopak mata.

“Meski belum mengalami gejala tertentu, sebaiknya pemeriksaan mata dilakukan secara berkala dan menyeluruh agar risiko mata kering bisa dihindari, atau segera teratasi,” tambah dr. Nina.

Selain menyediakan pemeriksaan yang komplet tadi, bagi para penderita mata kerig, JEC menghadirkan Dry Eye Service sebagai sentra pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memberikan diagnosis sekaligus perawatan mata kering secara komprehensif.

Layanan E-Eye Intense Pulse Light (IPL) Therapy menjadi salah satu solusi mutakhir yang ditawarkan. Difokuskan untuk terapi MGD, teknologi ini memungkinkan stimulasi sekaligus perbaikan fungsi kelenjar Meibom sehingga kualitas lapisan minyak (lipid) meningkat dan kadar penguapan air mata berkurang.

baca juga

Dalam peringatan Hari Kartini, RS Mata JEC merayakannya dengan kegiatan pemeriksaan mata secara gratis yang menyasar 1.000 perempuan dari berbagai kalangan dan latar profesi, meliputi pengecekan mata kering, glaucoma, katarak, dan retina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Sederhana Jaga Kesehatan Mata Anda

Cara Sederhana Jaga Kesehatan Mata Anda

Health | Minggu, 08 April 2018 | 10:43 WIB

Ini Beda Katarak dan Glaukoma

Ini Beda Katarak dan Glaukoma

Health | Selasa, 23 Februari 2016 | 09:34 WIB

Terlalu Lama Menatap Komputer Sebabkan Mata Kering

Terlalu Lama Menatap Komputer Sebabkan Mata Kering

Health | Selasa, 17 Juni 2014 | 14:27 WIB

Terkini

Lapas Rawan Pungli, Andreas Pareira Desak KemenImipas Optimalkan Kontrol Digital

Lapas Rawan Pungli, Andreas Pareira Desak KemenImipas Optimalkan Kontrol Digital

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:30 WIB

5 Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Leo Saat Sedang Gengsi

5 Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Leo Saat Sedang Gengsi

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 14:30 WIB

Feminin Aura! Varian Parfum Wardah yang Bikin Vibes Soft Girl Auto Menguar

Feminin Aura! Varian Parfum Wardah yang Bikin Vibes Soft Girl Auto Menguar

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 14:30 WIB

Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila

Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:29 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Diperluas Radius 505 Km, Jalur Udara Masih Terhalang Abu Vulkanik

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Diperluas Radius 505 Km, Jalur Udara Masih Terhalang Abu Vulkanik

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 14:28 WIB

Panduan Posisi Pasang Outdoor AC yang Benar, agar Tidak Cepat Panas dan Hemat Energi

Panduan Posisi Pasang Outdoor AC yang Benar, agar Tidak Cepat Panas dan Hemat Energi

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 14:28 WIB

Gaji PM Singapura Naik Jadi Rp49,8 Miliar, Berapa Gaji Presiden Prabowo?

Gaji PM Singapura Naik Jadi Rp49,8 Miliar, Berapa Gaji Presiden Prabowo?

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 14:26 WIB

Update Terbaru Harga Motor Kawasaki dan Modenas 2026: KLX150 Sekarang Berapa?

Update Terbaru Harga Motor Kawasaki dan Modenas 2026: KLX150 Sekarang Berapa?

Otomotif | Rabu, 09 September 2026 | 14:25 WIB

5 Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau Belum Ditemukan, Polisi Siapkan Posko Antemortem

5 Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau Belum Ditemukan, Polisi Siapkan Posko Antemortem

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:24 WIB

Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau

Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:21 WIB

×