Ayah Baru Juga Bisa Depresi Pascamelahirkan?

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 22 April 2018 | 18:14 WIB
Ayah Baru Juga Bisa Depresi Pascamelahirkan?
Ilustrasi ayah baru ternyata bisa mengalami depresi pascamelahirkan. (Shutterstock)

Memang, mendefinisikan depresi pascamelahirkan telah menjadi fokus para ahli selama berabad-abad, mereka harus melawan stigma sosial yang mencegah banyak perempuan dari mengakui mereka memiliki masalah.

Perempuan yang diganggu oleh kesedihan, kecemasan dan pikiran untuk bunuh diri yang terkait dengan kondisi ini, pertama kali dicatat oleh Hippocrates pada 400 SM. Ini telah lama ada di kepala mereka, yang membuat mereka cenderung menyalahkan diri mereka sendiri.

Dalam lima tahun terakhir, beberapa penelitian telah menunjukkan bukti adanya hubungan yang lama, antara depresi pascamelahirkan dan fluktuasi hormonal yang umum terjadi pada perempuan setelah melahirkan, yang membawa legitimasi medis yang lebih besar untuk diagnosis.

Namun, para peneliti masih belum dapat mengatakan seberapa besar peran hormon dapat bermain terhadap faktor-faktor lain seperti stres, kurang tidur dan riwayat penyakit mental.

"Apa yang saya anggap penting adalah anggapan bahwa lelaki tidak melalui perubahan hormon yang liar, seperti yang dialami perempuan," kata Will Courtenay, seorang psikolog dan penulis buku "Dying to Be Men: Psychosocial, Environmental dan Biobehavioural Directions in Promoting The Health of Men and Boys.

"Ini bukan hanya testosteron yang berfluktuasi pada ayah baru, tetapi juga hormon lain yang kita tahu terkait pada perempuan yang baru melahirkan, termasuk estradiol dan prolaktin," katanya.

"Perempuan juga tidak sendirian dalam menghadapi stigma seputar penyakit mental. Ada mitos yang sangat kuat di banyak negara, bahwa lelaki tidak boleh mengalami depresi, atau jika mereka merasakannya, mereka tidak boleh mengungkapkannya. Akibatnya, laki-laki cenderung mudah mengalami depresi," kata Courtenay.

Pada 2007, Courtenay mendirikan Postpartummen.com sebagai tempat berkumpul bagi para ayah baru yang berjuang dengan masalah kesehatan mental. Hari ini, situs tersebut menawarkan sumber daya untuk lelaki yang mencari bantuan. Postpartum Support International juga menjadi tuan rumah konsultasi telepon gratis untuk ayah pada Senin pertama setiap bulan.

Mereka setuju bahwa terlalu sedikit perhatian telah diberikan kepada peran laki-laki dalam diskusi pascamelahirkan. Dr Jennifer L. Payne, direktur Pusat Gangguan Suasana Hati Perempuam di Johns Hopkins School of Medicine, mengatakan penelitian baru ini membantu menjelaskan peran pasangan dan hormon dalam kondisi tersebut, tetapi tidak menyebutkan apa yang dialami lelaki sebagai depresi pascamelahirkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Menyenangkan Tangkal Depresi, Makan Sayur dan Buah Segar!

Cara Menyenangkan Tangkal Depresi, Makan Sayur dan Buah Segar!

Health | Jum'at, 20 April 2018 | 10:50 WIB

Dua Kali Gagal Ujian, Dokter Molyono Lompat dari Lantai 8 Plaza

Dua Kali Gagal Ujian, Dokter Molyono Lompat dari Lantai 8 Plaza

News | Kamis, 12 April 2018 | 17:33 WIB

Awas, Mendadak Berhenti Olahraga Bisa Bikin Depresi!

Awas, Mendadak Berhenti Olahraga Bisa Bikin Depresi!

Health | Jum'at, 23 Maret 2018 | 18:45 WIB

Terkini

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB