Tips Mengembalikan Mood dan Kebugaran Tubuh Usai Libur Panjang

Ririn Indriani | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Jum'at, 29 Juni 2018 | 19:09 WIB
Tips Mengembalikan Mood dan Kebugaran Tubuh Usai Libur Panjang
Ilustrasi kembali bugar untuk menjalani rutinitas setelah libur panjang. (Shutterstock)

Suara.com - Setelah libur panjang, Anda akan menghadapi kenyataan bahwa waktu bersantai telah berakhir dan harus kembali ke aktivitas sehari-hari, itu artinya kebugaran tubuh dan mood pun harus segera pulih setelah lelah menikmati waktu liburan.

Ini sangat penting untuk diperhatikan karena ketika kembali menjalani rutinitas seharu-hari tubuh membutuhkan energi dan performa yang prima.

Edward Yong, seorang konsultan kesehatan, berbagi beberapa tips yang dapat membantu memulihkan tubuh dari kelelahan setelah libur panjang dan siap memulai hari-hari produktif lagi.

"Penting sekali bagi kita mengembalikan kebugaran tubuh sebelum memulai bekerja dan beraktivitas kembali. Optimalnya, sediakan setidaknya 24 jam sebelum memulai hari pertama bekerja," ujar Edward dalam rilis yang diterima Suara.com dari Amlife.

Kenyataannya, setelah libur panjang Anda sering merasa lelah dan enggan untuk beraktivitas, sekalipun aktivitas kecil yang belum memadat pada minggu pertama bekerja. Hal ini lumrah dikenal sebagai "Jet Lag Sosial", karena selama liburan, pola dan gaya hidup kita berubah.

Tidur larut malam, mematikan alarm di pagi hari sehingga bangun lebih siang, sering mengonsumsi junk food atau camilan, ditambah jarang berolahraga menjadi gaya hidup baru Anda selama liburan. Kondisi ini membuat tubuh kita melawan ritme sirkadian dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk beradaptasi dan kembali normal.

Edward menyarankan, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengatur ulang pikiran dengan mengatakan bahwa liburan hampir usai. Anda bisa melakukan meditasi atau mengikuti kelas yoga sebagai cara alami untuk menenangkan tubuh dan perlahan mengembalikan mood untuk kembali bekerja.

Menenangkan pikiran melalui yoga dan meditasi juga membantu untuk memacu tingkat produksi hormon serotonin (hormon kebahagiaan) di dalam tubuh. Kalau Anda bukan tipe orang yang biasa melakukan yoga, cobalah cara lain untuk berolahraga, seperti berjalan kaki jarak jauh atau mengikuti kelas dance sebagai alternatif.

Dengan berolahraga, otak akan melepaskan hormon endorfin serta dapat membantu membuat otot menjadi rileks dan menurunkan tekanan pada tubuh.

Setelah kembali dari perjalanan panjang liburan atau mudik dari kampung halaman atau mengalami kepadatan musim liburan, sangatlah penting untuk kita mengembalikan kebugaran dan menghadiahi tubuh kita dengan tidur yang berkualitas.

Edward menyebutkan, ada tiga elemen dalam tidur yang berkualitas, yaitu durasi, kontinuitas dan tingkat kenyenyakan. Untuk mengoptimalkan ketiga elemen tersebut, Anda harus mempertimbangkan kenyamanan, yang sangat berkaitan dengan kualitas tempat tidur atau matras tidur.

Ia menyarankan untuk menggunakan peralatan tidur yang kondusif dan mulai menggunakan matras yang baik dengan sifat peremajaan. Edward mengatakan sebuah matras tidur dengan terapi potensial elektrik dengan tingkat kenyamanan tertinggi dan tubuh dapat memperbaiki dirinya sendiri hanya dengan menggunakan matras tidur ini.

Dr. Maki Takada dari Universitas Toho, Jepang, yang merupakan Doktor kimia yang ternama, mengatakan bahwa ion negatif pada terapi potensial elektrik memiliki pengaruh yang sempurna untuk cairan tubuh, serta sel dan saraf.

Ketika tubuh sedang berada dalam jangkauan elektrik negatif, ion kalsium dan ion sodium dalam peredaran darah pada tubuh akan meningkat, sehingga hal ini dapat memurnikan tubuh kembali dan mengubah ion kalsium dan ion sodium menjadi alkalin ringan.

Menteri kesehatan Jepang melabeli matras tidur sebagai alat kesehatan yang dapat menyembuhkan 8 gejala penyakit, di antaranya sakit kepala, insomnia berat, nyeri bahu atau leher, sembelit, gangguan pencernaan, tangan dan kaki kesemutan, nyeri saraf atau otot, dan kelelahan kronis yang mungkin terjadi karena adanya perubahan gaya hidup selama liburan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buah Ini, Cara Laura Basuki Jaga Kebugaran

Buah Ini, Cara Laura Basuki Jaga Kebugaran

Lifestyle | Selasa, 23 Mei 2017 | 17:45 WIB

Tetap Seksi Usai Melahirkan dengan Latihan 'Body Pump'

Tetap Seksi Usai Melahirkan dengan Latihan 'Body Pump'

Lifestyle | Kamis, 12 Januari 2017 | 19:27 WIB

Efek Negatif dan Positif Kopi pada Mood Seseorang

Efek Negatif dan Positif Kopi pada Mood Seseorang

Health | Minggu, 23 Oktober 2016 | 08:04 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB