Terungkap, Ini Manfaat Terapi Berteriak bagi Mental

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Minggu, 12 Agustus 2018 | 06:17 WIB
Terungkap, Ini Manfaat Terapi Berteriak bagi Mental
Ilustrasi perempuan berteriak. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, terapi berteriak atau terapi primal cukup penting, terutama seiring dengan adanya perubahan gaya hidup dan kebiasaan.

Ditemukan oleh Dr Arthur Janov, terapi berteriak melibatkan penggunaan semua energi Anda untuk mendapatkan saluran emosional.

"Ini pada dasarnya berarti bahwa kita semua lahir dengan kebutuhan. Ketika kebutuhan dasar ini tidak dipenuhi, kita akan terluka. Ketika rasa sakit itu cukup besar, membekas dalam otak, rasa sakit biasanya akan cenderung ditahan. Melalui terapi berteriak, rasa sakit ini akan dilepaskan. Rasa menyakitkan yang kita rasakan akan kita temukam keberadaannya dari otak," kata Dr. Arthur dalam video berjudul 'Apa itu terapi primal?' dilansir Times of India.

Banyak psikolog percaya bahwa berteriak bersifat terapeutik. Setelah Anda menemukan jalan untuk membiarkan semua yang Anda rasakan benar-benar keluar, otak Anda secara otomatis akan merasa rileks.

Apa pun yang Anda rasakan, yang telah menyebabkan pembentukan emosi, harus muncul sebelum berubah menjadi gangguan.

Dalam sebuah wawancara Gin Love Thompson, Ph.D., seorang psikoterapis, berbicara tentang sifat penyembuhan dari terapi berteriak.

Menurutnya, terapi ini bisa dilakukan oleh mereka yang sering dibungkam berulang kali, diintimidasi, korban kekerasan dalam rumah tangga yang tidak bisa berteriak ketika diserang, siapa saja yang telah menderita bullying yang parah, siapa pun yang berurusan dengan kesedihan atau masalah psikologis umum seperti depresi dan kegelisahan.

"Terapi berteriak atau pelepasan awal memiliki potensi untuk menjadi terapeutik yang bermanfaat," ujarnya.

Tetapi, pada saat yang sama, yang perlu dicatat adalah bahwa terapi berteriak tidak bekerja untuk semua orang dan tidak boleh dilakukan sendiri. Terapi berteriak perlu dilakukan secara metodis, karena jika tidak, ini bisa dilakukan dengan kesalahan dan menyebabkan kerusakan parah secara psikologis.

baca juga

Jika terapi berteriak dicoba tanpa bimbingan yang tepat, misalnya, jika pasien berada pada tahap lemah atau tidak siap untuk melakukan hal ini, efeknya malah dapat menyebabkan kerusakan psikologis permanen.

Ini berarti bahwa kadang-kadang, pasien dapat menjadi terlalu bergantung pada bentuk terapi ini dan mungkin menemukan hiburan dalam teriakan setiap kali mereka merasakan ketidaknyamanan mental.

Oleh karena itu, sebelum mencoba terapi berteriak, disarankan untuk terlebih dahulu mengidentifikasi akar penyebab rasa sakit yang Anda rasakan an apakah itu dapat diberantas dengan bentuk terapi lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Baru Seminggu Terapi, Demi Lovato Kok Sudah Keluar Rehabilitasi?

Baru Seminggu Terapi, Demi Lovato Kok Sudah Keluar Rehabilitasi?

Entertainment | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 17:15 WIB

Ternyata Ini Lho Manfaat Forest Bathing

Ternyata Ini Lho Manfaat Forest Bathing

Health | Rabu, 25 Juli 2018 | 09:47 WIB

Mari, Perbaiki Tulang Melengkung Dengan Bracing

Mari, Perbaiki Tulang Melengkung Dengan Bracing

Health | Selasa, 17 Juli 2018 | 21:46 WIB

Terkini

Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus

Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus

Kaltim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:43 WIB

iPad Lipat Apple Disebut Mirip Huawei MateBook Fold?

iPad Lipat Apple Disebut Mirip Huawei MateBook Fold?

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:22 WIB

Nubia REDMAGIC 12 Pro+ Menggoda Gamer, Layar Tanpa Notch dan Kipas 25.500 RPM

Nubia REDMAGIC 12 Pro+ Menggoda Gamer, Layar Tanpa Notch dan Kipas 25.500 RPM

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Periklindo Minta Kepastian Kebijakan Insentif Motor Listrik Demi Kelangsungan Industri

Periklindo Minta Kepastian Kebijakan Insentif Motor Listrik Demi Kelangsungan Industri

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:06 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Akibat Paparan Matahari Usia 45 Tahun

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Akibat Paparan Matahari Usia 45 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:05 WIB

PT Timah Pertimbangkan Opsi Buyback Saham TINS dengan Prinsip Hati Hati

PT Timah Pertimbangkan Opsi Buyback Saham TINS dengan Prinsip Hati Hati

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak

Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Kejurnas Catur ke-51 Digelar di Banten, PB Percasi Punya Misi Besar

Kejurnas Catur ke-51 Digelar di Banten, PB Percasi Punya Misi Besar

Sport | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:56 WIB

×