Baru 25 Persen Penyandang Disabilitas di Indonesia yang Mandiri

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Rabu, 15 Agustus 2018 | 13:30 WIB
Baru 25 Persen Penyandang Disabilitas di Indonesia yang Mandiri
Ilustrasi penyandang disabilitas. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Penyandang disabilitas ternyata belum mendapat hak untuk hidup setara seperti yang lain di Indonesia. Hal ini tampak dari data Bappenas yang menyebut bahwa baru 25 persen penyandang disabilitas yang bisa bekerja baik di sektor formal dan informal.

Dari jumlah tersebut, sekitar 39.9 persen penyandang disabilitas bekerja sebagai petani, 32.1 persen sebagai buruh, 15.1 persen di sektor jasa dan sisanya di perusahaan swasta maupun wiraswasta. Sebenarnya, beberapa perusahaan start up telah mulai memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas seperti Gojek, Thisable Entreprise dan Ojek Difa di Yogyakarta.

Disampaikan Deputi Menteri Bappenas bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Pungky Sumadi, penyerapan kerja penyandang disabilitas yang masih rendah dipicu karena sudut pandang masyarakat mengenai para difabel. Hal ini menjadi PR bagi pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja yang ramah bagi semua orang termasuk penyandang disabilitas.

"Mereka kerap dianggap tidak mampu mandiri apalagi bekerja selayaknya orang normal. Itu sebabnya mereka kerap dipandang remeh ketika melamar pekerjaan," ujar Pungky dalam Dialog Nasional Sinergi Kelompok Aksi Ketenagakerjaan Inklusif, Selasa (15/8/2018).

Untuk memaksimalkan penyerapan tenaga kerja dari penyandang disabilitas, pemerintah menggandeng pihak swasta yakni Rajawali Foundation dan Transformasi untum melaksanakan proyek Sinergi yang fokus menyasar 400 kaum muda kurang mampu dan penyandang disabilitas di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Demak.

"Salah satu wujud dari program tersebut di antaranya membekali kaum muda kurang mampu secara ekonomi dan rentan yang disesuaikan dengan minat, bakat, serta kebutuhan pasar kerja," ujar Agung Binantoro dari Rajawali Foundation.

Program ini, lanjut dia, mengutamakan kaum muda berusia 18-34 tahun yang kurang mampu secara ekonomi dan rentan dengan mempertimbangkan perempuan, kesetaraan gender, dan penyandang disabilitas ke dalam pasar tenaga kerja di Indonesia.

"Kami berharap program ini mampu menyasar 200 ribu kaum muda kurang mampu dan penyandang disabilitas di enam provinsi di Indonesia hingga akhir program ini," tandas dia

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mobil Penyandang Disabilitas Bebas dari Sanksi Ganjil-Genap

Mobil Penyandang Disabilitas Bebas dari Sanksi Ganjil-Genap

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 13:41 WIB

Pemerintah Dorong Pembangunan Kota Ramah Disabilitas

Pemerintah Dorong Pembangunan Kota Ramah Disabilitas

News | Senin, 30 Juli 2018 | 16:27 WIB

Risnawati : WNI Pertama Jadi Anggota Komite Disabilitas di PBB

Risnawati : WNI Pertama Jadi Anggota Komite Disabilitas di PBB

wawancara | Selasa, 10 Juli 2018 | 09:49 WIB

Halalbihalal, Penyandang Tunanetra Doakan Anies Jadi Presiden

Halalbihalal, Penyandang Tunanetra Doakan Anies Jadi Presiden

News | Kamis, 21 Juni 2018 | 11:50 WIB

Civil Society Siapkan 3 Bus Mudik Khusus Disabilitas

Civil Society Siapkan 3 Bus Mudik Khusus Disabilitas

News | Minggu, 03 Juni 2018 | 01:15 WIB

Tanpa Dua Kaki, Ni Made Ratni Sukses Jadi Atlet Rugby Nasional

Tanpa Dua Kaki, Ni Made Ratni Sukses Jadi Atlet Rugby Nasional

Bisnis | Senin, 19 Februari 2018 | 10:45 WIB

Terkini

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

×