Didera Batuk Usai Pulang Ibadah Haji, Perlu Penanganan Khususkah?

Silfa Humairah Utami | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 12 September 2018 | 10:44 WIB
Didera Batuk Usai Pulang Ibadah Haji, Perlu Penanganan Khususkah?
Ilustrasi perempuan menderita flu dan batuk. (Shutterstock)

Suara.com - Setelah menjalani ibadah haji selama kurun waktu sebulan lamanya, tibalah saatnya para jamaah kembali ke negaranya masing-masing, perbedaan iklim antara tanah suci Mekkah dengan Indonesia membuat para jamaah haji didera gangguan kesehatan salah satunya batuk.

Menurut pengakuan Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD KGEH, MMB, dari FKUI RSCM yang pernah bertugas menjadi tim haji baik Rombongan Haji Reguler maupun Haji khusus (ONH plus) sekitar 80 persen jamaah haji pasti mengalami batuk saat berada di tanah suci, bahkan kondisi ini tetap terjadi sampai jamaah kembali ke tanah air.

Dokter Ari pun mencoba menjelaskan mengapa batuk menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling sering diidap para jamaah haji. Menurut dia, batuk dapat terjadi karena adanya rangsangan pada saluran pernapasan. Batuk juga merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran napas.

"Batuk yang terjadi bisa batuk produktif dengan banyak lendir atau dahak atau juga bisa batuk tanpa dahak atau batuk kering. Batuk terjadi juga bisa saja karena memang jamaah tersebut sudah mempunyai permasalahan pada paru sebelumnya misal berupa bronkitis, sinusitis atau asma bronkiale yang memburuk saat berada di tanah suci," ujar dr Ari dalam rilis resmi yang diterima Suara.com, Rabu (12/9/2018).

Rangsangan yang menyebabkan batuk sendiri dapat terjadi karena berbagai hal, salah satunya karena adanya iritasi pada saluran napas atas atau karena infeksi virus, bakteri atau jamur maupun karena reaksi alergi karena debu atau asap. Naiknya asam lambung kata dr Ari juga bisa menjadi penyebab batuk.

Perbedaan cuaca di tanah air dengan Mekah juga dapat mencetuskan iritasi di saluran pernapasan atas. Hal ini kata dr Ari dapat diperparah jika jamaah haji kurang minum sehingga tenggorokan terasa kering dengan aktivitas zikir dan berdoa yang banyak dilakukan di tanah suci.

"Selain batuk maka kondisi ini juga bisa membuat peradangan pada pita suara sehingga para jamaah yang mengalami kondisi tersebut suaranya menjadi serak," tambah dia.

Lalu bagaimana mengatasi batuk setelah sampai di tanah air? Menurut dr Ari beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi batuk tersebut antara lain usahakan istirahat yang cukup, konsumsi air putih cukup terutama air hangat, hindari makanan yang berminyak, dan hindari minuman yang terlalu manis dan dingin.

Jika gangguan batuk masih berlanjut hingga lebih dari dua minggu, maka segeralah berobat ke dokter. Anda mungkin akan disarankan untuk melakukan foto thoraks untuk menilai kondisi paru. Dari pemeriksaan inilah dokter dapat menilai apakah batuk yang Anda alami disebabkan oleh infeksi, alergi atau karena asam lambung berlebih. Pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebab dari kondisi batuk tersebut.

"Jika batuk karena infeksi perlu antibiotika, jika karena ada unsur alergi perlu obat anti alergi, jika batuk karena sakit kronis (seperti bronchitis, sinusitis, asma bronkiale) yang kambuh maka penyakit dasarnya harus diobati dan jika karena asam lambung yang berlebih perlu obat-obat penekan asam lambung," tandas dia.

Jadi jangan sepelekan batuk yang Anda rasakan, setelah menjalani ibadah haji selama kurun waktu sebulan lamanya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Dia Resep Ramuan Herbal untuk Redakan Batuk

Ini Dia Resep Ramuan Herbal untuk Redakan Batuk

Health | Rabu, 05 September 2018 | 15:15 WIB

7 Seleb Cantik Ini Berhijab setelah Pulang dari Tanah Suci

7 Seleb Cantik Ini Berhijab setelah Pulang dari Tanah Suci

Entertainment | Jum'at, 31 Agustus 2018 | 20:00 WIB

Melawan Batuk dan Pilek, Jangan Langsung Konsumsi Antibiotik

Melawan Batuk dan Pilek, Jangan Langsung Konsumsi Antibiotik

Health | Jum'at, 24 Agustus 2018 | 08:28 WIB

Terkini

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB