Ibu Malas Makan Ikan Bikin Angka Stunting di Indonesia Tinggi

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 11 Oktober 2018 | 15:42 WIB
Ibu Malas Makan Ikan Bikin Angka Stunting di Indonesia Tinggi
Ilustrasi ibu hamil makan ikan [shutterstock]

Suara.com - Sebagai negara kepulauan, Indonesia dikelilingi oleh perairan. Hal ini membuat negara kita memiliki pasokan ikan yang melimpah. Namun sayangnya, data yang dihimpun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama 2017, menyebut bahwa tingkat konsumsi ikan di Indonesia baru mencapai 47,35 kilogram per kapita per tahun.

Angka ini relatif rendah dibandingkan negara maju, misalnya Singapura 80 kilogram per kapita per tahun, Malaysia 70 kilogram per kapita per tahun, dan Jepang yang mencapai hampir 100 kilogram per kapita per tahun.

Konsumsi ikan yang rendah ini turut memengaruhi tingginya angka stunting yang masih membayangi Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan prevalensi balita (bawah lima tahun) stunting di Indonesia mencapai 37 persen.

"Ironinya, ikan sebagai sumber protein yang berlimpah di Indonesia, tidak dimakan sama ibu hamil. Justru ikan asin yang nutrisinya sudah tidak ada tapi tinggi garam yang dikonsumsi. Ini PR kita bersama untuk menggalakkan makan ikan untuk mengatasi stunting," ujar Doddy Izwardy, Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dalam Peluncuran Jejaring I-PLAN, Kamis (11/10/2018).

Doddy menambahkan, kampanye untuk mengonsumsi ikan sebagai sumber protein tak hanya digalakkan untuk ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting, namun juga pada remaja di Indonesia. Menurut dia, konsumsi tablet tambah darah yang digaungkan saat hamil tidak akan berfungsi jika tanpa disertai asupan protein.

"Ikan itu sumber protein yang lengkap dan enak. Cuma memang sekarang orang terbiasa makannya yang cepat saji, yang olahan, tapi nutrisinya nggak ada. Jadi memang kita harus berikan pemahaman bahwa konsumsilah ikan sebagai sumber protein yang murah dan lengkap," tambah Doddy.

Namun upaya pencegahan stunting dengan mengonsumsi ikan harus dihadapkan dengan masalah kerugian pangan pascapanen ikan yang mencapai 75 ribu-125 ribu ton per tahun karena rusak. Jika dikonversikan dengan protein, kerusakan ikan ini menyebabkan hilangnya asupan protein sebesar 16.500 - 27.500 ton per tahun yang seharusnya dapat memenuhi kebutuhan 2,7 -4,.4 juta anak.

Menurut Ravi Menon, Country Manager GAIN untuk Indonesia, kerugian pangan pascapanen ikan segar ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya karena rendahnya penerapan pascapanen yang baik sehingga kualitas ikan untuk konsumsi masyarakat pun terbilang masih rendah.

"Saat ini teknologi yang tepat untuk menyimpan, memasarkan, dan mendistribusikan ikan masih kurang di Indonesia. Itu sebabnya kami mencari solusi dengan mengadakan kompetisi ide teknologi atau inovasi baru yang dapat diadopsi oleh pelaku rantai pasokan ikan segar lokal untuk mengurangi kerugian pangan pascapanen bertajuk Innovation Challenge," tandas Menon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ikan Tak Lagi Bernutrisi Jika Disimpan dengan Cara Ini

Ikan Tak Lagi Bernutrisi Jika Disimpan dengan Cara Ini

Lifestyle | Kamis, 11 Oktober 2018 | 15:30 WIB

3 Alasan Mengapa Makan Ikan Dianjurkan untuk Kesehatan

3 Alasan Mengapa Makan Ikan Dianjurkan untuk Kesehatan

Health | Senin, 08 Oktober 2018 | 15:30 WIB

Jika Dibiarkan, Anak Picky Eater Berisiko Stunting

Jika Dibiarkan, Anak Picky Eater Berisiko Stunting

Health | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 12:19 WIB

Terkini

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB