6 Hal Yang Harus Lelaki Ketahui Tentang Kanker Penis

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 05 November 2018 | 14:45 WIB
6 Hal Yang Harus Lelaki Ketahui Tentang Kanker Penis
Ilustrasi selangkangan, penis. (Shutterstock)

Suara.com - Siapa saja yang berpotensi terkena kanker penis? Menurut ahli urologi James Wysock, M.D., lelaki yang tidak disunat, memiliki riwayat kutil penis, teruji positif HPV, atau jika pernah mendapatkan adanya area abnormal pada penis, maka Anda mungkin perlu waspada. Ahli urologi yang telah melihat keganasan kanker penis ini memberi 6 poin penting seputar kanker penis.

1. Kanker penis sangat jarang terjadi
Angka kanker penis terhitung kurang dari satu persen dari semua jenis kanker. Namun, di negara-negara tanpa sumber daya perawatan kesehatan yang memadai, tingkat diagnosis kanker penis dapat mencapai 10-20 persen.

2. Tidak sunat dan paparan HPV adalah faktor risiko utama kanker penis
Kanker penis hampir tidak pernah terjadi pada lelaki yang disunat. Sedangkan pada lelaki yang memiliki kulup yang utuh, ririko kanker penis melonjak dua kali lipat. Faktor risiko lain adalah infeksi virus HPV penyebab kutil kelamin. HPV juga merupakan faktor utama kanker serviks pada perempuan. HPV dapat dideteksi pada 30-50 persen kejadian karsinoma penis.

Terutama ketika tidak dibersihkan secara rutin, area kulup pada penis bisa menjadi zona berbahaya, di mana virus berbahaya, seperti HPV atau HIV, dapat terperangkap dan berkembang biak.

3. Kanker penis biasanya didiagnosis pada lelaki yang lebih tua
Lelaki berusia 60 tahun atau lebih adalah populasi usia paling berisiko untuk kanker penis, sedangkan kasus kanker penis di antara lelaki yang lebih muda sangat jarang terjadi.

4. Gejala yang paling umum adalah perubahan kulit pada penis
Meskipun kanker biasanya ditandai dengan kehadiran kutil, tumor penis juga bisa muncul sebagai area merah datar di kepala penis, atau di sepanjang penis dan kulup. Area ini mungkin memiliki batas yang tegas dan relatif tidak menimbulkan rasa sakit. Kanker juga dapat bermanifestasi sebagai ruam atau lesi yang terinfeksi, mirip dengan yang dihasilkan dari penyakit menular seksual seperti herpes. Lesi ini bisa terasa menyakitkan dan menyebabkan demam. Jika penyakitnya lebih parah, dapat menyebabkan penyumbatan saluran kemih atau penyebaran metastasis ke kelenjar getah bening dan selangkangan.

5. Perawatan kanker penis dapat menyebabkan penghilangan sebagian atau seluruh penis
Di AS, kanker penis dapat disembuhkan sekitar 80-90 persen. Strategi pengobatan biasanya dimulai dengan mengambil biopsi jaringan dari penis, hanya menusuk sedikit dengan bantuan anestesi, untuk memastikan apakah itu kutil, ruam, atau lesi. Dari sana, pasien umumnya menjalani salah satu dari dua operasi, yaitu penile sparing surgery (penektomi parsial) jika kanker masih di tahap awal; atau complete removal of the penile gland (penektomi) jika kanker penis sudah pada stadium yang lebih lanjut.

Tujuan penektomi parsial adalah untuk mempertahankan panjang penis yang memungkinkan pria untuk buang air kecil berdiri. Jika tidak, mungkin lebih baik untuk mengangkat seluruh penis. Kemoterapi topikal juga digunakan ketika dilakukan usaha untuk mempertahankan penis.

Dalam kasus penektomi lengkap, penghilangan penis umumnya diikuti dengan prosedur yang disebut urethrostomy perineum, di mana operasi memindahkan saluran keluar urin ke belakang skrotum, sehingga pasien bisa buang air kecil melalui titik itu sambil duduk. Dalam beberapa situasi, penciptaan neo-phallus, prosedur operasi plastik yang rumit, menggunakan otot dari bagian lain dari tubuh, seperti lengan bawah atau kakinya, untuk membuat penis baru.

Ketika ada bahaya metastasis, tingkat perawatan berikutnya memerlukan diseksi kelenjar getah bening pangkal paha, di mana dokter membuat sayatan selangkangan untuk menghilangkan kemungkinan penyebaran kanker penis. Prosedur ini dapat melibatkan risiko pembengkakan kaki permanen, yang dikenal sebagai lymphedema.

6. Prognosis jangka panjang cukup baik
Jika diketahui pada tahap di mana kanker dapat sepenuhnya diatasi, prognosis atau kekambuhan kanker penis sangat baik. Tapi bagaimana pun, meningkatkan pemahaman lelaki tentang faktor risiko seperti phimosis dan kutil kelamin adalah faktor kunci untuk membantu diagnosis dan intervensi dini pada kanker penis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kanker Sarkoma Tak Selalu Berujung Amputasi

Kanker Sarkoma Tak Selalu Berujung Amputasi

Health | Rabu, 31 Oktober 2018 | 15:54 WIB

Studi : Tingkat Kematian Akibat Kanker Lebih Tinggi Bagi Lelaki

Studi : Tingkat Kematian Akibat Kanker Lebih Tinggi Bagi Lelaki

Health | Selasa, 30 Oktober 2018 | 21:00 WIB

Bertubuh Tinggi Lebih Rentan Terkena Kanker?

Bertubuh Tinggi Lebih Rentan Terkena Kanker?

Health | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 12:38 WIB

Terkini

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB