Catat, Ini Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Hewan Peliharaan

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Minggu, 18 November 2018 | 14:42 WIB
Catat, Ini Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Hewan Peliharaan
Lavme bantu bersihkan rumah dan cegah penyakit dari kuman di hewan peliharaan. (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Meski dirawat setiap hari, hewan peliharaan tetap berisiko menularkan penyakit ke sang pemilik. Penyakit yang ditularkan pun beragam, mulai dari sekadar gatal-gatal hingga ada pula yang memiliki bahaya serius.

Disampaikan dokter Tengku Annisa Utami, MARS, hewan peliharaan yang bermain di luar rumah ataupun luar ruangan berpotensi membawa kuman, jamur dan virus yang dapat membahayakan anggota keluarga di rumah.

"Misalnya anjing, itu kan nggak tiap hari dimandiin. Dia juga suka jalan-jalan ke luar tanpa alas kaki. Terus nanti duduk di sofa itu pembawa bakteri, kuman, kutu, virus ke dalam rumah. Begitu juga dengan hewan lain seperti burung. Itu kandangnya juga ada kotoran ketika jarang dibersihkan bisa membawa penyakit untuk anggota di rumah," ujar Nisa dalam acara 'Petcious Time' di kawasan Kemang, Sabtu (17/11/2018).

Risiko ini menurutnya akan sangat berbahaya bagi bayi. Menurut dia, bayi umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Itu sebabnya kebersihan lingkungan rumah di mana terdapat jejak hewan peliharaan harus dipastikan bebas kuman, jamur dan bakteri.

Salah satu produk anti bakteri, jamur, virus dan tungau yang bisa menurunkan risiko tertular penyakit dari hewan peliharaan adalah LAVme. Produk organik berbentuk spray ini, kata dokter Nisa sangat praktis karena hanya tinggal disemprotkan di daerah yang terdapat jejak hewan peliharaan. Aroma floral yang lembut dari LAVme juga bisa menghilangkan bau apek yang biasa timbul dari hewan peliharaan.

"Jangan disemprotin ke binatang, tapi di lingkungan dimana binatang itu meninggalkan jejak. Bisa di sofa, karpet, gorden, atau kandanganya sekalipun. Jadi setelah disemprotkan tunggu dulu beberapa waktu baru bisa kita masuki dan tentunya aman karena tergolong produk organik," tandas dia.

Lalu, apa saja jenis kuman penyakit yang bisa ditularkan oleh hewan peliharaan? Berikut daftarnya:

1. Kucing

Infeksi yang paling sering disebabkan oleh kucing adalah infeksi dari cakaran kucing yang disebabkan oleh bakteri Bartonella, atau dikenal dengan cat scratch disease. Area yang terkena cakaran akan membengkak atau melepuh, dan penderita akan merasakan demam serta pegal otot.

baca juga

Kucing, anjing dan hewan ternak lainnya, juga merupakan pembawa parasit T. Gondii yang merupakan penyebab toksoplasmosis. Parasit terdapat dalam feses kucing yang terinfeksi. Masalahnya, Anda tak akan tahu si kucing pembawa penyakit ini karena tak menimbulkan gejala. Hal yang dikhawatirkan bila parasit menginfeksi perempuan hamil karena dapat menyebabkan cacat pada janin.

2. Anjing

Hewan peliharaan ini bisa menularkan infeksi Lyme baik pada sesama anjing maupun pada manusia. Gejalanya mirip flu seperti demam dan linu persendian. Anjing peliharaan juga bisa terkena penyakit Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepatitis CAV-2, Coronavirus, Leptospirosis, yang semua jejak kumannya bisa tertinggal di sofa, lantai, kasur, hingga dinding rumah Anda.

3. Burung

Flu burung adalah infeksi virus yang menyebar dari burung ke burung kumudian menular ke manusia. Flu burung adalah penyakit yang sangat mematikan. Infeksi penyakit ini terus menyebar di antara unggas di Mesir dan di beberapa bagian Asia. Meskipun ada banyak jenis flu burung, jenis yang paling umum menjadi wabah adalah virus flu burung H5N1 dan H7N9 yang menjadi penyebab flu burung paling utama.

4. Hamster

Hewan pengerat seperti hamster dan marmut bisa membawa virus dan bakteri yang mungkin menginfeksi manusia. Virus terdapat dalam urin dan feses hewan pengerat, yang bisa menular pada manusia lewat udara. Salah satu virus yang rawan ditularkan oleh hewan pengerat adalah hantavirus yang jika menginfeksi manusia gejalanya mirip demam berdarah. Penyakit lain yang bisa ditularkan lewat kotoran si hamster atau marmut adalah leptospirosis dengan gejala demam tinggi serta nyeri sendi.

5. Reptil

Bagi Anda yang gemar memelihara reptil maka waspadai risiko tertular infeksi salmonella dari reptil seperti ular. Hal ini dikarenakan reptil membawa kuman di kulit dan fesesnya. Infeksi Salmonella sendiri dapat menyebabkan gejala demam, muntah, sakit perut dan diare. Jadi hindari mencium reptil piaraan Anda dan selalu cuci tangan dengan sabun tiap kali menyentuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Turunkan Risiko Tertular Penyakit dari Hewan Peliharaan

Cara Turunkan Risiko Tertular Penyakit dari Hewan Peliharaan

Health | Sabtu, 17 November 2018 | 20:39 WIB

Patahkan Penelitian Lama, Insomnia Ternyata Tak Bikin Cepat Mati

Patahkan Penelitian Lama, Insomnia Ternyata Tak Bikin Cepat Mati

Health | Jum'at, 16 November 2018 | 13:07 WIB

Lelaki Ini Sembuhkan Penyakit Lewat Metode Sengatan Lebah

Lelaki Ini Sembuhkan Penyakit Lewat Metode Sengatan Lebah

Health | Jum'at, 16 November 2018 | 09:00 WIB

Hari Kesehatan Nasional, Waspadai Tiga Beban Penyakit Indonesia

Hari Kesehatan Nasional, Waspadai Tiga Beban Penyakit Indonesia

Health | Senin, 12 November 2018 | 14:48 WIB

Waspada, Gairah Seks Meningkat Bisa Jadi Tanda Adanya Penyakit

Waspada, Gairah Seks Meningkat Bisa Jadi Tanda Adanya Penyakit

Health | Minggu, 11 November 2018 | 23:51 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB