Ini Efek Mengerikan Bullying di Tempat Kerja

Rendy Adrikni Sadikin

Kamis, 20 Desember 2018 | 11:06 WIB
Ini Efek Mengerikan Bullying di Tempat Kerja
Ilustrasi bullying. (shufflepost.com)

Suara.com - Tekanan dan masalah di tempat kerja merupakan sebuah keniscayaan. Tapi jika sudah berlebihan seperti diganggu oleh rekan sekantor atau memiliki atasan yang buruk, kamu boleh berpikir untuk mencari pekerjaan lain.

Pasalnya sebuah penelitian menunjukkan bahwa tindak perundungan, termasuk intimidasi, penindasan, atau kekerasan di tempat kerja dapat mengancam kesehatan jantung. Korban perundungan atau kekerasan di tempat kerja memiliki risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih tinggi.

Sayangnya, penelitian yang melibatkan sebanyak lebih dari 79.000 pekerja Eropa tersebut tidak dapat membuktikan kaitan antara keduanya. Namun, menurut ketua penelitian, Tianwei Xu, jika ada hubungan kausal, menghilangkan perundungan di tempat kerja setidaknya dapat menghindari 5 persen dari semua kasus kardiovaskular.

Hal itu disetujui oleh pakar dari Amerika Serikat bahwa perundungan di tempat kerja tentu tidak sehat.

''Bahkan jika masalah di tempat kerja tidak menyebabkan masalah jantung, itu dapat memperburuk penyakit jantung,'' kata Curtis Reisinger, kepala layanan psikiatri di Long Island Jewish Medical Center, New Hyde Park, N.Y.

Dalam studi baru, tim Xu melacak data jangka panjang dari 79.000 lebih orang dewasa yang bekerja di Denmark dan Swedia, berusia 18 hingga 65 tahun, tanpa riwayat penyakit jantung.

Sembilan persen melaporkan ditindas di tempat kerja dan 13 persen melaporkan mengalami kekerasan atau ancaman kekerasan di tempat kerja pada tahun 2017 lalu.

Setelah disesuaikan dengan sejumlah faktor, para peneliti menemukan bahwa mereka yang diintimidasi di tempat kerja memiliki risiko penyakit jantung 59 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak ditindas.

Sementara itu, orang-orang yang menjadi korban kekerasan atau ancaman di tempat kerja memiliki risiko 25 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki pengalaman semacam itu.

baca juga

Lebih lanjut penelitian menunjukkan, dibandingkan dengan mereka yang tidak diganggu, mereka yang mengatakan bahwa sering diintimidasi (hampir setiap hari) dalam 12 bulan terakhir memiliki risiko penyakit jantung 120 persen lebih tinggi.

Kemudian, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami kekerasan atau ancaman di tempat kerja, mereka yang paling sering mengalami kekerasan atau ancaman memiliki risiko 36 persen lebih tinggi terkena stroke dan masalah pembuluh darah otak lainnya.

Ilustrasi kurang semangat kerja. (pixabay)
Ilustrasi kerja. (pixabay)

''Kita mulai memahami bahwa semakin banyak konsep penyakit jantung yang dipicu oleh stres, atau dikenal sebagai 'sindrom patah hati'. Studi ini menunjukkan hubungan antara satu stresor seperti itu, perundungan, dan penyakit jantung,'' papar Dr. Satjit Bhusri, ahli jantung di Lenox Hill Hospital, New York City, usai membaca hasil penelitian tersebut.

Reisinger mengatakan itu masuk akal bahwa stresor di tempat kerja dapat membebani jantung. Dia menjelaskan bahwa, seperti banyak hewan lainnya, manusia dapat ditekankan ke dalam keadaan 'gairah' yang, jika konstan, dapat menyebabkan kerusakan kardiovaskular.

Penindasan di tempat kerja, khusunya, dapat membuat keadaan stres ini abadi dan masuk ke dalam 'hidup' yaitu rumah, saat tidur, jalan-jalan, atau liburan. Ironisnya, sumber stres ini biasanya berasal dari atasan.

''Dari perspektif sumber daya manusia, orang-orang mengatakan meninggalkan atasan mereka, bukan pekerjaan,'' kata Reisinger.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Susahnya Cegah Bullying di Indonesia, Perlukah UU Anti-Perundungan?

Susahnya Cegah Bullying di Indonesia, Perlukah UU Anti-Perundungan?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:38 WIB

Perundungan Linguistik: Apa Kita Masih Punya Ruang untuk Belajar Berbahasa?

Perundungan Linguistik: Apa Kita Masih Punya Ruang untuk Belajar Berbahasa?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Setop Jaga Nama Baik, Sosiolog UGM Usul Whistleblowing Bullying Sekolah

Setop Jaga Nama Baik, Sosiolog UGM Usul Whistleblowing Bullying Sekolah

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Sosiolog UGM Kritik DPR Soal Rencana UU Anti-Perundungan: Bukan Kurang Regulasi, Tapi...

Sosiolog UGM Kritik DPR Soal Rencana UU Anti-Perundungan: Bukan Kurang Regulasi, Tapi...

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:27 WIB

14 Siswi SMP Tangsel Jadi Korban Bullying Minuman Racikan, Ketua Komisi X DPR: Ini Sangat Ekstrem

14 Siswi SMP Tangsel Jadi Korban Bullying Minuman Racikan, Ketua Komisi X DPR: Ini Sangat Ekstrem

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Temui Abdul Mu'ti, DPR Minta Penanganan Bullying Tak Hanya Jadi Tugas Kemendikdasmen

Temui Abdul Mu'ti, DPR Minta Penanganan Bullying Tak Hanya Jadi Tugas Kemendikdasmen

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Waspada Bullying di Sekolah, Mendikdasmen Ungkap 5 Ciri Siswa yang Sering Jadi Target Perundungan

Waspada Bullying di Sekolah, Mendikdasmen Ungkap 5 Ciri Siswa yang Sering Jadi Target Perundungan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:07 WIB

DPR Soroti Perundungan di Sekolah hingga Kampus, Pemerintah Diminta Segera Bergerak

DPR Soroti Perundungan di Sekolah hingga Kampus, Pemerintah Diminta Segera Bergerak

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Terkini

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan

Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:16 WIB

Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?

Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api, Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI

Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api, Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:14 WIB

5 HP Snapdragon RAM 12 GB Paling Ramah di Kantong dengan Performa Kencang

5 HP Snapdragon RAM 12 GB Paling Ramah di Kantong dengan Performa Kencang

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:14 WIB

Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara

Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:14 WIB

Cara Membuat Tabel Microsoft Word dengan Mudah, Cocok untuk Pemula

Cara Membuat Tabel Microsoft Word dengan Mudah, Cocok untuk Pemula

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Heboh PPN Pembalut 11 Persen, 14 Negara Ini Malah Gratiskan Pembalut untuk Warganya!

Heboh PPN Pembalut 11 Persen, 14 Negara Ini Malah Gratiskan Pembalut untuk Warganya!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Strategi Daihatsu Bidik Pembeli Mobil Pertama hingga Pelosok Daerah

Strategi Daihatsu Bidik Pembeli Mobil Pertama hingga Pelosok Daerah

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:10 WIB

MBG: Jangkau 57,8 Juta Penerima, Pembenahan Radikal Tata Kelola

MBG: Jangkau 57,8 Juta Penerima, Pembenahan Radikal Tata Kelola

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:10 WIB

×