JIka Telan Peluit Seperti Asep Apa Bisa Keluar Lewat BAB? Ini Kata Peneliti

Ade Indra Kusuma

Kamis, 20 Desember 2018 | 16:50 WIB
JIka Telan Peluit Seperti Asep Apa Bisa Keluar Lewat BAB? Ini Kata Peneliti
Asep Yaya, si bocah telan peluit. [Suara.com/Hendri Barnabas]

Suara.com - Ingat dengan kejadian Asep Yaya si "Suara Terompet"? Ya, setelah peluit bersarang selama hampir 2 bulan lamanya di paru-paru, kabarnya peluit tersebut berhasil diangkat.

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan kepada kontributor Suara.com mengatakan, Asep Yaya tidak sengaja menelan peluit alias tersedak saat sedang bermain bersama sepupunya.

“Tak sengaja tertelan dua bulan lalu. Peluit itu menyangkut di paru-parunya. Kami tahu kasus itu baru-baru ini,“ kata Hengky Kurniawan melalui WhatsApp, Kamis (20/12/2018).

“Dia masuk RSHS sejak Rabu (19/12) malam. Semoga adik kita, Asep Yaya, bisa kembali sehat seperti sedia kala,” lanjutnya

Sementara Kepala KSM Ilmu Kesehatan THT-KL RSHS Bandung Lina Lasminingrum menuturkan, peluit itu berhasil dikeluarkan dari tubuh Asep Yaya, Kamis siang ini.

"Sudah berhasil dikeluarkan dari paru-parunya melalui operasi yang berlangsung selama satu jam," ungkap sang dokter.

Lalu bagaimana cara orangtua agar mengawasi anak-anak bermain benda-benda kecil? Apakah setiap benda kecil yang masuk tertelan dan melewati usus bisa keluar lewat BAB tanpa melakukan operasi?

JIka bicara soal Asep tentu metode yang dilakukan berbeda karena peluit yang tertelan bersarang di paru-paru.

Melansir Mirror, sekelompok tim peneliti kedokteran berhasil menemukan jawaban dari salah satu pertanyaan parenting paling populer di dunia, berapa lama sih sebuah mainan, koin, atau benda kecil yang tertelan akhirnya keluar saat BAB?

baca juga

Menurut artikel yang diterbitkan jurnal Paediatrics and Child Health, enam dokter anak menelan lego dan menunggu kapan lego keluar dari tubuh dengan selalu mengisi data di buku harian BAB.

Hasilnya yang juga dikenal dengan istilah Found and Retrieved Time score (FART) terungkap kalau lego kecil butuh waktu 1,71 hari untuk bisa keluar dari tubuh.

"Ada beberapa bukti bahwa perempuan lebih mungkin berhasil daripada laki-laki, tetapi ini tidak dapat divalidasi secara statistik," tulis penelitian tersebutr.

Sebagai konklusi, peneliti mengatakan bahwa percobaan menelan objek kecil, seperti halnya yang sering dilakukan anak, akan keluar lewat BAB dalam kurun waktu 1 sampai 3 hari tanpa komplikasi.

"Ini harusnya memberikan rasa tenang bagi orang tua," tulis studi lagi.

Nah, sudah terjawab ya pertanyaan soal berapa lama waktu yang dibutuhkan anak untuk mengeluarkan benda kecil yang tertelan lewat BAB. Namun yang lebih penting peran orangtua dalam menjaga anak jangan sampai lengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peluit yang 2 Bulan Nyangkut di Paru-paru Asep Berhasil Dikeluarkan

Peluit yang 2 Bulan Nyangkut di Paru-paru Asep Berhasil Dikeluarkan

News | Kamis, 20 Desember 2018 | 13:25 WIB

Tak Sengaja Telan Peluit, Dua Bulan Asep Yaya Bersuara seperti Terompet

Tak Sengaja Telan Peluit, Dua Bulan Asep Yaya Bersuara seperti Terompet

News | Kamis, 20 Desember 2018 | 11:59 WIB

Duh, BAB Sembarangan Bisa Bikin Balita Stunting Lho!

Duh, BAB Sembarangan Bisa Bikin Balita Stunting Lho!

Health | Kamis, 18 Oktober 2018 | 18:55 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×