Idap Penyakit Mematikan, Harry Berharap Bisa Berobat ke Luar Negeri

Vika Widiastuti

Senin, 11 Februari 2019 | 15:34 WIB
Idap Penyakit Mematikan, Harry Berharap Bisa Berobat ke Luar Negeri
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang bocah bernama Harry Banks divonis tidak akan lama bertahan.  Himedik melansir dari The Sun, bocah penggila olahraga berusia 10 tahun yang bermimpi menjadi pemain kriket itu, telah menghadapi kanker anak-anak yang langka.

Sebenarnya ada uji coba obat inovatif yang tersedia di seluruh dunia, tetapi NHS (National Health Service) mungkin tidak akan menawarkannya hingga akhir tahun, dan jika harus menunggu, itu sudah terlambat untuk Harry.

Satu-satunya harapan orang tuanya adalah mengumpulkan 500.000 pound sterling atau sekitar Rp 9 miliar agar putra mereka dapat mengambil bagian dalam uji coba pengobatan di luar negeri.

Mereka telah mengumpulkan sebanyak 260.000 pound sterling atau sekitar Rp 4,7 miliar dalam dua minggu dan penggalangan dana di laman gofundme.com/madaboutharry akan terus dibuka hingga Maret.

"Jika kita menunggu sampai obat yang dia butuhkan datang ke Inggris, itu sudah terlambat, hatiku hancur, aku tidak ingin kehilangan putraku," tutur ibunya, Nina.

Ini adalah kedua kalinya Harry menghadapi neuroblastoma stadium empat yang agresif. Pertama kali Nina menyadari ada yang tidak beres pada anaknya adalah selama liburan keluarga di Cornwall ketika Harry berusia enam tahun.

"Dia biasanya anak yang aktif, tetapi pada hari libur itu aku membawanya ke mana-mana. Segera setelah kami kembali, kami membawanya ke rumah sakit," cerita Nina.

Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Daan Stevens)
Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Daan Stevens)

Dalam beberapa hari, dokter memberi tahu Nina dan mantan suaminya, Russell (61) bahwa Harry menderita kanker langka dan mematikan.

"Berita itu membuat kami putus asa. Tetapi Harry tidak pernah bertanya dan masih tidak bertanya apa yang salah dengannya. Dia tidak tahu seberapa serius itu," jelas wanita asal Woburn Sands, Bucks itu.

baca juga

Dan mimpi buruk itu datang lagi, dua bulan lalu, Harry pulang dari berenang dengan gejala gegar otak. Orang tuanya kemudian mengetahui bahwa kanker telah kembali.

Harry menjalani operasi darurat untuk mengangkat tumor dari otaknya, tetapi peluang penyakit itu kembali sangat tinggi, dan jika itu terjadi, tidak ada obatnya.

Kemudian orang tuanya mengetahui tentang 8H9 atau Omburtamab, obat yang sedang diuji coba di New York dan Barcelona.

Tes yang sedang berlangsung berarti tidak akan dilisensikan oleh NHS sampai akhir tahun. Tetapi Harry telah ditawari tempat dalam percobaan jika dia dapat menutupi biayanya. (HiMedik.com/Dwi Citra Permatasari Sunoto)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Wanita Terserang Kanker Langka setelah Implan Payudara

Ratusan Wanita Terserang Kanker Langka setelah Implan Payudara

Health | Sabtu, 09 Februari 2019 | 13:00 WIB

Awas! Implan Payudara Tingkatkan Risiko Kanker Langka Ini

Awas! Implan Payudara Tingkatkan Risiko Kanker Langka Ini

Health | Sabtu, 09 Februari 2019 | 10:22 WIB

Idap Kanker Stadium Akhir, Jo Bisa Bertahan dan Hamil 8 Tahun Kemudian

Idap Kanker Stadium Akhir, Jo Bisa Bertahan dan Hamil 8 Tahun Kemudian

Health | Jum'at, 08 Februari 2019 | 15:48 WIB

Menkes: Beban Biaya BPJS Akibat Kanker Capai Rp 2,7 Triliun

Menkes: Beban Biaya BPJS Akibat Kanker Capai Rp 2,7 Triliun

Health | Senin, 04 Februari 2019 | 15:59 WIB

Seberapa Besar Peluang Deteksi Dini untuk Pencegahan Kanker?

Seberapa Besar Peluang Deteksi Dini untuk Pencegahan Kanker?

Health | Senin, 04 Februari 2019 | 16:15 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×